Oleh: arantan | Desember 4, 2013

Program ECO car dengan keringanan pajak dianggap gagal di Thailand

SONY DSC

Yes, Thailand pun juga punya program mirip LCGC yang di design untuk mengembalikan kejayaan industri otomotif mereka sejak terkena banjir besar tahun 2011, so kalau di Thailand memang terang-terangan di design sebagai usaha untuk mendorong berputarnya industri otomotif.

Programnya sudah dalam fase kedua dengan highlights yang saya ambil dari sini:

Thailand Eco Car programme (second phase 2013):
– requiring each car maker to invest at least 6.5 billion baht (RM650 million) in making small, clean vehicles.
– an Eco-car can emit no more than 100 grammes of carbon dioxide CO2 per kilometre
– minimum capacity for approved models is set at 100,000 units a year within five years of production
– excise tax for an eco-car is 14%
– the first phase of eco-cars attracted investment of 50 billion baht (RM5 Billion)
– second phase to enter free-trade talks with the European Union, to draw direct investment from major European investors

Kalau di Thailand para pabrikan diberikan batasan minimum investasi untuk mendapatkan insentive, juga ada jumlah produksi minimum.

SONY DSC

Kenapa gagal? Karena banyak yang akhirnya gagal bayar, sampai mobilnya ditarik. Banyak juga yang akhirnya memutuskan untuk tidak jadi mengambil mobilnya. Jangan percaya 1-2 berita yak, tapi salah satunya saya ambil dari sini.

How car buyers’ incentive plan backfired in Thailand

Research from IHS Global Automotive shows around 10 percent of the 1.2 million Thais who signed on to the incentive scheme have either changed their minds or couldn’t pay monthly installments.

Japanese automakers, who control 80 percent of the local market, reported a 30 percent drop in sales on average in the second quarter of 2013.

Once buyers cancelled, the vehicles were seized by auto finance companies and sold as used cars.

“Our prices have plummeted. On average they’ve fallen 20 percent this year,” said Narongrod Chataratipa, general manager of Center Used Car which operates two showrooms in Bangkok.


Responses

  1. Watak manusia2 di Thai itu tidak jauh beda dengan yg ada di Indon. Berkembang tapi tidak akan maju

    • Oh iya, jangan terlalu percaya juga sama berita-berita. Sebagian mungkin ada yang gagal bayar, tapi harusnya sebagian lagi lancar-lancar saja.

      • Final result : gagal

  2. Hasil jepretannya keren2 KangšŸ˜€

  3. kalau yg saya tau om, di thailand itu asal punya uang setara 30jt-an(entah brp baht) itu bisa bawa mobil. krn diberikan subsidi oleh pemerintah setempat baik utk pajak dan harga mobil. tapi persyaratannya adalah mereka TIDAK BOLEH MENJUAL/MEMBELI mobil lagi selama 5 tahun.saya rasa itu cukup positif mengingat pasti ter-control pembelian mobilnya.ga kayak disini orang bebas beli mobil cash/kredit asal ada uang, gonta ganti mobil seenaknya.itu aja yg saya tau om

  4. mungkin maksudnya gagal disitu hanya “case” saja di beberapa customer…
    tp, secara keseluruhan program tsb bisa terus menggerakkan sektor otomotif di sana.
    tahun ini produksi thailand 2jt unit, padahal pasar mrk “hanya” 1, 2jt unit.
    sisanya diekspor ke berbagai negara.

    nah, program Lcgc di sini pd dasarnya mirip (bahkan bisa dibilang utk menyaingi eco car thailand).
    jadi, kalo ga ada lcgc, indonesia menjadi “target” ekspor eco car nya thailand.
    dan itu simple sekali, penduduk kita jauh lehih besar dari thailand (bahkan separuhnya Asean itu indonesia).
    program2 spt itu pada dasarnya lebih ke mana yg lebih menguntungkan secara ekonomi buat negara…
    mau jd importer aja, atau memproduksi sendiri..??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: