Oleh: arantan | Oktober 6, 2013

Jadi KTM Duke itu motor India?

#Hadeeehhh…

Saya coba list down saja issue negativenya Duke 200 satu persatu…

  • Motor India ya? Dibuatnya di Chakan Plant sama dengan Bajaj kan?
  • Sodaranya pulsar ya?
  • Parts-partsnya India banget!
  • Di India harganya 20 juta nih?
  • Pulsar 200 NS cuman 20 juta juga nih!
  • Tahun depan keluar Duke 30 jutaan gan!
  • 200 cc ya? Sama dengan tiger ya? Kalau 250cc bagus

Belum lagi issue-issue lain soal ketersediaan parts, kehandalan motornya terhadap panas, ketangguhan mesin, tempat service, build quality dan lain-lain. List negative issue diatas tentu melukai dan menyulitkan berbisnis. Dan bukan itu saja, issue ini pun sampai melukai pemilik setia KTM Duke. Wajar, tentu tersinggung juga kala motor yang dibeli dengan duit hampir 60 juta rupiah kemudian dilukai seperti itu.

Saya pekerja di bagian komunikasi, jadi sedikit-sedikit tahu tentang bagaimana menghandle crisis communication. Walau ada kiris kepercayaan, penjualan sebetulnya bisa lancar asal didukung strategi komunikasi bener.

Issue-issue yang saya raise diatas tentang KTM Duke sudah banyak orang tahu, tapi issue tersebut di biarkan saja, tidak pernah di counter dan dijawab secara tuntas dan clear, efeknya jadi snowball, karena makin dibiarkan makin besar. Ada yang  bisa kasih penjelasan resmi soal seberapa India dan seberapa Austria KTM Duke?

Yang harus menjawab issue secara contentnya satu persatu tentu harus dari pabrikan, untuk issue tahun depan keluar Duke 30 jutaan malah startnya dari KTM Indo sendiri. Nggak valid kalau saya atau orang lain yang coba menjawab.

Saya cuman bisa membantu soal bagaimana berkomunikasi, untuk lebih tahu tentang crisis communication silahkan googling saja sendiri, study case dan best practice sudah banyak, lihat saja cara-cara korporasi menghandle krisis kepercayaan terhadap produk dan brand.

Kalau lihat dari berbagai teori tentang bagaimana menghandle crisis communication, umumnya bilang came clean, alias jujurlah dan harus respond CEPAT. Dalam kasus KTM Duke, ya jujur saja dan langsung dijawab, seberapa India, seberapa Austria. Setahu saya rumah design kiska yang selalu dipakai KTM juga merancang KTM Duke 125 yang dijadikan basis untuk 200 dan 390, jadi untuk design bentuk sampai mesin seluruhnya dilakukan di barat, Austria. Bagaimana untuk produksi? Ya tinggal dijelaskan saja.

Ibaratnya minum obat untuk sakit. Kalau obatnya nggak cespleng, makin lama justru penyakitnya meluas dan kemana-mana. Tadinya sakitnya cuman dikit, tapi karena dibiarkan ya efek ke penjualan.

Teori lain dari cara menghandle krisis komunikasi melibatkan gerilya komunikasi. Yaitu dengan menggunakan upaya untuk memecah belah pengaruh, menaikkan issue lain ataupun dengan membelokkan issue, upaya untuk menjatuhkan pribadi yang menaikkan issue pun juga jadi pilihan, coba pancing emosinya. Maaf saja kelihatannya kejam dan jorok, tapi ini memang by the book (buku hitam) komunikasi. Praktek-praktek menggunakan kuda hitam ini sudah lama ditinggalkan karena tidak begitu efektif dan karena cara ini sudah tersebar luas jadi ketahuan juga….

Saran aja, apakah mungkin koordinasi dengan KTM Austria pusat. Minta saja penjelasan lengkap dari sana disertai foto-foto pembuatan KTM Duke, mulai dari konsep, kiska, produksi frame sampai mesin. Kemudian foto lagi di pabrik India prosesnya seperti apa. Kalau sudah ada materinya tinggal distribute, ke perusahaan dari atas sampai sales ngomongnya kompak satu suara. Ke komunitas ngomongnya apa, ke media ngomongnya apa.

Harus di seriusin nih.


Responses

  1. Kalau ktm duke dibilang motor india maka vespa lx disebut motor vietnam?
    Kawasaki er6 n ducati monster 795 motor thailand?

  2. KTM ga seberuntung Ducati.

  3. Ya..agak susah juga sih menjelaskan keorang awam….
    yang mana mindset mereka… KTM=INUL… #eeeaaaaaaaa…😀

    btw…kenapa ga di CKD disini aja ya…?

