Pertama kali pakai road bike

Sejak pertama kali membeli Road Bike, hingga saat ini saya baru tiga kali menggenjot road bike, ketiganya saat Car Free Day hari Minggu. Jadi postingan ini ditulis oleh newbie yang tentunya perlu banyak belajar dan butuh masukan berguna. Terutama masukan tentang cara menggenjot lebih kuat, lebih jauh dan juga lebih aman serta nyaman.

Performance

Dengan ber road bike, jarak yang bisa ditempuh menjadi lebih jauh, apalagi jika dibandingkan dengan sepeda MTB dari besi milik anak yang sebelumnya saya pakai. Bicara soal kecepatan pun, road bike punya kemampuan yang jauh lebih baik dibanding dengan MTB. Dulu ketika MTB, average speed saya sekitar 16 kpj. Dengan road bike, bisa mendapatkan kecepatan average 22-24 kpj. Kecepatan tersebut pun masih terhitung pelan, ketika menggenjot kalau sama-sama road bike, hampir selalu saya dilewati, harusnya road bike punya kecepatan lebih kencang lagi.

Specialized Allez yang saya pakai terbuat dari alloy sedangkan diatas alloy adalah carbon, yang konon lebih stiff (kaku). Walaupun demikian, bagi saya si Allez alloy termasuk sangat-sangat stiff, ketika harus melepati aspal yang sedikit kasar, atau rumble strip, getarannya sungguh terasa, pantat, tangan, semuanya bergetar keras, sekarang ketika harus melewati jalan yang tidak halus lebih baik sedikit naikan pantat.

Stiff juga berarti power, ketika sepeda di genjot sedikit, sepedanya jalan dengan lancar, power genjotan bisa di transfer dengan baik. Ini juga mungkin karena road bike memang cenderung lebih ringan.

Pembiasaan stop and go

Di road bike, kaki saya tidak bisa menapak ke bawah, harus berjinjit sampai ujung jari. Ini karena bike fit yang efisien mengharuskan kaki yang hanya tertekuk sedikit ketika pedal di posisi bawah. Karena jinjit, setiap kali berhenti, badan harus turun ke batangan atas. Sebaliknya, detiap kali mulai menggenjot, kaki kanan saya harus turun sambil menaikan badan ke saddle.

Sampai sekarang pun saya masih berasa kurang pede naik turun Road Bike. Apalagi ketika harus mulai menggenjot selepas lampu merah dengan kelilingan motor dan mobil.

Belajar dari situ, penempatan diri di stopan lampu merah adalah sangat penting. Posisi ideal di lampu merah adalah sekitar 10-20 meter di belakang garis putih, dengan kaki kiri menapak di trotoir. Posisi ideal ini tidak selalu bisa didapatkan pada setiap lampu merah, kadangkala ada juga belokan ke kiri sehingga harus mengatur posisi yang enak lagi.

Karena tinggi, naik road bike dalam keadaan pelan pun menjadi berbahaya, ketika dipakai menuju car free day pun, di seberang mal fX yang penuh tenda makanan, saya lebih memilih untuk menuntun sepeda saja. Sulit harus menjaga keseimbangan sambil melewati olahragawan yang sedang beristirahat dan makan.

Kelak ketika sudah lancar stop and go, baru saya akan pilih pedal dan sepatu khusus untuk bersepeda, saat ini, ya sabar-sabar belajar dulu, sambil meningkatkan jam terbanglah.

Sakit (banget …)

Pertama kali naik sepeda, pantat luar biasa sakit, sampai besokannya ternyata masih juga sakit. Ini karena padding celana sepeda yang modelnya terlalu lebar dan juga keras. Bantalan padding yang harusnya menambah kenyamanan malah jadi menekan bagian dalam pantat. Sekarang saya sudah menggunakan celana baru dengan bantalan yang lebih soft, dan bentuk padding yang lebih kecil, sudah tidak sakit lagi.

Untuk punggung, tangan dan lain-lain tidak ada sakit, hanya capek normal saja.

Begitulah, semoga aktivitas bersepeda berikutnya menjadi lebih baik lagi.

Iklan

3 Comments Add yours

  1. V_N_O berkata:

    Kalau dibagian “anu” memang ngilu banget kalau baru2 naik roadbike, tapi nanti juga jd terbiasa dan gk sakit lg. Soalnya saya juga begitu awal2 waktu pindah dari mtb ke rb.

    Kalau pakai celana padding jgn pakai daleman om wkwkwk sama latihan hiit workout buat stamina.

    1. arantan berkata:

      Bukan di bagian anunya, tapi di pantat bagian dalam….
      Sekarang sudah beli celana lain, tinggal sakit sedikit. Kemungkinan mesti ganti saddle apa yak?

  2. zahron berkata:

    wah dah lama aku gak naik road bike , padahal dulu sering banget naik ke kaliurang pake road bike dari besi seharga 200 rbuan. klo jalan halus dan datar, kecepatan rata2 bisa 40an ,
    dulu waktu naik ke kaliurang sering banget tu ketemu sama pembalp2 sepeda nasional yg lagi latihan..
    jadi pingin naik road bike lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s