Oleh: arantan | Desember 7, 2013

Penggunaan RFID bisa mencegah pencurian kendaraan

Apa syarat untuk mendapatkan cincin RFID? Si pemasang harus memperlihatkan STNK kendaraan dan KTP. Info dari STNK tersebut akan dicocokan dengan nomor mesin dan nomor rangka kendaraan. Saya tidak tahu juga apakah apakah waktu pemasangan dan registrasi RFID, komputer dari SPBU bisa melihat kecocokan dengan database kendaraan di kepolisian, kalau bisa lebih bagus, untuk mencegah alamat palsu – nomor palsu.

Kalau ada pencurian kendaraan, bayangan saya begitu mobil dicuri, si pemilik bisa lapor ke call center, kemudian blokir data, sama seperti blokir kartu kredit/kartu debit, kita tinggal menelpon Bank. Dalam kasus kendaraan, pemilik mobil tinggal telepon call center, jadi mobil dengan RFID sekian akan di banned dari SPBU, tidak bisa mengisi bensin!

Bisakah? Terpikirkah?

Think like a thief

Ya si pencuri tinggal isi pertamax toh, selesai urusan. Tapi, kalau lihat program SMPBBM seperti di sini, program ini harusnya menyentuh SEMUA kendaraan. So semoga suatu hari, betul-betul semua kendaraan menggunakan RFID.

Atau isi pakai jerigen? Mungkin pas kabur bisa juga, tapi waktu jual kembali atau ketika kendaraan tersebut berpindah tangan dan pemilik kendaraan barunya mau mengisi bensin, wah tahunya nomornya sudah di blokir dan dia ditangkap di SPBU?! Bisakah?

Peraturan Menteri ESDM no. 1/2013
Peraturan Menteri ESDM tentang pengendalian penggunaan BBM untuk:
  1. Semua jenis kendaraan bermotor yang dimiliki atau dikuasai oleh Instansi Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah.
  2. Mobil barang dengan jumlah roda lebih dari 4 buah untuk pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan
  3. Mobil barang dengan jumlah roda lebih dari 4 buah untuk pengangkutan hasil kegiatan kehutanan

Bagaimana kalau si pencuri mengaku cincin RFIDnya rusak dan mau pasang baru? Berarti untuk memasang yang baru, si pencuri harus membuat STNK dan KTP palsu yang sesuai dengan rangka. Kemudian kalau (=KALAU)  si komputer connect dengan database nomor kendaraan di kepolisian, SPBU bisa memverifikasi data di kepolisian, betul nggak ada mobil ini, tahun ini, warna ini di database kepolisian? Masih bisa juga dicari yang istilah STNK kawinan, alias, 1 STNK sama tapi mobilnya lain-lain.

Intinya sih memang tetap bisa dicuri, tapi setidaknya mempersulit para pencuri. Nanti kalau mau beli mobil second, verifikasi data dulu di SPBU ya.


Responses

  1. Wah baru tau gw ,,,nice info nih…

  2. semoga

  3. tapi masalahnya rfid baru ada di jakarta, dan itupun pemasangannya masih ruwet eh baru pendaftaran ding..

  4. Ckckck,sulit jga..

  5. Intinya yg lemah bukan RFID-nya tapi kemauannya, mau gak memanfaatkan teknologi untuk mengurangi kuantitas pencurian…?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: