Oleh: arantan | November 18, 2013

Hampir tiap hari di Semanggi macet karena periksa three in one

Pagi ini waktu mau ke kantor di sundul mogenya polisi gan. Si moge bernomor RI-something (I know sebetulnya). Dia menyundul motor kecil saya, dug! sundulannya pelan, tapi terasa keras karena masanya dia tentu jauh lebih besar daripada motor PCX putih saya.

Kenapa di sundul? Karena si motor minta lewat, tapi saya juga nggak bisa kasih… Posisi waktu itu menuju jembatan Semanggi, sehabis keluar tol arah Pancoran sedang macet, mobil di kiri kanan saya sudah menghimpit. Ada mobil keluar tol mau keluar masuk ke Semanggi kiri, sementara yang dari arah Grogol mau terus ke arah Pancoran.

Saat itulah di sundul gan! Ya sudah saya minggir saja sambil saya hafalkan nomor pengenalnya, siapa tahu dibutuhkan.

Tahu kenapa macet? Gara-gara teman-temannya bapak polisi tersebut yang sedang beraksi menahan dan memeriksa penumpang di mobil. Kalau ada mobil yang isinya kurang dari 3 orang, ya Selamat Pagi! Kemudian dipinggirkan….

Apakaht tidak ada cara lain ya? Jalan Semanggi sekitar 4 lajur, dihambat gara-gara beginian. Saya sadar memang setiap hari ada saja yang melanggar dan memang namanya orang Indonesia harus di jaga setiap hari, tapi ini sangat menghambat lho.

Oh ya, saya juga tidak dendam pada si polisi penyundul saya. Walau dia tidak sedang mengawal dan saya tidak mengerti juga kenapa dia buru-buru dan membunyikan toot toot <- mungkin dia biasa bawa motor kecil sambil berstrobo? Anyway saya pernah ketemu juga ada pengawal bapak-bapak menteri yang tetap bisa melaksanakan tugas dengan simpatik.

Ini foto saya yang diambil tahun 2011, konon jajnjinya tahun 2014 Soekarno Hatta bisa jadi keren begini *wacana*?

Saya jadi ingat juga baru hari Sabtu. Waktu kembali ke Indoensia lewat terminal 2 Soekarno Hatta, setelah lewat imigrasi, lho… ketemu mesin scanner lagi. Biasanya kalau kita lihat bandara negara lain, mereka super ketat kalau keberangkatan alias mengarah kedalam bandara, tapi di Indonesia malah keluar bandara di scanner juga! Mantab!

Memang orang Indonesia rasanya harus di periksa setiap waktu! Bandel-bandel sih!


Responses

  1. klo arah sebaliknya, pulang kerja, justru macet bukan karena diperiksain. ya diperiksain jg bikin macet tapi itu yg jalur keluar dari scbd dan lebih kerasa yg di scbd-nya, sementara gatsunya cenderung macet karena mau masuk tol

  2. kalo gak ada razia ya macetnya jauhhh lebihh parahh lahhh coy

  3. akhir-akhir ini jam 4 sore macetnya uda sampek wisma mulia gatsu. wismul – djp 30 menit.

    • kan sterilisasi busway.
      mw naek busway (nunggu ampe karatan) apa mw naek motor/boil?

      • naek transjakarta nunggu bisnya ampe korengan coooyyy…

  4. ada 3 in 1 juga kurang ampuh mengurangi macet saya rasa, tetep aja mereka yang bermobil berangkat sendiri2, ada sewa joki2 soalnya,, ditambah lagi sistem diperiksa2innya malah nambah macet…

  5. Setiap hari????

  6. Diperiksa soalnya gak mau bayar bea masuk….:-) Kenapa gak mau bayar bea masuk soalnya tarifnya suka-suka yg meriksa….:-)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: