Oleh: arantan | Januari 9, 2013

First Riding Experience with KTM Duke 200

arantan-w-KTM

Saya perlu menjelaskan dulu kondisi berkendara, waktu posting ini saya tulis saya baru 2 kali pulang pergi ke kantor, dengan total perjalanan sekitar 60 an KM. KTM Duke 200 ini bukan motor baru, umurnya 2 bulan, dari bulan 10 2012, motornya baru jalan 580 KM. Saya ambil second dengan pertimbangan tidak usah menunggu sampai surat selesai, walaupun berarti harus bayar secara full di depan.

Karena motor belum 1.000 KM, maka dari pabrikan pun menyarankan untuk menahan putaran mesin agar tidak lebih dari 7.500 RPM.

Karena jalannya baru dikit tentunya sangat mungkin kesan riding pertama ini bisa saja berganti, kalau jam terbang saya dan pengendalian makin baik.

OK, saya mulai dari ergonomic kemudian ke detail-detail dari bawah ke atas yak.

Ergonomic

Tinggi saya sekitar 168 – 170 cm an. Relative, tergantung pada cara pengukuran dan alat ukur😛.  Berat di 60 kg. Dengan postur saya, satu kaki bisa menjejak penuh, sementara kaki sebelahnya sedikit mengangkat. Saya tidak bisa menapak di kedua kaki. Jangan khawatir karena beratnya motor sangat enteng, jadi hanya bisa satu kaki yang menahan dan menapak pun no problem.

arantan-BOT

Artinya memang posisi duduk lebih tinggi dari Kawasaki Ninja 250 dan Honda CBR tapi tidak tinggi-tinggi amat. Posisi kaki tidak mengangkang alias rapat. Di lampu merah, pakai KTM Duke akan menguntungkan, sebab kalau sebelah kita Mio dan bebek, kita akan lebih tinggi, sementara kalau kita pakai Ninja ketinggian kita sama saja, posisi duduk Ninja malah ngedelep ke dalam.

Posisi riding teak, setang juga di bawah. Duke masih lebih lebar dari bebek sehingga ada kalanya jalur-jalur sempit perlu dilihat dulu, masuk tidaknya belum tentu Mio bisa masuk si Duke masuk. Bodynya kurus tapi stangnya lebar, seingat saya hampir selebar stangnya byson.

Ban

Andre AdrianBan, dari pabrikan kasih MRF, tapi profile yang kembangnya sedikit, alias character ban ini mirip-mirip dengan batlax BT 92. Sementara saya coba di jalan aspal kota no problem, di hujan, masuk keluar lubang baik. Sedikit cornering pun masih lengket. Ketika habis hujan masuk ke garasi rumah yang bawahnya keramik pun semua masih OK, kalau sampai perlu ganti ya ganti, toh ban IRC bawaan Ninja dulu juga harus saya ganti waktu motor belum usia sebulan, licin di parkiran gedung yang finishingnya floor hardener.

Ada beberapa teman di Facebook group KTM Duke 200 Indonesia yang memiliki gejala slip di tarikan awal, tapi sejauh ini di saya belum pernah ada kejadian sampai slip hilang traksi di awal.

Suspensi

Suspensi Duke pakai WP, merk yang dipakai untuk seluruh KTM, ini merk yang sudah terkenal OK banget. Salah satu nilai plusnya KTM Duke ya shock upside down dari WP ini.

Soal suspensi lucu…

Kalau kita naiki KTM Duke 200 saat diam, jok dan shock Duke terasa keras. Tapi di bawa jalan… sinting, suspensinya sangat-sangat baik! The best dari Ninja dan CBR 250. Feel pada ground tetap ada, tapi peredaman sangat baik, masuk keluar lubang OK, polisi tidur tidak lagi perlu mengerem, hanya perlu memelankan motor saja, overall soal kaki-kaki adalah sangat baik.

Pengereman

Pengereman jadi pakai rem depan (*saja)… all the ime, low speed high speed. Ini karena dari pabriknya posisi pijakan rem belakang, terlalu ke dalam, kaki harus benar-benar menyerong, ketika saya coba mengerem pakai rem belakang, kaki kanan jadi meraba-raba dan mencari pijakan tersebut. Saya perlu beli extention untuk mengakali ini. Tapi ketika jempol kaki kebetulan kena pijakan pun, rem belakangnya kalau menurut saya kurang pakem kalau di banding depan. Mungkin juga karena pijakannya kurang dapat.

Engine brakenya Duke saya rasakan kurang kalau dibanding Ninja 250 dan CBR, di Duke engine brake rasanya hanya bisa menahan sedikit saja.

Rem depan berfungsi sangat pakem dan tepat, tapi segi minusnya diving ke depannya cukup banyak, jadi saat kita mengerem body menukik ke depan, perlu pembiasaan.

Akselerasi

Saya belum bisa mengetest akselerasi secara full. Limit saya masih di cekek karena menurut manual saya belum boleh lewat 7.500 RPM, sedangkan limiter sebetulnya di 10.000 ++ RPM alias sebetulnya tenaganya masih jauh. Untuk mencapai RPM tinggi di Duke sangat-sangat cepat, giginya pendek-pendek. Saat ini dengan di cekek di RPM 7.5000 saya sampai harus gigi 6 padahal speed baru 100 kpj. Ini akibat narik dari gigi bawahnya masih nggak bisa di pol…

Giginya pendek-pendek, baru naik gigi, langsung shifter up light menyala alias gigi minta dipindah lagi.

Suara

Saya sendiri suka, memang berisik dan terlalu gahar untuk ukuran saya, tapi nggak berisik amat. Kalau mau denger suara dari knalpot standardnya bisa coba searching di youtube, saya nggak mau memvideokan suara Kaaren saya lihat di youtube pun soal suara tidak ada yang sama dengan suara di aslinya.

Intinya sih, suara bagus…

Dashboard

arantan-dashstart

Saya foto pas waktu baru dinyalakan dengan lampu speedo semua nyala. Indikator RPM kecil diatas, angkanya sudah nggak bakalan terbaca. Lampu tengah yang menyala di atas dashboard itu tombol shift. Informasi di dashboardnya sebetulnya sangat lengkap, sampai ada penunjuk gigi. tapi ukuran LCDnya sangat kecil. Kalau sedang jalan … tentunya sulit terbaca.

begini-lihatnya

Saat pagi-siang … sudah tidak terbaca, kalau di bawah pohon masih bisa terbaca, tapi kalau di matahari terik… yang masih bisa terbaca speed dan gigi, kalau font text yang kecil-kecil seperti jam, penunjuk kilometer… syulit… Lihat juga penunjuk temperature mesin di kiri bawah, foto ini diambil waktu baru habis jalan sekitar 20 kman melewati macet sehari-hari, posisi, saya cuman 1 strip di bawah pol…

Dashboard full digital, informasi sangat kaya. Penunjuk bisa di switch dari KM ke MPH, ada trip A, trip B, jam, engine temp, fuel. Juga ada penunjuk konsumsi bahan bakar per 100 km, rata-rata konsumsi bahan bakar pada trip sebelumnya, menit berkendara. Jarak bensin habis, waktu service…

Sayangnya posisi dashboard di bawah dengan ukuran kecil, full digital pula. Sehingga sulit dibaca, ketika jalan di siang hari indikator RPM pun memiliki contrastnya yang kurang. Ukuran dashboardnya sendiri pun kecil, textnya lebih kecil-kecil lagi. Tapi jangan khawatir, karena patokan untuk shift up ada lampu merahnya. Ketika menyala berarti harus shift up.

Karena saya belum 1.000 km, lampu merah di set di RPM 6.500. Batasan lampu merahnya ini ada di manual, bisa di set sendiri oleh pemilik, mau patokan merah di RPM berapa?

Overall

This bike is for keeps…

nyala-keren

Lampu di stang kiri kanan bisa nyala lho! keren!

KTM Duke enak di perkotaan, nggak ngerepotin, enak juga di parkiran, akselerasi instant, nyelip-nyelip pun ok. Tenaga bagus, tapi pertanyaan dan kekurangan  motor ini ada beberapa juga … CC nya cuman 200, tapi kalau di beberapa parkiran seperti Citos dan Central Park motor ini diharuskan naik bersama-sama dengan motor lain yang cc nya 250, petugas parkirnya saja nggak tega motor ini berdesakan.

OK ini kekurangannya, semuanya bisa di betulkan, tapi sebetulnya expectation saya terhadap KTM tadinya lebih tinggi dari ini.

 dalem-bener

  • Pijakan kaki rem belakang harus diperpanjang demi keamanan, soal panjang pendek ini soal mudah, pertanyaannya kenapa nggak di kasih dari pabrik sih?
  • Temperature ketika baru jalan sejaman, naik hingga 1 strip di bawah pol. Saya tanya ke ownernya dulu itu memang normal, saya tanya lagi ke beberapa teman di group FB, 1-2 strip di bawah pol memang begitulah. Walau fan gede, tapi tetap saja hampir pol. Tapi sejauh ini memang motor tidak pernah kena engine cut off, alias harusnya memang temperature demikian termasuk kondisi normal.

arantan-so-ugly-kiri

Sisi kiri di bawah tanki belakang radiator, dari selubung ke socket masih ada jarakjauh dimana kabel-kabelnya kelihatan… waduh.

arantan-so-ugly-kanan

Sisi kanan di atas head… pengkabelan buruk. Kata review dari India sih, build quality “superb”, hmm, kabel-kabel telanjang begini bisa dibilang superb? 

  • Build quality memang superb, kaki manteb, detail, electronics dashboard manteb… las pada frame pun baik, tapi …
    Kerapihan pengkabelan, sangat buruk. Kabel-kabel di sisi kiri kelihatan sampai ke kabel-kabel halusnya, katanya motor ini sanggup di bawa kotor-kotor, tapi kalau kabel kelistrikannya saja seperti ini, dicuci steam saja pun saya ngeri copot atau putus…. Kabel-kabel ini mau saya rapihkan

Responses

  1. Mantap

  2. Coba 50cc lagi. Tapi kalo ke mall biasanya naik mobil sih.

  3. Selamat mas buat motor barunya.
    Walah itu tuas rem pendek amat yah?

  4. skiwepnya gimana om?

    • jual kali ya… someday.

  5. pantesan pas balik kantor diparkiran ada duke nyempil, punya om toh. jd ngiler

  6. harga sekennya berapa? kenapa pemilik lama jual padahal masih relatif baru, 500 km?

  7. tutup tangki, sakelar yang bisa nyala, handle rem dan kopling, kaliper dan master rem, sampai ban mrf nampaknya mirip punya pulsar.

  8. dapat berapa kang ktm duke seconds nya??

    • Dapat harga baguz!🙂

  9. Awas mz kbelnya jgn dirapihin sndiri…ntr kena uu hak cipta…canda…

  10. itu indikator suhu nya ampir full ya cuman nyisain 2 bar

  11. akhirnya review duke nongol jg, ulasan detil kya gini yg susah dicari ditempat lain… Baru tau jg daleman kabelnya agak berantakan, sy pribadi mgkn sm kya om saranto gatel pgn ngoprek utk beresin kabel2 trsbt, sebatas modifikasi utk memperbaiki fungsionalitas aja krna sy pikir yg lainnya udh superb…. Ditunggu review lebih lanjut ya om…… supaya sy makin giat nabung utk maharin motor idamaan🙂

  12. hawa panas di area kaki & selangkangan gimana di bandin ninin?

    • Jauh di bawah CBR 250R apalagi Ninja 250R sih… Anget aja dikit-dikit.Walau kalau banding sama bebek atau skutik ya lebih panas ini juga.

      • tp kenapa diforum duke di kaskus bilangnya lebih panas dr ninja ya? :bingung

      • Kalau saya sih setiap kali habis naik Ninja dulu berasa panas dan berkeringat, di Duke ini baik-baik saja. Saya saat ini di 600 km an.

  13. Di kaskus dibahas, panas nya memang tinggi sampai 1000 KM pertama, setelah service pertama, panasnya akan turun. Pijakan rem pendek mungkin buat yang mau free style biar ngga gampang keinjek🙂

    Btw, ditunggu review menerjang banjir nya… katanya sih bisa nembus banjir sampe setinggi batas atas cylinder head.

    • Boro-boro rasanya….
      Dengan kabel seperti itu, mau nyuci aja mesti hati-hati sih.

      • ngeliat kabel2nya ky gitu bikin illfell bgt hihihi..
        coba di buka tangkinya trus di rapihin sendiri aja kabel2nya. ^_^

  14. dapet sekennya aja nih🙂

  15. setuju sekali, “gak usah rekam suara knalpot atau mesin”, karena hampir pasti beda dengan aslinya.

  16. baca keunggulan enak.. giliran ke bawah.. lho.. seimbang kah dengan harganya????
    ngiler😛

    • Hampir semua motor ada aja begini-begininya sih🙂

  17. wah ohm arantan dapt dari kaskus to ternyata:mrgreen:
    http://www.kaskus.co.id/post/50e9a7c74f6ea1ed68000013#post50e9a7c74f6ea1ed68000013

  18. pengen jajal om😀

  19. biker dg cita rasa tinggi nie..si om..!! .. ditunggu review lanjutanya..

  20. made ini india kah ?

    • Made in India betul

  21. buset, motor baru nongol belum diservis udah dijual?? edian.
    btw menurut ane yg perlu diperhatikan adalah sisi speedometer.
    memang sih speedometer lengkap, namun apa gunanya kelengkapan tersebut jika saat riding justru sulit terbaca,
    desain kaca yg glossy mungkin berdampak memantulkan sinar mentari sehingga pandangan di spido jadi terhalang,
    baiknya pakai kaca yg bersifat dof, ada kok.
    dan menurut review tsb ane rasa akan lebih mudah baca spido new vixion, nmp, FU,

    • Saat riding yang masih bisa terbaca, speed, posisi gear, RPM pun sudah sulit. Bar bensin, temperature juga masih bisa. Tapi yang kecil-kecil seperti jam, total kilometer, sudah sulit di baca sambil riding. Ini juga karena seperti road bike umumnya posisi dashboard rendah sampai di perut.

  22. pinjem dong *kaypangMode😀

  23. siip reviewnya.. jd pengin bgt nyoba.
    klo dah servis perdana di ulas lg om yg lbih detail.. spt perawatan, mileage, dll.

    heran jg, baru 500 an km dah dijual.. empu pertamany knp yak..

    • emmm, sebelum ini sebetulnya ada juga yang dijual baru jalan 130 km.

  24. Berarti td pagi kali yg ketiga, ya? Kira2 jam 8.30 lihat Duke di Golf Senayan, helm Nolan item, jaket abu2, ransel belakangnya licin. Pas depan Hotel Mulia, ngaciiir. Duke suaranyaa berat juga ya, kayak dibobok.

    Ane pakai Kymco Trend 2000 merah. Salam toet🙂

    • iya thats me🙂 salam kenal bro, itu lagi rada telat. Helmnya bukan Nolan, itu copyan INK🙂.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: