5 tips mengikuti lomba lari 5K

arantan-0011
Tiba di start, sediakan waktu untuk berfoto-foto
arantan-211712
Semalam sebelum lomba, masih cari-cari makanan, mumpung di Jogja

Ini tips pribadi yang dikumpulkan dari trial and error berdasarakan kebiasaan saya berlari 5K selama ini. Timing terbaik saya untuk berlari 5K saat ini adalah 28 menit, 18 sec, dengan pace 5:39 menit/km, dengan elevasi full flat 1-2 meter saja.

Minggu lalu saat menyelesaikan lomba 5K di Mandiri Jogja Marathon, timing melorort jadi 30 menit. Justru ketika mengikuti lomba 5K, timing melorot sampai 2 menit lebih lam, ini sebetulnya sangat menyebalkan.

Jadi postingan ini dibuat supaya next time saya ingat kiat-kiat ini sehingga waktu yang dihasilkan bisa lebih cepat lagi atau sama saat jogging di sekitar rumah.

5 Tips yang mau saya lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pelajari rute beserta elevasi
    Ini penting supaya kita bisa mengatur pace, kapan harus sabar ketika jalan menanjak curam dan kapan harus mengencangkan pace saat jalanan menurun. Data untuk elevasi sayangnya termasuk sulit, tidak semua lomba menyertakan info penting ini.
  2. Bawa keperluan seminimumnya
    Saya biasa jogging di komplek sekitar rumah dengan hanya mengenakan jam tangan dan membawa kunci rumah, smartphone pun tidak saya bawa.Ketika mengikuti lomba, bisa jadi ada beberapa benda yang terpaksa harus dibawa seperti smartphone. Saat mengejar timing terbaik, mengenakan armband atau waistbag untuk menyimpan smartphone, akan sangat menggangu.Solusi: Bawa smartphone dengan seminimumnya, smartphone yang biasa dilindungi oleh casing otterbox tebal harus saya lepas ketika mengikuti lomba. Sebaiknya menggunakan smartphone yang tahan air, tentunya.

    Keperluan lainnya seperti dompet, ID bisa disimpan di kendaraan, bawa uang juga cukup seperlunya saja.

  3. Jaga fokus
    Distraction, saya bisa disebut selalu berlari sendirian, di komplek yang benar-benar sepi. Saya biasa berlari dengan keadaaan yang ideal, jalan yang sepi, tidak ada persimpangan dengan mobil atau motor, udara yang masih agak dingin dan segar.
    Pada lomba keadaannya sangat bertolak belakang, banyaknya orang yang sama-sama berlari itu membuat konsentrasi buyar, hitungan napas dengan kaki pun bisa jadi berpengaruh. Lintasan yang dilewati saat berlari pun seringkali melewati persimpangan dengan mobil dan motor yang ditahan petugas, mengeluarkan polusi dalam bentuk asap dan kebisingan.Distraction disini juga bisa dijadikan positive, untuk memacu semangat untuk menyusul peserta lain. Kira-kira 1 km menuju finish di Mandiri Jogja Marathon, di depan saya ada peserta wanita dengan jarak sekitar 100 meteran. Saya menjadikan dia sebagai pemberi semangat harus disusul!
  4. Tertahan peserta lain
    Ketika berlari di dalam komplek saya berlari sendirian, ketika lomba bisa jadi ada sekitar 1.000 orang lebih yang dilepas lari bersama. Posisi start menentukan hasil akhir lomba. Ketika start, selalu ada peserta yang berada di barisan depan padahal sejak start pun memang tidak berniat untuk lari alias jalan saja. Masih untung kalau seperti di Mandiri Jogja Marathon, dimana ada jalan pintas di samping jalur aspal yang bisa dimanfaatkan untuk menyusul peserta lain. Tapi tetap saja jalurnya termasuk padat dan butuh extra effort dan tenaga untuk zig-zag menyusul peserta lain.Next kalau ikut lomba lagi, saya berminat start dari barisan tengah atau belakang, maksudnya supaya keramapain barisan start sudah agak terurai dan jarak antar peserta tidak terlalu rapat lagi, sehingga lebih mudah untuk disusul.
  5. Disiplin menyiapkan diri
    Ini saya taruh di paling terakhir, karena harusnya ini list persiapan standard yang sudah diketahui semua pelari:

    1. Tidur dan istirahat yang cukup
    2. Minum yang pas, jangan terlalu banyak juga nanti mau ke WC repot
    3. Makan/carbo loading yang pas
    4. Stretching yang baik
    5. Persiapan kelengkapan berlari sehari sebelum lari. Baju, celana, BIB termasuk peniti lebih baik sudah terpasang
    6. Datang ke lokasi lebih awal
      Jalan menuju lokasi selalu macet, estimasi saja untuk datang minimal 30 menit atau idealnya 1 jam sebelum waktu start. Karena butuh waktu untuk mencari parkir dan juga berjalan untuk sampai ke garis start.

Itu saja 5 tipsnya sih, semoga ini jadi pengingat saya juga ketika nanti berlomba.

arantan-164825arantan-042139

arantan-042146

Iklan

One Comment Add yours

  1. Rin berkata:

    sukses terus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s