  4. Masih mending dibilang motor indihe pak. Lha kalau dibilangnya motor Cine pegimane ceritanye pak? Wkwkwkwwkwk…
    Dulu kan ada motor KTM abal-abal juga pak, bintang iklannya Inul Daratista wkwkwkwkwkwk.

    kate…kate..siape? Kaaaaa Teeeee Emmmm…
    # jingle lagu iklan KTM Cine by Inul Daratista wkkwwkwkwkwkwk

  5. Lebih kurang sama kayak kasus olinya artis (you know what I mean lah).
    Oli sintetik made in USA? Beneran nggak tuh? Kok di USA sendiri nggak populer (bahkan ada yang bilang nggak ada). Oli made in USA dan impor dari USA kok di kardusnya ada gambar motor bebek? Emangnya disana pabrikan jualan bebek?

    Daaaaannn akhirnya dibuatlah iklan / TVC yang melibatkan grup band PADI di Amerika sono yang ‘tour’ ke pabrik oli tersebut. Di jelaskan detil sampek ke isi-isinya plus pengolahannya. Begitu yah yang pak Arantan maksutkan? Ada ‘klarifikasi’ dari si produsennya gitu? Hehehehehe

  6. Buat orang awam ktm duke itu made in indehoi.. nth yg 125, 200, 1290 cc sekalipun.. kasian jd rusak image nya

  7. Motor india kualitas dunia, lho.
    Nyimak saja om, tidak tahu internalnya

  8. KTM emang sebagian sahamnya dimiliki oleh Bajaj, pabrikan sepeda motor terbesar ketiga di dunia. Di Indonesia Bajaj emang bernasib malang, gulung tikar. Walau gitu Kawasaki Pulsar 200 NS tetap dinanti oleh penggemarnya.

    Saya rasa KTM seneng2 aja sahamnya dibeli Bajaj, nyatanya penjualan sepedamotornya melejit, kata KTM mereka sekarang adalah pabrikan sepeda motor terbesar di Eropa, mengalahkan penjualan BMW. (Piaggio jualannya scooter, bukan motorcycle). Ya karena Duke 200 laris manis di India.

    Kalau di Indonesia KTM nggak bunyi, emang motornya mahal sih. Powerpartsnya mahal, powerwearnya lebih edan lagi. Ya itu salahnya sendiri. Mungkin ATPMnya udah puas dgn angka penjualan segitu.

    Yah, masih mending sih, dibanding CBR250 yg jeblok. Tapi harusnya KTM bisa jaya di Indonesia, konsep dual sportnya pas banget buat jalanan rusak kita.

    • Dulu Vespa dipegang Sun Motor juga santai, setelah dipegang Piaggio langsung baru laris kayak sekarang.

  9. yg paling berpengaruh kok nurut gua di “kembaran”nya itu. publik udah pada tau kalo si DUKE ini ada kembarannya yg notabene dianggap motor KW oleh mayoritas biker sini, jadi kasta si DUKE ini turun gara2 sodaranya itu,

    coba kalo kembarannya bukan si “ITU” pasti beda, contoh kasusnya di Aprilia RS250, yg mesinnya kembar/berbasis sama dgn Suzuki RGV250, karena sama2 pabrikan besar kelas dunia, maka kasta Aprilia RS250 gak turun, meskipun secara strata brand, Aprilia lebih tinggi sedikit dari Suzuki,

    tp sebaliknya si “sodara” kembarnya itu yg untung, krn dia jd ada bau-bau Eropa nya, citra nya keangkat, apalagi desainnya juga Eropa banget, lgs laris manis tuh……

    beda kasus lagi kalo cuma numpang rakit doank di Indiahe sono, mirip ama yg Ducati lakukan dgn M795 nya di Thailand, gak gitu ngaruh ke persepsi konsumen,

    itu pendapat gua sih

    • setuju om, milih kembarannya aja ah, wong kembar…. dan paling penting harganya jauh

  10. Nyimak aja ah…maklum motor saya cuma CBU made in Thailand yg gak boleh parkir di lobi karena belum 400cc….buat saya mah asal servicenya oke dan kualitas oke bodo amat mau dibilang apa….

  11. Emang parah nih KTM indonesia, lebih parah lagi yang mau bayar di harga 60 jutaan😀

  12. kpn y bs disebut motor nasional

  13. Setrategi yang aneh bagi ktm menurut pangsa pasar indonesia karena brend image merek dagang masih menjadi acuan baku karena asal dari pabrikan hebat pasti kualitas hebat masih menjadi image kuat di kalangan biker indonesia yang terkadang mengesampingkan kualitas motor di samping harga maupun biaya purna jualnya yang menjadikan salah satu pertimbangan utamanya mas …. Akan tetapi secara global ktm sangat di untungkan dengan setrategi tersebut ini terbukti dengan penjualan yang sangat baik di India dan sekitarnya

    • pulsar di india 18jt disini 23,5jt saja
      ktm duke 200 di india 22,8jt saja, di indonesia jadi 60jt…
      kok beda banget selisihnya?
      dari harga asal pun kelihatan kalo duke dan pulsar sama2 harga kw2 sampe sini kok jadi timpang padahal kualitas sama saja

  14. […] tentu KTM Duke 200, keluhan terhadap motor ini sudah banyak lah, terutama tentang harga yang dianggap ketinggian, mesinpun 1 silinder juga, cc juga yang […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: