Oleh: arantan | Desember 27, 2013

Sindrom fanboy juga ada alasan logika nya …

24s8-311

Tahu foto atas dari seri apa?🙂 Season berapa?

Pernah dengar Stockholm Syndrome?

Pendeknya ini adalah sebutan untuk kasus psikologis yang bisa terjadi dalam suatu penyanderaan, dimana tawanan yang disandera akhirnya justru bersimpati pada orang jahat atau mereka yang menyandera. Bahkan pada kasus tertentu si tawanan justru malah membela penyanderanya dari orang-orang yang mau membebaskannya.

kok bisa?

Yang saya mau bahas dalam posting ini adalah tentang menjadi fanboy karena kepepet keadaan.

Contoh saja, bisa saja ada suatu brand atau motor “pinggiran” yang motornya juga tidak kurang sukses di Indonesia karena satu dan lain hal. Brand atau motor ini pun masih punya pengikut garis keras! Kalau tanya enak nggak sih motor Anda ke fanboy pasti keluarnya positif semua! Riding experience mantap! Sudah dibawa keliling dunia! *lebay mode! No trouble! Parts ada, mekanik aman terjamin!

Kalau masuk ke forum dari motor dan brand tersebut pun, teman-teman pencinta brand pinggiran tersebut bersatu dan sangat solid. Sama-sama memperkuat satu sama lain kalau motornya nggak ada matinya! Motor lain jeleklah, terlalu inilah itulah, motornya mereka yang paling HEBAT! Namanya juga fanatik bro! Motor sekarang katanya catnya cepat pudar, body di toel bisa bolong dan lain-lain.

Bukan karena dibayar sama brand lho, tapi memang fanboy sendiri, kenapa bisa demikian? Padahal sebagian dari para fanboy ini kalau dilihat dari pandangan orang luar, mereka justru ditinggalkan sama brandnya, tidak diperhatikan, tidak dibina sama brand, kok mau-maunya ya? Selalu ada issue, kalau motor tersebut akan di hidupkan kembali!

Mirip dengan sindrom tersandera yang saya sebutkan diatas yaitu sindrom Stockholm, para fanboy ini sebetulnya tersandera oleh pikirannya sendiri, dan gagal move on ke brand lain. Sementara brand nya, kadang justru seperti tidak peduli akan keberlangsungan motor tersebut. Kenapa kok mau-maunya jadi fanboy?

Alasannya kemungkinan ada beberapa hal…

1. Cinta itu buta

Love is blind, namanya juga fanatik bro. Cinta ya nggak bisa di jelaskan. Dalam arti suka aja dengan brandnya, suka dengan brandnya dimana yang fanboy sukai memang betul-betul tidak bisa di dapatkan dari brand lain.

2. Comfort zone

Tidak berani mencoba yang lain! Takut!

Jadi lebih baik memilih yang sudah diketahui saja, tahu pasti problem motornya, tahu bagaimana membetulkannya. Pilih motor lain? Wah sulit! Nanti mesti belajar lagi, gimana kalau rusak?

Diperparah kalau si fanboy kepepet ini ketemunya di forum sesama fanboy diehard juga, he he he.

3. Takut sendiri

Alasan 1 dan 2, sebetulnya bersifat internal-private, terus kenapa harus mempublikasikan kefanatikannya? Kenapa harus mengajak-ngajak orang untuk memilih motornya?

Karena fanboy pun tahu, perlu orang-orang lain *sebanyak-banyaknya*, atau fanboy lainnya lagi untuk tetap hidup. Kalau diam-diam saja ya tentu peminatnya makin sedikit, satu-satu pada jual kendaraannya, lama-lama punah. Ketakutannya tentu soal keterjaminan parts, keterjaminan know how alias mekanik.

4. Takut masa depan

Sama juga ketakutan sendirian, sebetulnya ada ketakutan soal masa depan si motor. Bagaimana resale value? Yap, memang bisa menghibur diri dengan bilang, “Ini motor untuk pakai!” Oke dew … Padahal bingung juga berapa tahun lagi masih bisa pakai motor ini? Sekarang laku berapa?

Ada juga yang akhirnya pasrah, motornya teronggok di rumah dalam keadaan mati, sudah nggak bisa jalan, partsnya sudah sulit dicari, lama juga nggak diurusin. Ada beneran lho bro.

Apakah kemudian menjadi fanboy ini salah?

Ini bukan soal salah atau benar bro, tapi menurut saya ada konsekuensi yang harus ditanggung kalau kita mau jadi fanboy sementara motor tersebut mohon maaf punya masa depan menurun, contoh ditinggal brand misalnya. Ya apakah sudah siap? Dan untuk apa?

Ini juga pentingnya tidak terlalu attach dengan motor ikuti juga berita tentang motor kita. Walaupun tiap hari dipakai, kemana-mana pakai motor itu dan sudah berjasa juga, jangan sampai terikat dengan  kebendaan, beranikan untuk cut loss! Jangan gagal move on!

the-heirs-trailer-3-2-800x450

Jangan sampai jatuh cinta!


Responses

  1. Kok contohnya merk pinggiran, Om?🙂

    Padahal contoh 1 & 2 itu juga bisa mengarah ke merk yg yerkenal lho…🙂

  2. Kalau syndrom stockholm bukankah awalnya benci lalu simpati bahkan yg berlain jenis bisa jatuh cinta? kalau fanboy dari awal sudah jatuh cinta. Mungkin anak klub satu merk, kalau ngumpul bahasnya bertemu dg motor lain lalu dg mudah mendahului dg gigi sekian, gas belum mentok, dll. atau kalau bahas touring dg motor yg irit, tahan lama meskipun digeber berjam-jam.

  3. Merk bajaj ya banyak yang sudah mati ga ada sperepart

  4. Pak arantan takut kena Sindrom K-drama

  5. :D‎​​◦°◦нå◦нä◦нã◦нä◦нâ◦°◦:D

    Gagal wake on

  6. nebak gambar di atas aja deh: Film Serial 24 Season 5😀

  7. Yang saya liat mah motornya dan servicenya bukan merknya, sebelum ngambil PCX aja sempet mau ambil SYM JR tapi karena harganya dimainin sama sales akhirnya batal deh…gak peduli kalau merk yg penting motor (relatif) bagus dan servicenya (relatif) bagus juga, sampai sekarang mah belum nemu motor yg sempurna….di Indonesia itu FB lahir karena perasaan menjustifikasi rupiah yg dikeluarkan untuk produk tertentu supaya gak keliatan ‘bodoh’ makanya merk jadi dibela mati2an padahal dapet duit juga kagak dari si merk….:-)

  8. saya gak tau pak…
    saya udah beli 3 merek motor dari pabrikan jepang…
    sofar yang enak cuma suzuki. klo Yamaha ya gitu deh ama Honda…
    mirip2 dikit…
    😆

  9. Wakakakakakakak
    Nonton the heirs juga pak? Apa dipaksa istri?
    Saya sih awalnya dipaksa . . .

    • Nggak sih, he he he, pertama kali nyobain nonton k-drama atas kemauan sendiri🙂
      Nonton selalu bareng anak saya yang masih SMP, bini cuman lihat episode terakhir aja.

      Sekarang udah tamat! 20 episode!🙂 he he he.

  10. Skak Mat ! Ai punya mimin dweh , motor setengah Sukhoi su-47

  11. gapapa krn kepepet jadi diehard fanboy, apalagi terlanjur beli….. berharap aja kayak vespa atau kawasaki yg akhirnya kembali, daripada merk sejuta umat tp tetep dicuekin juga, tanya aja dulu yg punya NSR

  12. Kalau ane mah bukan karena alasan diatas, hehe karena motor yang gw beli pakei duit dari hasil keringat sendiri lagi halal tayiban:mrgreen: e malah dihina hina, dibodo bodoin di dunia maya, lah apa urusannya. Makanya ane lebih sebel kepada fb smart daripda kepada brannya. Trus nyang menjadi pertimbangan lain adalah upaya mengangkat brand dengan memblowup kekurangan produk kompetitor pada iklan. Bukannya menunjukkan kelebihannya sendiri. Padahal cendrung subjaktif karena contoh kasus untuk produk yang digunakan tidak bisa mewakili semua produk, beda dengan makanan.

    • Ah yang beneerrr….Bukannya karena rizki ente alias kerjaan ente emang ada sangkut pautnya ma brand yg ente bela mati-matian itu kan?

  13. untuk kualitas produksi indonesia suzuki masih yang terbaik !

  14. jd inget kapten phlips yg bkin penontn simpati pd si pembajak.. intiny ad sebab akibat.

  15. wah gambarnya barusan tadi pagi tayang

  16. kek bauer tuh..😀

  17. Bisa juga mereka paham ini motor enak, dan menyesal setengah mati karena kenapa? kenapa? dan kenapa motor seenak ini kok ya ditinggal ?….. dicuekkin.
    http://kobayogas.com/2013/12/27/test-ride-singkat-mv-agusta-brutale-675/

  18. Ah yang beneerrr….Bukannya karena rizki ente alias kerjaan ente emang ada sangkut pautnya ma brand yg ente bela mati-matian itu kan?

    • Sorry ne balasan tuk @nha tadi :mr_green:

  19. titip buat fansboy supaya akur mas
    http://motogokil.com/2013/12/28/inilah-alasan-mengapa-cb150r-kalah-6-detik-dari-r15/

  20. susah dah kalo penboi… kesian juga ngeliatnya… dapet untung apaan juga ane ga tau kalo jadi penboi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: