Oleh: arantan | November 21, 2013

WACANA: Stop pertambahan mobil dan motor!

Kereta yang membawa dari bandara Narita ke tempat singgah makan. Kalau tidak pakai quota, paling dibuat biaya super mahal untuk berkendaraan pribadi. Siapkah orang Jakarta termasuk saya untuk semua naik kendaraan umum?

Saya mau! Syarat ketentuan berlaku: 

Harganya setengah dari kalau saya pakai motor
Kendaraan tanpa tunggu
Saya bisa menyetop dari mana saja dan berhenti kapan saja, saya tidak mau pindah-pindah kendaraan, saya tidak mau belajar nomor-nomor naik turun segala, ribet!
Tanpa naik turun jembatan dan berjalan jauh, di bawah 10 meter lah.
Kendaraan harus AC dan dingin, tanpa orang merokok, dan bersih. Termasuk bisnya, haltenya, jalan setapaknya dan lain-lain.
Anti macet – dan hujan – cepat
Tidak berdesakan apalagi berdesakan dengan orang bau, kalau berdesakan dengan yang “lucu-lucu” no problem
Tidak mau berdiri, saya harus duduk semoga bisa tidur. Semoga bisa tidur dengan sebelah saya …
Semoga saya bisa berkenalan dengan yang lucu-lucu….

Terbaca berita dari sini kalau ada WACANA bahwa Bali mau menyetop pembelian mobil dan motor sampai 5 tahun kedepan. Saya tekankan sekali lagi ini sebatas WACANA saja.

Sangat extreme kalau memutuskan menghukum rata tidak boleh bertambah kendaraan lagi, apalagi sampai batas waktu 5 tahun ke depan. Alasannya karena di Bali lebih sulit untuk membuat jalan baru karena banyaknya bangunan adat di sana. Ya mungkin kalau WACANA ini gagal, dan 5 tahun kemudian nanti teman-teman di Bali macet, tinggal bilang saja … Dulu kami sudah berencana untuk menahan pertumbuhan kendaraan tapi gagal karena permintaan rakyat juga, mantab tho? Ini lempar bola ke rakyat…

Yang bener gimana?

Yang paling bener menurut saya bukan menstop, tapi “control” populasi kendaraan. Sekarang apakah ada sensus kendaraan di suatu tempat? Cara control populasi kendaraan bisa dilakukan seperti di Singapore yang menerapkan sistem quota kendaraan, per jenis kendaraan. Intinya ada quota tahunan, yang di lelang, bagi siapapun yang mau punya mobil dan motor harus berani bayar lelang beli ticket quota…

Foto diatas adalah suatu jalan di Bali, ya memang disana sudah mulai agak padat sih, tapi mungkin masih 10%nya Jakarta😀. Jakarta saja nggak berani menerapkan stop pertambahan mobil kok, ini sudah pakai Ahok – Jokowi lho.

WHAT IS THE VEHICLE QUOTA SYSTEM?

The Vehicle Quota System (VQS) regulates the rate of growth of vehicles on our roads, at a rate that can be sustained by developments in land transport infrastructure.

We control the number of new vehicles allowed for registration, while the market determines the price of owning a vehicle.

Anyone who wishes to register a new vehicle in Singapore must first obtain a Certificate of Entitlement (COE), which represents the right to own a vehicle for 10 years.

The VQS classifies vehicles into five COE categories:

Dari sini.

Memang dengan cara quota ini hanya yang super kaya yang menang dan bisa menikmati jalanan. Tapi, ya dimana-mana pun sudah umum juga, anggaplah seperti tiket VIP, business dan economy, tentu previledgenya beda. Ya rumah sakit saja toh ada kelas-kelasnya juga bukan? Dokter-dokter yang terbaik tentu ada di kelas paling mahal, sekali dokter visit ya lain toh?

Berani?

Ya expectation tidak banyak, mungkin sulit juga karena fokusnya 2014 ada prioritas lain. Mungkin perlu banyak-banyak WACANA, semoga saja bukan untuk seru-seruan, semoga dalam sisa waktu bisa bikin sesuatu yang betul-betul jadi bagi bangsa, mungkinkah?


Responses

  1. Terlalu ekstrim, quota aja cukup. Dan tiap tahun semua kendaraan mau umum atau pribadi harus uji kelayakan, yang gak layak jalan dikurung…😀

  2. Mau batasi kendaraan ya dengan cara kontrol seperti itu. Ada cara lain yaitu batasi tempat parkir di supermarket, Mall, hotel dan gedung gedung lainnya. Tentu pengguna kendaraan pribadi akan berkurang dan akan mulai meirik angkutan umum seperti taksi dll.

    Masalahnya sebagian besar pendapatan daerah berasal dari Pajak Kendaraan dan Retribusi Parkir😀

    • gak cuma itu om…
      PPN, terus PPH21. kalo produksi berkurang dan karyawan berkurang otomatis bakal berkurang pula pajak karyawan ke negara. kalo karyawan kurang otomatis tukang bubur, nasi uduk n nasi kuning akan berkurang pula… kalo ini udah berkurang otomatis tukang rokok pun berkurang. kalo penjualan rokok berkurang otomatis pabrik rokok akan turun omset nya dan negara akan kehilangan banyak uang dari cukai rokok.

      kalo begini yang ada perekonomian tersendat, gak lama negara bangkrut. abis itu bubar…

      perang sodara dan akhirnya terpecah jadi banyak negara…
      😆

      • Wkwkkwk..

        ente ngak Nyambung Roy, Pajak Daerah kenapa bahas PPh 21 ama PPN. Maksud ane kalau DKI dibatasi kendaraan PAD nya turun Drastis tis tis,…😦

  3. sulit sepertinya om….
    http://macantua.wordpress.com/2013/11/20/saatnya-honda-gigit-jari/
    http://macantua.wordpress.com/2013/11/21/katanya-irit/
    http://macantua.wordpress.com/2013/11/20/jaga/

  4. Kalau di Singapura, makin tua kendaraan, makin banyak retribusi yang dibayarkan.
    Jadi, mau memiliki kendaraan tua atau klasik, silakan saja, asal bisa bayar retribusinya yang amat-amat mahal.

  5. INI EMANG HARUS DI BATASI mau tidak mau karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak…

  6. kalau yg dibatasi umur kendaraan kan ga akan mengganggu produksi kendaaraan baru tapi bisa mengurangi populasi kendaraan yg beroperasi. Jadi ekonomi (produksi kendaraan baru) tidak terganggu paling yg terganggu ekonomi keluarga karena harus beli kendaraan baru

  7. susah kalo disini. terlalu banyak “oknum” yg terlibat dan berkepentingan….
    jadi ya seperti sebuah mimpi disiang bolong…

  8. wah kasihan diler2nya😀
    http://setia1heri.com/2013/11/21/daftar-lengkap-umk-tahun-2014-kabupatenkota-di-jawa-timur/

  9. bali sudah sangat padat..2 tahun lalu keluar gang masih keliatan 3-5 kendaraan aja yang lewat..sekarang wuih….apalagi daerah saya peralihan dari denpasar dan kuta jadi banyak pendatang yang bekerja di 2 daerah tersebut yang tinggal disini…

  10. ya jangan samain bali ama jakarte mas,
    bali itu tujuan wisata, mada ada orang yg mau berwisata kalo dah macet.
    ane pernah tinggal di bali. kalo masuk ke sekitaran kuta ya nikmatin aja padetnya, sampe malam juga bisa padet. memang tak separah jakarta, tapi bagi destinasi wisata aduhhh…
    tapi memang, mass transport di bali perlu diperbanyak jaringannya. buswaynya diperbanyak.

  11. Wacana yang terlalu mengekang, sebaiknya memang dikendalikan, mirip-mirip program KB. Mengurangi dampak bukan menghilangkannya. Transportasi massal yang baik harga mati.

  12. Perbaiki dahulu transportasi massalnya. Kalo yg itu belum jangan wacanain yg aneh2.

  13. betul, harus ada pembatasan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil dan ditekankan kepada mobil, agar manusia tidak bermudah-mudahan untuk menggunakan mobil sendirian di jalan raya yang jelas2 mengurangi space jalan raya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: