Oleh: arantan | Desember 7, 2013

Bodo-bodoan: Bagaimana kalau RFID integrated dengan data pelanggaran?

Penggunaan RFID untuk monitoring dan pembatasan BBM bersubsidi saya rasa bagus, tapi sayangnya kebijakan dan tools ini tidak dipikirkan untuk fungsi-fungsi lainnya. Padahal dengan punya kemampuan untuk mengenali kendaran secara cepat dan validasi data, banyak sekali yang bisa dilakukan demi kenyamanan berkendara.

Untuk mencegah pelanggaran penerobosan jalur busway misalnya, tinggal pasang dua gateway dengan scanner RFID di jalur transjakarta (busway), jadi setiap kali ada pelanggaran kendaraan pribadi yang lewat, gateway akan menscan si RFID dan foto kalau perlu. Tagihan dan panggilan sidang kirim ke rumah.

Lebih bagus lagi kalau, total connectivity!

Bagaimana kalau rekening bank dengan kuasa debet, data kepolisian, parkiran mal – kantor, connect semua, dengan RFID sebagai pengenal?! Mau buat ERP, ya nggak usah lagi bikin sistem terpisah toh? Nanti ribut-ribut lagi soal distribusi, isi saldo lagi…

Jadi begitu ada pelanggaran lewat busway, tit! debit langsung! 500 ribu ilang! Mak! Lewat parkiran mal tinggal lewat saja, tahu-tahu di akhir bulan banyak tagihan! Tidak ada lagi penyelsaian dengan kartu sakti, tidak ada lagi tawar menawar! Semuanya kena.

Gimana kalau rekening bank kosong tapi kendaran masih lewat?! Ya dibuat blokir masal! Si kendaraan nggak bisa isi bensin, nggak bisa masuk parkiran manapun! Mengerikan sekali.

Tinggal pasang gateway tersebut di lajur busway, lampu merah, parkiran dan tempat-tempat lainnya … bisakan harusnya?

 


Responses

  1. Kalau yang mencegah pencurian masih bisa om saya mengerti, nanti kebanyakan ketangkepnya di SPBU, hehe, kalau yang ini agak bingung, bukannya RFID itu cocok-cocokannya dengan selang bensin pertamina (lubang ketemu moncong), terdeteksi. kalau integrasinya di jalur busway misalnya mungkin seperti erp kali?

    • RFID itu sifatnya pasif. Contoh gampang adalah kartu pengenal karyawan yg harus ditempelkan di pintu kantor untuk masuk ke ruangan tertentu.
      Yang diperlukan adalah pemancar & penerima yang kuat dan cepat.
      Dan, kemauan dari pemerintah untuk berbagi data. Lha, data dari E-KTP saja masih belum digunakan untuk DPT. Padahal data KTP adalah data utama untuk semua aktifitas warganegara.

  2. Pemikiran yg bagus…. Harus segera diaplikasikan….

  3. Bukannya dari awal ada ide 1 nomer handphone untuk satu orang, soalnya pembahasan ini sudah pernah denger sewaktu msh dilingkungan tsel. Ga ada lagi nomer simpati, halo, indosat, xl dll. Setiap warga negara bisa berganti2 provider dgn nomer tetap.
    Sayangnya ide ini dihabisi sebelum berkembang. Bayangkan dgn satu nomer hp, pulsa dipotong kl lewat GTO, dipotong waktu bayar menggunakan flash, bisa menggantikan rfid, erp dll. Semua hanya dengan satu HP, tinggal mikirin proteksi kl hp hilang apakah langsung blokir dan dirusak atau gimana.
    Tp kl bisa dibikin ribet buat apa dibikin gampang ya kan? …. Btw ide ini sudah mengemuka jauh sebelum bca flazz di luncurkan. Sekarang orang sudah mulai terbiasa dgn flazz.

  4. dasar oneng, dikira 1 mobil cuma 1 pemakai ?
    RFID dipasang dimana ERP dipasang dimana jg enga tau😆

  5. bagus sekali, tapi efeknya akan banyak orang kehilangan mata pencaharian, khususnya yg dapat gaji dan fee dari kerumitan birokrasi

  6. nanti ada yg jual rfid jammer..

  7. rfid palsu jg ada pastinya, biar dpt bbm subsidi.. kaset aja di bajak, rfid pasti juga bisa

  8. ijin komen mas…..
    teknologi RFID memang bagus dan murah dalam emplementasinya…namun kalo pengelola data centernya ga becus ya sama juga boong…entu data2 bisa dg mudah di hack trus diacak bisa berabe dong

  9. Yang ad duit’a diambil sama polusi ..

  10. Klau ada kayk gitu,pd kapok dh..

  11. harusnya emang gitu om, jadi gak mubadzir pasang rfid mahal2, sepertinya ktp elektronik juga sdh ada rfidnya juga tuh? mestinya bisa terintegrasi juga online kemana2…

  12. Kapan y indo nerapin ssn
    Ktp aja mawut!zzz


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: