Oleh: arantan | Maret 9, 2012

Mencoba Yamaha Xeon

Xeon hijau daun milik Husni

Sudah 3 hari saya tukeran skutik Suzuki Skywave saya dengan Yamaha Xeon milik teman sekantor yaitu Husni, cuman iseng, pingin tahu bedanya apa, nggak ada niat mau ganti motor kok. Ya sudah serahkan kunci, STNK, karcis parkir, Husni sempat kasih tahu bagaimana cara membuka bagasi si Xeon saya pun sebaliknya juga memberi tahu bagaimana cara membuka bagasi si Skywave.

Waktu memindahkan jaket, dari Skywave ke Xeon terasa betul kalau bagasinya Xeon jauh lebih kecil dari Skywave, jaket hujan masih bisa masuk di Xeon, tapi tas kecil saya pun tidak muat, padahal di Skywave semuanya bisa masuk bagasi.

Begitu saya naik terasa juga ergonomicnya beda total. Tinggi Xeon terasa rendah, dengan tinggi saya 170 cm, kaki saya terasa begitu dekat dengan tanah, di Skywave saya menapak tapi agak sulit, kalau di Xeon, untuk mencapai tanah, kaki saya tertekuk pendek. Kalau kedua kaki naik ke dek no problem, dengkul nggak bakal mentok depan. Posisi stang dan batok juga rendah, sekitar pusar atau malah terasa lebih rendah. Posisi rendah ini malah bikin kaki pegal ketika Xeon harus jalan dengan turun satu kaki. Nahan kaki ketekuk, jadi kurang nyaman. Walau ketekuk untuk mencapai ke tanah, kalau di jalan dengan kedua kaki naik dek, dengkul saya nggak mentok ke depan, space untuk dengkul OK saja.

Tarikan awal Xeon sangat OK, sangat galak di bawah, sayangnya kesempatan saya mencoba cuman sampai 90 kpj-an, tapi saya yakin si Xeon sebetulnya masih bisa lagi. Untuk mencapai 80 kpj terasa cepat dan ringan, nyodok-nyodok di kemacetan pun terasa mudah. Ketika Xeon habis keluar tikungan ketika setelah manteng gas kemudian tarik lagi, si Xeon terasa nurut kompak. Hanya saja bunyi mesin nya sedikit keras namun tidak mengganggu.

Akselerasi cepat juga di perkuat dengan wheelbase dan bannya yang kecil, goyang sedikit si Xeon sudah berbelok. Rebah sedikit maka Xeonnya sudah menikung tajam. Untuk saya pribadi handling seperti ini butuh pembiasaan, untuk kemampuan manuver saya menilai Xeon adalah skutik yang sangat-sangat lincah.

Untuk pengereman saya merasa rem belakang kurang gigit, mungkin juga karena setelennya juga yang kurang OK. Tapi rem depannya sangat-sangat OKeh!

Suspensi terasa sedikit keras, kurang baik untuk menghandle lubang-lubang jalan, juga di coba di jalan beton, maka Xeon terasa mantul-mantul. Tapi suspensi model begini juga terasa pada Skywave, sama-sama keras.

Tas nggak bisa masuk, cuman jaket saja.

Kesimpulan….

  • Bagasi skutik kecil
  • Tinggi pendek, tidak saya rekomendasikan untuk tinggi badan di atas 170 cm
  • Akselerasi OKeh, ringan, yang saya coba sampai 90 an (patokan speedo tentunya)
  • Sangat gesit
  • Rem depan OK

Responses

  1. ijin nyimak,
    kayaknya lbh keras skywave suspensinya

  2. saya jg pengguna skywave, punya tips ngga agar shock belakang skywave lbh empuk minta sharenya donk..

  3. selamat mencicip yamaha. seperti halnya produk bebek yamaha, produk skutik yamaha mio series tidak jauh beda, lincah untuk pasar senggol. wheelbase cenderung lebih pendek, setang juga cenderung lebih rendah. titik berat juga lebih rendah, untuk stabilitas saat berbelok.

  4. bener…menurut ane yg tingginya di atas 165cm kurang cocok pakai metik imut (mungil/pendek) spt beat, mio,xeon,nex. akan lebih cocok pakai nouvo, skywave, vario, spacy.

  5. kenapa gak ganti yss mz? punya skywave juga biasanya dituker/dipake di pcx juga

  6. yup, untuk yg berbadan bongsor emang g pas…

  7. ane udah pernah pake matic yamaha xeon . .
    setiap abis touring jalan jauh pasti capek banget
    pulangnya teparrrr . .
    minyaknya juga borosss. .
    tenaganya juga makin lama makin ilang . .
    sekarang ane udah inden vario 125
    just share . . . 🙂

    • loe mah apa aja jadi duit cuy, BC aja jadi duit ya gak?
      sales honda dasar, harus nya kayak biasa nya, nanya terus di jawab sendiri!!!:mrgreen:

  8. Pernah 6 bln make xeon, kelemahan pada rem blkang kurang menggigit padahal udah pakem, alhasil 4x nyungsep, kayaknya ban belakang harus up grade,

  9. test ride..sama seperti keluarga mio suspensi keras…stabil iya cuma kalo ketemu jalan keriting ya begitu deh..handling mantaff/// pegel kaki yoi maklum ane juga 170cm…

  10. wew…..jgn lupa relaksasi mas bro…biar ga pegel bgt tuh.

  11. aku suka design headlamp -hingga muka dada nya om :mrgreen:

  12. sampai sekarang saya masih belum nemu solusi untuk suspensi Skywave. Shock udah ganti dengan KTC punya harga nya lumayan walaupun terasa perbedaan tapi masih kurang nyaman, kayaknya mnrt saya bukan masalah shockbekernya ya.. krn waktu bandingkan pegas nya manual saya tekan ternyata aslinya shock skywave lebih empuk di bandingkan YSS dan KTC tp yg saya penasaran kenapa di jalan jadi tidak nyaman? saya jd tambah penasaran apa jok nya yg keras atau jarak yg terlalu tinggi dari jok ke ban yg membuat setting pegas shocknya ya… ada yg bisa kasih solusi? thx

    • Saya tadinya sempat terpikir YSS, tapi oleh Leo Performa dibilangnya bedanya nggak akan signifikan.
      YSS konon bukan lebih empuk atau keras, tapi soal reboundnya lebih “enak” juga beberapa tipe adjustable.
      Definisinya “enak” itu apah?

  13. […] Yamaha boleh dicoba, tapi waktu saya coba, dengan ukuran badan saya pun yang sedang, Yamaha Xeon pun sudah kurang pas, deknya terlalu rendah, […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: