Oleh: arantan | Desember 2, 2013

Seperti apa keadaan Bangkok sesungguhnya? Aman-aman aja bro

SONY DSC

SONY DSC

Ke Bangkok?! Emang harus? Nggak baca koran bro? Disana udah rusuh lho mau kudeta! Yang ada elu cari masalah aja! Pertanyaan dan nasehat tersebut banyak saya dengar dari teman-teman juga saudara. Dikira mungkin saya mencari tantangan hidup apa ya? Kakak ipar yang tinggal di Singapore pun sampai berkali-kali SMS ke isteri, apakah saya baik-baik saja? Ya saya BBM an terus dengan isteri, aman-aman saja kok?! Syukurlah.

Dari Kompas hari ini Senin 2 Desember, menyebutkan krisis di Thailand! Dipasangnya di halaman muka paling atas kiri bro! Krisis? Menurut Kompas pada hari Sabtu yang meninggal sampai 4 orang, dan katanya ada pusat perbelanjaan besar yang ditutup dan membuat kemacetan?

Ha? Lha saya disana aman-aman saja tuh?

Harus saya katakan waktu saya dengan group berada di Bankok untungnya seluruhnya AMAN! Saya tidak lihat ada spanduk atau billboard bergambar partai politik dengan foto-foto besar dimana-mana… itu sih di Indonesia ya? Yang paling penting dari spanduk partai adalah mukanya sama nomornya harus paling besar, apa yang diperbuat ya nggak tahu.

Anyway saya juga tidak ketemu kumpulan rombongan pendemo, tidak ada misalnya satu bis atau truk yang isinya para pendemo sambil membawa gendang besar, tidak juga ada gerak jalan membawa spanduk, tongkat dan lain-lain, lagi-lagi itu di Jakarta ya? Tidak ada teriakan dari TOA tentang ajakan berdemo atau provokasi…

Tidak pula saya jumpai perangkat dan kesiapan anti huru hara milik pemerintah, tidak ada mobil tanki air yang tertutup yang sering saya lihat keluar di Jakarta saat-saat genting atau pertandingan bola, boro-boro panser. Memang ada penjagaan extra seperti truk berisi tentara juga ada pagar-pagar kawat berduri waktu saya pergi ke Grand Palace yang di sekelilingnya bangunan pemerintah.

Kemacetan? Ya ampun, kalau di compare dengan Jakarta ya… mungkin di Bangkok mirip dengan traffic pas lagi long weekend di Jakarta bro, mungkin beberapa malah tampak traffic Jakarta pada waktu lebaran….memang tetap ada sedikit antrian kendaraan, tapi tidak pernah stuck di jalan sampai lama lah.

Saya cuman bisa foto yang ada saja, selama saya di Bangkok dari 29 November sampai 1 Desember 2013. Selanjutnya saya jelaskan dengan gambar yak.

SONY DSC

Sepenggal kota Bangkok, jembatan layang itu untuk kereta. Kotanya memang rumit, alias tidak clean, dengan beberapa bangunan yang tampak sudah berumur. Sampah dimana-mana juga, walau jalanan lancar.

SONY DSC

Foto bawah, bisnya mungkin berumur 30 tahun, tapi sudah ada bis tingkat baru dibelakangnya. Bisnya tidak berAC. Selain itu ada tuk-tuk dan taxi. Tuk-tuk yang seperti bajaj itu, jangan disamakan dengan Bajaj di Jakarta, bentuk memang mirip, tapi tuk tuk itu kenceng abis!

SONY DSC

Antrian wisatawan di depan Grand Palace sebelum jam buka, ya rame juga, katanya koran sepi? Ini baru pagi lho, saat Grand Palacenya masih belum buka antrinya sudah seperti ini.

SONY DSC

Gedung tempat pameran Thailand International Motor Expo, ya rame di dalam? Setelah dari sini pun saya dan group ke Jatujak (Chatuchak) seperti pasar yang GWUEDE bwanget! Ya buka saja kok, rame juga.

SONY DSC SONY DSC SONY DSC

Lihat juga foto-foto yang saya ambil di Thailand International Motor Expo hari Sabtu, coba lihat stand Honda mobil, ya rame juga. Sepinya dimana? Lihat juga para mogers dengan parkiran khusus di depan lobby expo, kalau memang keadaan tidak aman, apa mereka mau nongkrong bersama komunitasnya di hari Sabtu?

Kedua foto di bawah diambil pada hari Sabtu malam di depan hotel tempat saya menginap, lha kenyataannya rame kok?

SONY DSC SONY DSC

SONY DSC

Gambar atas adalah pertokoan di sepanjang sungai, Asiatique, ya rame juga. Foto-foto di bawah saya ambil pada hari Minggu, dimana di hari itu menurut koran konon pada hari Minggu sampai rusuh hingga 4 orang meninggal dunia, ya tapi lihat saja sendiri foto-foto saya lah.

Kenapa yang di koran dengan yang saya alami sendiri bisa lain? Koran dan media memframekan apa yang menarik dan memiliki news value tinggi. Ya tentu kalau berita Bangkok aman-aman saja bukan berita menarik bukan? Foto-foto saya yang biasa-biasa saja malah tidak menjual, media tentu lebih suka kalau ada “sesuatu”. Tapi inilah realnya bro…

Dulu pun saya pernah ditugaskan kantor ke Jogja dalam rangka CSRnya kantor, kira-kira seminggu setelah gunung Merapi meletus. Beritanya waktu itu sudah benar-benar ajaib bro. Waktu saya kesana memang amazing, di Jogja bisa sampai ada batu sebesar mobil di tengah-tengah kota, tapi kehidupan sudah jalan, tidak seperti seheboh di media.

SONY DSC SONY DSC SONY DSC


Responses

  1. tidak seperti yang ditipi2

  2. tadi di kampus ngobrol2 saya bapak2 mahasiswa s3. dia bilang s2 nya dia ambil di bangkok. dia antusias menceritakan kondisi pertanian di sana, padahal dia kuliah teknik elektro😀

  3. tadi di kampus saya ngobrol2 sama bapak2 mahasiswa s3. dia bilang s2 nya dia ambil di bangkok. dia justru lebih antusias menceritakan kondisi pertanian di sana, padahal dia kuliah teknik elektro😀

  4. Ninghalin jejak dulu ah
    http://kobayogas.com/2013/12/02/fakta-dibalik-pilihan-membeli-cbr-150/

  5. media informasi itu bisnis bro, bukan layanan masyarakat semata ala TVRI.
    tentu berita yg kontroversial aja yg diambil.
    jupe & DP kelahi yg beritain sebulan gak selesai,
    tapi kalo tetangga yg perang ampe bunuh-bunuhan paling cuma diliput 5 menit aja.
    FPI demo ngerusak lokalisasi heboh banget, giliran FPI dirikan posko di kebakaran gak ada berita sama sekali.
    #sori bukan maksud SARA, ane cuma ngasih contoh doang.

  6. Kren jg bangkok…

  7. om salamin ama natasha nauljam ye.

  8. hahahaha waktu ane ksana tuh lg ada demo dari kaos merah.cuman ga berasa.efeknya cuman macet aja om.tp kita muterin lewat jalur sungai.padahal di hari demo kaos merah itu ribuan orang.tp ttp ga berasa.orang belanja, hilir mudik ksana kemari kayak ga ada apa2.bahkan tidak ada rombongan militer/polisi disana.macetnya pun normal ga crowded banget.meskipun macet jg klo kita liat antrian kendaraan ttp normal.

  9. cukup untuk membatalkan event Race of Champions 2013 yang mestinya diikuti para pembalap legendaris di Bangkok

  10. tgl 28 desember nnti saya mau ke bangkok dengan tour dan di isukan ada bom di phuket jadi dr tour akan di batalkan .. tapi saya liat di web ini aman” saja .. jadi separah apakah kabar disana yq sampai ada bomnya gtu ? emanq nya bner ya ?

    • berangkatnya dari mana? apa dari Medan?

    • Sore, saya tidak bisa mengatakan saat ini kondisinya bagaimana, karena saya sudah di Jakarta.
      Tapi berdasarkan yang saya lihat, waktu itu keadaan di Bangkok aman-aman saja, tidak ada kemacetan, tidak ada gangguan apapun. Jauh sekali berbeda dengan apa yang tersiar di media.

      • Saya berencana menghadiri pertemuan hiv internasional di Queen Sirikit Bangkok tgl 13-18 januari 2014. Tapi panitia lokal thailand disana membatalkan acara berskala internasional dengan alasan keamanan peserta. Saya rasa berita kerusuhan di Bangkok bukan omong kosong.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: