Oleh: arantan | Oktober 16, 2012

Anak kecil lebih baik jangan dilepas sendirian di jalan

As the National Highway Traffic Safety Administration points out, children learn by watching adults, so make sure that you always practice proper street safety behavior. Until your children learn excellent traffic skills, be sure to supervise them when playing or walking near the street. Children usually don’t accumulate the skills necessary for dealing with traffic until about age 10.

http://www.livestrong.com/article/210444-street-safety-for-kids/
Minimum 10 tahun di barat dengan perangkat lalulintas yang baik, kalau di Indo yang chaotic gimana?

Ini anak gw yang paling gede waktu di rumah sakit karena trombositnya terus turun. RS itu percayalah sama sekali tidak menyenangkan….

Posting ini terpicu dari posting eyang Edo di sini.

Postingan eyang Edo adalah tentang tertabraknya seorang anak oleh motor, saya tidak tahu siapa yang bersalah dari kasus tersebut jadi saya nggak mau comment atau menjudge siapapun.

Saya pun pernah mengalami kejadian sama, tapi di posisi berbeda. Alias saya yang naik motor, harinya pas weekend kira-kira sebulan yang lalu. Kondisi jalan waktu itu cerah terik, sekitar jam 13:00 kondisi jalan pun kering. Waktu itu jalanan lagi macet, sementara motor tetap bisa jalan di paling kiri mobil-mobil yang stuck menunggu lampu hijau.

Ketika itu saya lagi bawa Piaggio X evo, kecepatan pun nggak bisa kencang, sekitar 15 kpj mungkin lebih pelan. Tiba-tiba ada anak berlari keluar dari sela-sela mobil, saya langusng ngerem mendadak. anak itu sudah mengenai motor saya dan terdorong. Karena motor lagi pelan sundulannya tidak sampai membuat si anak jatuh, Anak ini sangat pendek! Cuman sedikit lebih tinggi dari kap mobil sedan! Lebih rendah dari kap mobil Innova. Umuran anaknya mungkin sebesar anak saya yang paling kecil, si Ken yang masih di kelas 3SD!

Si anak kaget tapi kemudian lari terus ke arah mikrolet di sebelah kiri saya, di belakang si anak ada lagi anak seumuran dia, sama-sama kecil kurus, bercelana pendek dan kaosan, sendal jepit. Kedua anak itu mau masuk ke mikrolet tapi ternyata nggak jadi, si anak kembali keluar mikrolet, meneruskan lari-larinya bersama temannya, kali ini di trotoir, tentunya si anak tanpa ba bi bu sorry-sorry, kepada saya.

Dimana orang tuamu ya nak?

Gimana yah kalau sampai jeger kena?

Extremenya kalau sampai anak itu celaka gara-gara saya? Salah siapa?

Sorry ini bandwidth killer, tapi bagus dan penting!

Ini dari http://www.wikihow.com/Teach-Children-Basic-Street-Safety-when-Walking


Responses

  1. Seandainya anak kecil yg ditabrak itu celaka, saya yakin pasti Anda yg akan disalahkan.. Di lingkungan keluarga, kesadaran mengajarkan anak soal jalan raya masih rendah, padahal jalan raya bukan cuma motor dan mobil, tapi juga pejalan kaki yg sama2 punya hak n kewajiban. Jadi inget kasus Transjakarta yg nabrak anak kecil sampai bisnya dirusak. Padahal pas ngliat di TV, di dekat lokasi kejadian ada jembatan penyeberangan (CMIIW, saya bukan orang Jakarta). Kelalaian ortu? nggak ada kamusnya di sini.
    Salam🙂

    • soalnya di masyarakat kita ada pepatah yang besar selalu salah😦

      mobil jalan pelan di sisi kiri lalu ada motor ngebut ngambil jalan eh salah antisipasi lalu nyenggol yg ada mobil salah.

      ada motor jalan pelan tiba2 ada org nyebrang n muncul dari antara mobil dan kena, motor salah

      apes bgt kan.. padahal klo dilihat secara seksama belum tentu salah
      btw sapa ya dulu yang buat statement kayak gini?? ada yg tau ga??
      soalnya menyesatkan banget

      http://www.dk8000.co.nr

  2. Aduh… Orang tuanya kemana yak?

    http://dwidhaswara.wordpress.com/2012/10/16/testride-suzuki-inazuma-250-riding-quality-nya-mangstab/#comments

  3. klo di jepang, ortu nya kena sanksi berat atau dipenjara..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: