Apakah Kawasaki Indonesia lebih sukses menjual Bajaj Pulsar 200 NS?

Sejak bulan Juni 2013 Bajaj Pulsar 200 NS di launch oleh Kawasaki Motor Indonesia (KMI) dengan nama Kawasaki Pulsar 200 NS. Tapi sampai hari ini pun, yaitu 6 bulan sejak di launching, populasi motor ini begitu-begitu saja.

Motornya sendiri di perceive OK. Alias HP OK, speed OK, akselerasi OK, bentuk OK – barulah, cukup ringan malah dengan harga yang affordable. Memang mungkin ada pertanyaan soal after sales. Tapi tanpa promo besar pun KMI harusnya bisa berjualan dengan lancar, juga karena ada dukungan nama KTM disitu.

Tapi ya hasilnya sampai hari ini pun saya belum pernah lihat ada 200 NS di parkiran kantor, hanya sekali pernah lihat di jalan warna kuning. Ada hambatan apakah?

Apakah kurang peminat? Kesulitan impor? Atau … memang KMI nggak niat ambil quota banyak-banyak untuk Pulsar 200 NS. Ya boro-boro beriklan, kalau kita lihat websitenya Kawasaki di sini saja, di line up Kawasaki tidak ada itu Pulsar 200 NS, mungkin karena statusnya anak tiri, anak titipan.

Bicara “andai”, gimana kalau Pulsar 200 NS, generasi baru Bajaj dengan teknologi hasil ngobrol dengan KTM dijual oleh Bajaj? Lebih lakukah?

Iklan

17 Comments Add yours

  1. pionize berkata:

    wih padahal di jogja uda sering ngliat di jalanan

  2. bams berkata:

    yang pasti KMI tidak mengimport motor ini dalam jumlah bnayak…..mungkin ada sedikit “jaga jarak” kmi terhadap anak tiri….mengingat kebijakan ini bukan dari kmi melainkan dari kawasaki pusat. ketololan BAI yang cepat hengkang tanpa memasarkan produk bagusnya sendiri.

  3. bocah atlantis berkata:

    desire to buy still drop… just talking only to say good bike etc….

    1. Eja berkata:

      Ngemeng apa sih bro inggris acak adul gitu mending bahasa indonesia aja gampang dimengerti

      1. 4nd1 berkata:

        yesterday afternoon child ……. little kid doesn’t play ….

        😀

  4. mbahmanten berkata:

    Model sih bagus, performa juga, tapi ada trauma dari cerita masa lampau. Kata teman saya BPKBnya saja gak laku ama Bank. Apalagi ini produk kayak cuma titipan, belum lagi onderdilnya gimana.

  5. kodokijo berkata:

    Kalo bagi saya sih cuman atu kendalanya, tingginya itu bro, sedangkan soal lainnya sih kaga ambil pusing. Maklum, bekas pemakai Pulsar 200, jadi tau gimana nyusahinnya naik motor ginian, gampang ambruk tuh. Naik Z250 dan Ninja 250 yg lbh berat aja tetep lbh nyaman, krn kaki napak sempurna walau gak pake sendal/sepatu.

  6. arrow berkata:

    masalahnya satu om… STNK-nya blm pada keluar. Parkiran motor diperkantoran atau mall harus pakai STNK kalau mau keluar parkir.

  7. sayangnya bajaj kabur… publik udah antipati dengan merek bajaj…
    dari pada beli bajaj mending beli produk lokal,serendah2 nya ya yang sport murah entu…

  8. donimagie berkata:

    trauma mendalam karena ditinggal minggat

  9. mickanosieg berkata:

    padahal desainnya keren bgt om kemaren nyoba nunggangin di daeler kawak-Padang.. uaaaa kalah semua saingan yg di kelasnya semua jempoll pooll utk nih P200NS. di padang di bandrol 25jt

  10. Duinnn berkata:

    Imho belum sukses, tetapi dg disematkan nama besar kawasaki sedikit banyak memberikan rasa tenang aftersalesnya ada.

  11. Robert berkata:

    Kalau menurut saya faktor kuotanya dari India sana,

  12. xcd125 berkata:

    gimana mau booming?? lombok aja belum kebagian jatah P200NS… yakin daerah lain juga 11-12, adapun ya memang kmi batasin 2000an doang kan sebulan?? tp tu 2000 didistribusiin kemana ya???

    1. bams berkata:

      2000 , buat jkarta dan sumatra saja dah habis om he..he

  13. Kisah Sukses berkata:

    Mantap … Sukses untuk penjualannya …

  14. Marlyn n Gank berkata:

    Sepertinya ada yg sengaja ‘nimbun’ ini motor :-0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s