Oleh: arantan | Desember 5, 2013

Mobilnya sudah pasang RFID?

231762_petugas-mengatur-kendaraan-yang-antre-pasang-rfid-_663_382

Ini malah di Viva disebutkan “Kendaraan pribadi diwajibkan memasang RFID untuk menekan BBM bersubsidi” Semua kendaraan pribadikah? Baik yang menggunakan pertamax, shell? Motor juga?

Iya lho bro! Semua kendaraan! MOTOR JUGA!

Seperti disebutkan di sini:

  • Kendaraan apa saja yang wajib dipasangi RFID?

    Seluruh kendaraan di Indonesia, yang terdiri atas 80 juta kendaraan roda dua; 11 juta kendaraan roda empat; 6 juta truk angkut; dan 3 juta kendaraan bus.

    Tapi untuk saat ini memang sebatas roda empat dulu

Beberapa hari belakangan saat berangkat ke kantor pagi dari arah Grogol ke Cawang terjadi kemacetan mulai dari bundaran Semanggi. Macetnya lebih padat dari keadaan macet sebelumnya. Macet ini disebabkan karena antrian kendaraan yang hendak masuk ke SPBU di sekitar Patra Jasa Gatot Subroto, dekat dengan perempatan Kuningan.

Mobil-mobil ini tidak antri di mesin pengisian bahan bakar, tapi di sebelah kirinya, mereka ingin pasang RFID. Dari pembicaraan dengan petugas SPBU di jalan arteri Pondok Indah, saya baru tahu bahwa mereka yang antri dari sekitar jam 8 pagi, baru mendapat nomor pemasangan sekitar jam 15:00 siang dan harus kembali lagi esok harinya.

Lokasi pemaangan tentu tida di semua SPBU, kemungkinan disesuaikan berdasarkan luas area SPBU dan peralatannya. SPBU Pertamaina yang di deretan Patra Jasa memang punya bengkel kecil karena mereka berjualan oli.

Mekanisme pendaftaran dulu juga sampai masuk ke media online seperti detik.com yang menyebutkan demikian:

Menurutnya, registrasi tersebut merupakan kebijakan masing-masing SPBU. Khusus untuk SPBU ini, registrasi dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya pemilik kendaraan yang ingin melakukan pemasangan RFID.

“Kemarin kami telah buka dari Senin sampai Kamis. Rupanya pengunjung banyak sekali sehingga terjadi antrian panjang, dan itu tidak efektif. Sehingga kami membuat aturan bahwa pemasangan bisa dilakukan asal mendaftar terlebih dahulu,” ungkapnya.

Saat ini masih terlihat beberapa pengendara yang berniat untuk melakukan pemasangan RFID. Akan tetapi hal tersebut tak dapat dilakukan sebelum melakukan pendaftaran.

Bukannya kalau begini berarti antri dua kali, kemacetan dua kali ya? Anyway …

RFID yang dipasang saat ini modelnya seperti cincin yang melingkar dan dipasang di lubang pengisian bahan bakar mobil.

Apa guna RFID?

Dengan SMPBBM (Sistem Monitoring dan Pengendalian BBM), identitas mobil yang diisi bahan bakar diketahui dengan jelas. Lebih lanjutnya setelah mengenali bisa ditulis di database, mobil dengan nomor polisi ini, sudah mengisi berapa liter bensin jenis apa dan mengisi di SPBU mana.

Gunanya secara resmi disebutkan begini:

  • Menyimpan identitas kendaraan dalam sistem monitoring dan pengendalian BBM
  • Mengenali identitas kendaraan, baik dinas maupun pribadi dalam sistem monitoring dan pengendalian BBM
  • Memberikan otorisasi pada sistem untuk kendaraan melakukan pengisian BBM
  • Sebagai alat yang wajib digunakan pada kendaraan untuk pengisian BBM bersubsidi

Untuk saat ini penggunaan RFID hanya sebatas monitoring konsumsi penggunaan bahan bakar bersubsidi. Pemerintah mau tahu, siapa-siapa saja yang menikmati bensin bersubsidi dan habit penggunaannya.

Ke depan… belum tahu persisnya akan digunakan seperti apa.

Memang banyak konon dan konon … konon akan ada pembatasan subsidi dalam bentuk quota bensin bersubsidi yang diberikan pada setiap kendaraan. Masing-masing mobil akan diberi jatah bensin, ada yang bilang jatah tersebut akan dalam bentuk perhari, perminggu atau pertahun. Sampai saat ini soal berapa quota, bahkan apakah sampai diberikan quota tidak jelas.

Tapi apakah sistem RFID bisa melakukan hal tersebut? Harusnya memang bisa.

Siapa yang harus pakai RFID?

Walau di website disebutkan untuk semua kendaraan sampai roda dua, tapi rasanya saat ini distribusinya sebatas untuk kendaraan roda empat, yang tidak mewah, seperti disebutkan di sini.

“RFID harusnya dipasang pada kendaraan jenis tertentu, bukan mobil mewah dan baru karena kalau RFID ada di mobil mewah artinya mereka bisa menerima BBM bersubsidi. Misalnya punya mobil mewah lalu tidak pasang RFID maka tidak bisa isi BBM subsidi,” jelas Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro (4/12/2013).

hmmm…

Seperti pada point kegunaan RFID, maksudnya kalau mobil yang tidak menggunakan bahan bakar premium ya seharusnya tidak perlu memasang RFID. Jadi bagi mereka yang biasa mengisi Pertamax dan Peramax Plus, Shell dan lainnya, tidak perlu.

Batas waktu

Masih belum jelas betul, ada yang bilang Maret 2014 ada yang bilang batas waktu sampai Juni 2014, ada juga yang bilang sampai tidak terbatas. Logikanya harusnya memang punya batas waktu tidak terbatas sih, bagaimana kalau ada mobil baru kan? Tapi ada target program bahwa distribusi cincin RFID harus bisa di pasang paling lambat Juni 2014, secara nasional Untuk Jakarta sampai akhir Desember 2013.

Yang jelas, kompak bahwa pemasangan RFID tidak dikenakan biaya. Jadi yang bilang kalau sampai November bayar 200 ribu terbutki tidak. 

Sudah jelas sekarang?

Saya sendiri masih ada beberapa pertanyaan, tapi bukan sesuatu yang major.

Bagaimana kalau ada mobil yang tidak punya cincin RFID, kemudian ketika ingin mengisi bensin di SPBU tidak tersedia pertamax? Misalnya di SPBU terserbut kehabisan pertamax, atau memang di SPBU tersebut memang tidak disediakan pertamax? Apakah mobil tersebut bisa mengisi premium tapi dengan harga non subsidi?

Bagaimana kalau lagi mengisi premium bersubsidi kemudian saat mengisi quotanya habis? Apakah masih bisa membeli dengan harga premium bersubsidi?

The rest, coba dilihat-lihat sendiri di sini. Konon sih bisa register juga melalui website.


Responses

  1. Malahan ada Pajero Sport ikutan antri RFID…

    • Betul banget, sepertinya yang ribet orang-orang golongan ekonomi menengah atas. yang berhak seperti angkot justru belum tampak mengantri ngurusin begituan (berdasar melihat berita tv), mungkin angkot setiap harinya sibuk kejar setoran daripada ikut antrian.

      • Ya maka itu… Udah putus urat malu para manusia berduit di negeri ini. Misal yang antri mobil2 boks / pickup yang dipakai usaha ya gak masalah, toh usaha mereka bisa membantu perekonomian negara juga kan.

        Lah ini malah mobil2 di harga 300jt ke atas, yang notabene si pemiliknya gak terlalu keberatan lah keluar uang 1jt per bulan cuma buat isi bensin -_-

      • hehehee….karena banyak dari pemilik boil itu demi gengsi doank beli boilnya, urusan perawatan dan bensin harian ogah yang maha2l, yang penting gaya! gitu deh jadinya….

        yang herannya koq ga dilarang itu mobil2 yang mahal2? #Tanyakenapa

  2. Kalau diluar kota gimana? Ketemu pertamax cuma di cirebon, tegal,pekalongan semarang. Hadehhh…
    Kenapa ga mendingan premium khusus motor saja sih (toh di spbu ada yg khusus ngisi premium untuk motor), angkot ikut ngantri saja disitu. Mobil pribadi ga boleh antri disitu (males jg karena panjang antriannya). Keep it simple.
    Bikin peraturan aneh2 aja, jangan2 beli rfid 50rb, anggarannya 100rb/alat biar buat pemilu 2014.

    • kalo bisa dipersulit ngapain dipermudah.
      kalo yg sulit bisa buat pengadaan anggaran kenapa harus cari yg mudah yg tentu minim anggaran😛

    • yah banyak hal, seperti mungkin ada pertentangan dari asosiasi industri otomotif karena takut penjualan menurun, atau takut perusahaan pengguna mobil dinas pada heboh karena anggaran operasional membengkak (termasuk bumn dan perusahaan Negara).

      banyak hal lah….tapi yang pasti ujung2nya diduitin ini proyek, kayak ga tau aja bro😀

  3. Haahahah kalau perkiraan ane itu mah “Projek” untuk dapat menggasak dana APBN aja, toh nantinya jika mobil tidak RFID bisa dipastikan ngak bisa pakei premium, ya bisa toh,.. atau beli pake derigen.

    Saya tidak berminat pasang RFID karena walau mobil Sejuta Umat, Ogah nenggak Premium (keculai saat dikirim dari Dealer katanya di isi Jatah Premium 90 rb), Lagian digunakan kalau pergi sekeluarga doang, sehari harinya masih motorlah,.

    • setuju bro, ane suka komen ente….kalau bikin peraturan yang bener dan bener2 diberi sanksi lah yang melanggar, jangan cuma anget2 doank….

      lebih ke proyek ini sih….deket2 pemilu, biasalah….

  4. angkot juga pake RFID?
    disinyalir para supir angkot tewas di tengah jalan…
    😆

    • Angkutan umum kayanya gak perlu deh… Atau kalo perlu mungkin dapet jatahnya lebih besar dibanding pribadi, ya sesuai trayek dia sehari2 lah… Mungkin🙂

      • seharusnya angkutan umum gak usah di pasang, termasuk juga solar. sehingga mereka bisa di tekan untuk memberikan tarif murah. kalo mereka di paksa pake pertamax yang ada tarif yang 3000 per 5km naek jadi 6000.

      • kalo gak dijatah, nanti sopirnya pada berenti narik dan alih profesi jadi pedagang bensin eceran lah😀

      • hahaha

        karena motor makin banyak ya?
        😆

  5. yang punya mobil DUA dan motor DUA pastinya gak ambil pusing sama RFID ini. kalo cuma punya satu? dibela2in deh beli satu lagi biar senin – rabu jatah premium pertama, kamis – sabtu jatah premium kedua. minggunya ngaso ajah dirumah heheehehe… just my thought.

  6. hahaha
    kemaren di salah satu spbu petugas yg pasang RFID teriak2 ketika ada mercy tiger ikut antri pasang, “mercy boleh mercy?”. teriak ke temennya disamping mercy tersebut. dan pengendara mercy pun terlihat memberikan uang 20ribuan dari dompet dan diterima oleh petugas. trus… gak tau deh kelanjutannya.

    #sy hanya rider skutic

    • heheheheee….yang naik pajero, outlander, fortuner, Everest juga sama bro….modal 20rb – 50rb udh diem petugasnya….parah, lebih ke proyek buang2 duit ini sih

  7. Sippp….

  8. Berarti yg pake mobil mewah gak pinter ya? Sampai ikutan antri RFID?

  9. beli n kredit mobil mahal2 bisa ..*uppps ^_^
    tapi …
    beli pertamax,Prtx+,super,vpower
    kok ogah yah…
    (apa karena disebut mobil premium bukan mobil pertamax, makanya gak malu pake premium) ;p
    eh ….malah jadi ladang korupsi n kolusi baru

    #rider yg setiap hari lewat arteri PI, yg notabene berjejeran dealer mobil2 + motor mewah

  10. males ngantri RFID karena mobil saya cuma buat weekend… motuba tapi pake pertamax…. biar nanti bikin malu innova, fortuner, pajero, dll yang antri premium. he3…

  11. Hahaha…saya sih kaga ambil pusing lah. Ngapain kyk krg kerjaan aja ngantri pasang RFID. Udah stress tiap hari ngadapin macet gara2 bikin jln dan galian di daan mogot, ditambah hrs ngantri gituan di SPBU, cape deh…
    Kalo sampai gak boleh isi premium ya isi di Shell/Total aja lah. Malu2in aja pakai mobil mahal/mewah kok ikut ngantri RFID. Saya yg punya Xenia dan Swift aja ogah pusingin.

  12. Aturan tidak jelas !!! Yang ngantri Land Cruiser, Pajero dan beberapa mobil mewah lainnya, yang CC nya memakan banyak BBM, kalau begini sudah jelas tidak tepat sasaran, saya coba mengantri dan sudah empat kali gagal mendapatkan RFID, walaupun sudah datang subuh, katanya habis ! Tanya kanan kiri rupanya mereka booking sehari sebelumnya disertai pemberian suap agar kebagian alat ? Bagaimana ini bukannya mendidik tetapi malah mengajarkan hal yang tidak benar !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: