Oleh: arantan | Oktober 27, 2013

Motor flagship tidak harus laku?

Menarik … comment-comment sebelumnya tentang flagship, apakah harus laku atau tidak ya? Saya lihat menarik karena ada banyak permainan kata-kata disitu.

Yang pertama, flagship terhadap siapa? Indonesia saja, Asean saja, seluruh dunia, di kelas apa? Yang disebut flagship apa sih? Saya lebih suka definisi ini:

the best or most important one of a group or system

Bukan soal laku atau nggak laku, tapi *harusnya* kalau sudah di posisikan sebagai flagship oleh brand ya ini suatu produk yang “ter” nya dari brand lah. Yang *Ter* tentu dalam arti positif, kalau bicara motor berarti yang terkeren, yang tercantik, yang paling cuanggih dari brand tersebut.

Produk flagship memang umumnya berquantity lebih sedikit atau jauh lebih sedikit dari produk masalnya. Contoh saja Vespa 946. It is a flagship, bukan yang paling kenceng, tapi dibuat limited karena konon *Italian handmade* sehingga membuat orang *WAAAAA* . Vespa 946 cuman masuk 51 unit di Indonesia dan langsung ludes – sold out! Kalau saya bilang ini laku keras! Pemiliknya pun tentu orang-orang yang super special juga, setahu saya ada Showimah, ada Aqman Move intinya hanya orang-orang khusus saja lah yang cocok punya flagship Piaggio di garasinya. Untuk Vespa 946 orang nggak nanyain lagi pertanyaan-pertanyaan seperti top speed berapa, HP berapa, konsumesi bensin berapa… IRELEVANT! Your agument is invalid! Tapi toh figur 946 diterima orang termasuk saya sebagai motor “ter” nya dari Piaggio saat ini. Yang lebih kenceng? Yang lebih bertenaga? ya tentu ada.

Efek 946 ke brand tentu juga harusnya bisa menaikkan image ke perception brand secara keseluruhan. Brand value naik, ini motor paling *special* dari brand special khusus untuk orang-orang special. Inilah gunanya flagship sebetulnya.

lord-of-the-rings-best-quotes-85

So kalau mau dibilang laku atau tidak mungkin memang nomor 2, tapi semua orang harus bilang flagship itu WOW! Ya kalau flagship saja sudah diejek-ejek apalagi yang non flagship kan? Taruhannya brand seperti itu. Dalam soal 946 quantitynya sengaja dibuat limited, jadi ada value scarcity disitu, “GW punya! Gw special, yang nggak punya ya sorry aja!” Yang jelas 946 saya anggap berhasil, karena memang jauh mencapai target, yang booking lebih banyak dari yang akhirnya dikasih…. yang akhirnya menambah nilai WOW kan? Apakah 946 untuk harian? enak dipakai touring? *tidak untuk dijawab*

OK sekarang lihat ke Inazuma dulu baru ke CBR.

cheap-discount

Super Cheap! Great Deals! Jualan flagship begini?

Anita-Krizsan-a-saleswoman-at-Jack-Barclain-2

Atau jualan flagship enaknya seperti foto diatas? Google this: Anita Krizsan…
Pride nya brand ada di flagship!

Gimana kalau motor flagship saja yang harusnya ter dari yang ter dari Suzuki saja sampai di discont 10 jutak?!!! Saya nggak mau bahas lebih jauh deh. Gimana soal kesetiaan Suzuki pada FBS nya (ada fan boy Suzuki? Giri?) Ini namanya merendahkan brand sendiri. Ya stock sudah masuk bro, ini akhir tahun, gimana ngejualnya? Kebelet panik… Ya kalau sudah sekarang memang sudah syulit bro, harusnya ya tarik mundur dulu, kenapa juga model begitu di masukkin kan?

Dan kemudian ke CBR 250 yang jauh mendingan dari kasus Inazuma. Sebetulnya fight CBR250 bukan lawannya Ninja 250, Ninja 250 bukan flagship bro! Kawasaki Indonesia, diatas itu masih ada kelas 650, er6n, f, versys, z800 malah sekarang ada z1000. So produk menengah Kawasaki yaitu Ninja 250 di compare dengan yang sudah ternya dari Honda… Muka mau taruh dimana? Yep, di sirkuit sih bisa unggul *dengan catatan. Tapi bicara flagship laku tidaknya motor dan value motor kadangkala semata berdasarkan PERCEPTION! Bukan lagi sesuatu yang terukur.

Secara terukur sebetulnya CBR 250R unggul kok, saya juga pernah pakai dan motornya terus terang bagus kok! Tarikan bagus, cukup enteng, sedikit lebih ringan. Tapi ya ini jadi irelevan saat bicara perception.

Bicara 250, di perceive kalau motor 2 silinder dianggap lebih kenceng, lebih mirip moge, lebih merdu mirip moge. Apakah pendapat itu betul? Apakah salah?

So… kembali lagi, laku atau tidak nomor 2, tapi harusnya untuk motor flagship punya peminat yang besar! Penjualan ya harus mencapai target dong! Harusnya menimbulkan efek WOW! GW MAU BANGET PUNYA MOTOR ITU! Sekarang kalau ditanya flagship AHM apa? Rasanya lebih enak saya sebut PCX aja! Paling tidak di Matic di kelasnya dia yang masih paling OK, dan jadi WOW gila-gilaan gara-gara inden sampai 6 bulan! Tambah indennya panjang tambah orang pingin!🙂 masalah akhirnya beneran beli nanti lagi, tapi ini tentu justru menambah orang penasaran.


Responses

  1. kalau cbr bukan flagship berarti mungkin untuk mengenalkan mesinnya ke mekanik2 ahas, sama membuat image mesin tourqe yang cocok buat harian tapi buat balab juga ngak kalah, soalnya mau diturunin ke next tiger harga di bawah 30 juta, wow…
    ngayal.com

    • tiger yg sekarang aja udah nginjak 27 juta om. gimana ntar?

  2. gaya is everything😀

  3. Saya mulai lebih tercerahkan om, thankyu.

    • CBR adalah role model motor ahm selanjutnya. sedangkan ninja 250 adalah pahe dari motor flagshipnya.

  4. benul om, PCX flagshipnya Honda bukan CBR. saya ngerasain sendiri kok gimana susahnya minang motor satu ini. 4 dealer yg saya datengin gak ada yg berani jamin kapan barang datang. kebetulan prj liat2, barang digelontorin 100 unit special prj, langsung di dp. 2 minggu kemudian barang dateng. bener2 penantian yang berujung bahagia :p

    efeknya dijalan susye nemu temen2nya, mau tetot cuman pernah sekali aja sama user pcx B 3135 SGW sekitaran tebet. kali om kenal usernya? hihihihi….

    • saking flagshipnya sampai di parkiran kantor saya cuma ada 3, tapi kalau ducati sama kawasaki ER dan Harley malah ada beberapa…wkwkwkwkkwk untung 3-3nya warnanya beda…

  5. Jujur saya bingung mau komen apa he3.
    Tapi mosok komen gitu doang.
    Komen saya gini aja deh : di Indonesia itu barang mahal nan eksotis macam apapun pasti laku. Apalagi klo ada embel2 mahil, limited, hand-made, eksotis, blablabla. Mau mobil, mau motor, mau jam, mau tas wanita, mau handphone, mau perhiasan or what ever you name it.
    #komen saya OOT ya hehehe

  6. Artikel yg bagus nih. Mungkin sedikit menambahkan bro, brand saat membuat flagship juga harus memikirkan perception.
    Flagship yg gagal menggiring consumer perception = gagal menjadi flagship.
    Produk massal yg sukses menggiring consumer perception = tercipta imaginary flagship.
    Kl di indonesia,
    Real flagship = 946, pcx.
    Imaginary flagship = ninja 250, ditambah embel2 kelas 250cc lah, moge look lah dsb.
    Bergarap ahm mau menciptakan ‘imaginary flagship’ di indo dgn CB 400 super four nih, gapapa harga 11-12 sama er6n. Saya yakin laku2 saja, dgn sederet alasan : tenaga jinak lah, suara 4 silindernya benar2 moge lah.
    Kl marketing ahm bisa mengolah consumer perception, pemakai er6x bisa lari ke CB, naek ke z800 (4 silinder termurah di indo) overkill tenaganya, lebih rasional lari ke 400cc buat harian, suara moge sejati.
    Next battle AHM vs KMI in consumer perception…..

    • superfour kalo ga salah di IU 200an juta bro…

  7. flagship it icon.

  8. Ane setuju flagshipnya ahm ittu pcx… Ane sendiri masih ngiler bro… Karna memang ga ada lawan yang sepadan buat pcx 150.

  9. Ane setuju flagshipnya ahm ittu pcx… Ane sendiri masih ngiler bro… Karna memang ga ada lawan yang sepadan buat pcx 150.
    Cbr 250… Huaahhhmmm kelaut aja dah. Soal bodi masih kalah sama minerva megelli 250
    Mesin 1 silinder cocoknya buat all new tiger, ato buat motor trail aja.

  10. berarti sebenernya kelas kawasaki di atas honda…..

  11. Jujur, saya suka model inazuma. Cuma sayang suzuki terkenal rewel masalah sparepart. Masa sepupu saya mau beli baut hayate yg ditilep tukang tambal ban aja ngga ada di beresnya. Sebetulnya suzuki tuh niat jualan apa ngga ya?

    • Suzuki udah kaya bro, jd jualannya iseng doang, hahaha… Saya gak ragu beli Suzuki, walau udah tau nilai jual bksnya anjlok, tp lama2 jd kecewa krn gak tau lg mau beli produk Suzuki yg mana. Terakhir mau jajal Inazuma, tp sayang, keburu bosan nunggu brojolnya.

    • baut?
      jangankan suzuki bray… merek laen juga sama. belom tentu ada.
      temen gw beli bosh baud punya athlete aja gak dapet di beres nya.

  12. Honda bisa saja bikin flagship, tapi urusan suku cadang amburadul
    http://belitong.wordpress.com/2013/10/26/kembali-bermasalah-komponen-injeksi-supra-x-125/

    • Urusan suku cadang kyknya Yamaha lbh baik deh dr semua merk Jepun.

      • Yupss Bro

  13. Intinya motor flagship itu kudu punya sesuatu yg spesial atau seperior di sisi tertentu. AHM dalam hal CBR 250 mungkin lbh milih “spesial” di sisi hrg jualnya, dan PCX di sisi lama indentnya, biar terkesan WOW…

  14. Saya kok malah gak yakin flagship suzuki itu inazuma, lha dia juga jual GSX, Gladius, dan Skywave 250 kok….kayanya malah inazuma itu buat iseng2 aja jualannya🙂

  15. Hehe..awal mula yang nyebar kata flagship,apakah dri pabrikan juga ya om?..ato sekedar ungkapan dri luar pabrikan..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: