Oleh: arantan | September 17, 2013

Buka booth penjualan motor di sekolah, terobosan saleskah?

Gambar hanya sebagai ilustrasi… tentunya

Ini bener-bener kejadian. Saya di info teman saya seorang Ibu, yang sekonyong-konyong lewat BBM menanyakan, “Vixion recommend nggak?” Ha? kenapa kok nawarinnya Vixion? Ternyata sambil BBM, di depan teman saya yang sedang menunggu anaknya ada booth Yamaha yang memasang Vixion. Booth penjualan Yamaha tersebut ikut tampil di bazaar sebuah sekolah swasta besar dari TK-SD-SMP-SMA. Dia sedang berpikir-pikir untuk membelikan motor untuk anaknya.

Ha? Serius?

Memang melihat dari usianya, sebagian sudah diperbolehkan mengemudi motor karena sudah mememuhi syarat usia minimum untuk mendapatkan SIM, tapi lebih banyak lagi yang tidak.

Saya tidak tahu juga apakah buka sales lebih pantas disebut terobosan sales atau masuk kategori lainnya. Tapi di saat banyak kasus yang menimpa generasi muda, saya rasa lebih baik setidaknya kegiatan sales ditiarapkan dulu untuk menggarap first adopter untuk penjualan motor.

Setahu saya pun ada kaidah yang entah tertulis atau tidak tentang potensial market yang tidak boleh disentuh oleh promosi produsen. Contoh: Kita tidak pernah melihat iklan susu formula dengan bayi yang baru lahir. Kenapa? Waktu saya pegang Nutricia saya  di info, bahwa di usia 1-2 tahun memang ada larangan untuk beriklan. Maksudnya pada usia 1-2 tahun, tugas sang Ibu lah untuk memberikan asupan susu.

Juga saat ini kita tidak pernah melihat booth penjualan rokok atau SPG rokok berjualan di sekolah. Lho kalau memandang penjualan saja, sebetulnya berjualan rokok di sekolah SMP dan SMA memang potensial market. Sekali si murid SMP-SMA ke grab dan sadar brand rokok, kemungkinan seumur hidupnya tidak akan pindah brand, extremenya kalau perlu kasih gratis saja tiap hari. Tapi ada aturan atau norma tidak tertulis, bahwa jangan dulu menggarap anak-anak seusia ini …

Nah motor? Kalau menurut saya paling tidak mahasiswa lah, sekolah jangan dulu dimasuki.

Kalau masuknya untuk keselamatan berkendara masih OK, tapi tentu porsinya dengan 80% edukasi sisanya penjualan secara halus. Kalaupun mau jualan ya baiknya soft sell betul-betul haluslah.

#eh…

 

Saya jadi ingat dulu waktu para penggiat keselamatan berkendara mencoba memasukkan pesan komunikasi berkendara tanpa penggunaan handphone ke operator, waktu itu ada niat untuk memasukkan pesan keselamatan berkendara melalui jalur komunikasi operator, lewat SMS, lewat iklan, lewat starter pack, lewat voucher, permintaannya seperti itu. Perjuangannya pun sampai ke tingkat menteri lho. Waktu itu bisa dikatakan triggernya nggak ada, cuman karena di jalan melihat kiri-kanan saja banyak pengendara ngeselin sambil berhandphone…

Tapi sekarang? Ketika banyak anak usia dini yang betul-betul menjadi korban kecelakaan, rasanya tidak pernah ada teguran ataupun permintaan ke produsen kendraan untuk berkomunikasi soal ini. Oh, masukkin dong di brosurnya bahwa berkendara harus begini – begitu? Yang keluar sayangnya hanya sebatas himbauan, mungkin sudah capai juga ya?


Responses

  1. di tempat saya juga ada, sayap ama garpu masang booth
    ngakunya sasaranya anak SMA, tapi ngeliat kalo disana juga ada SMP agak ragu juga jadinya

    • bapaknya kali yg jadi sasaran

  2. saya ada rencana mau beliin anak Mini GP Bike, itu perlu BPKB +STNK juga gak sih?

  3. Wah.. Masih kurang canggih sama marketing di tempat saya gak cuma motor.. 4 pabrikan mobil & motor brbeda & 2 agen property pada ngiklan di Booth Koperasi karyawan meski hanya sebatas brosur & flyer, menurut saya cara ini yg paling jitu menimbulkan ‘multiple effect’ IMHO

    • Kalau jualan fleet, its OK dan memang pantas dan harus dilakukan bro.
      Bagusnya kalau koperasi ada wewenang untuk potong gaji karyawan.

      • Nah itu dia bro, mutual benefit banyak disamping karyawan dpt disc & kemudahan selain itu jg perusahaan bakal long-lasting dikarenakan ‘turn-over’ karyawan yg minim. Imagine, sekali apply itu sampai 36bulan apalagi property bisa 12tahun.. Dijamin betah deh karyawan:mrgreen:

  4. strategi panik itu , segala cara di lakukan😀

  5. Bisa jadi, atau mungkin sebagai sponsorship kegiatan sekolah, kalau perusahaan rokok biasanya dari pihak pembina (guru) sudah melarang untuk meminta bantuan dana ke perusahaan tsb.

  6. @roy, tidak perlu karena termasuk motor mainan. Kawasaki ksr saja om, sudah tidak ngebul, atau sukanya yang ngebul-ngebul.

  7. wah blusukan sampai ke tempat terkecil…bener2 persaingan sudah makin panas ya…

    http://kobayogas.wordpress.com/2013/09/17/calon-yzf250r-akan-tertunda-launchingnya/

  8. Bukan di sekolah negeri udah dilarang ya beriklan dan jualan disekolah-sekolah? Di SMA dekat tempat mertua udah gak boleh tuh pasang logo sayap di lap basket. Di kampus depok juga sudah lama di hapus sponsor rokoknya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: