Oleh: arantan | September 18, 2013

LCGC dan problemnya …

Suzuki Maruti yang saya jepret di kawasan Sudirman

Sebetulnya kalau mau ribut-ribut soal LCGC ya dilakukan sejak tahun lalu lah, sekarang sudah keluar beneran baru mau ribut ya telat.. Sejak IIMS tahun lalu, mobil Agya – Ayla sudah mejeng di IIMS, bahkan sebetulnya Astra – Toyota – Daihatsu sudah mulai start dari 3 tahun sebelumnya, jadi kalau di total dari pertama kali gagasan Agya – Ayla … rancangannya sudah sejak 4 tahun yang lalu bro! Toh baru sekarang juga keluarnya.

Problem bertumpuk

LCGCnya sudah keluar, tapi belum mengaspal… Setelah Toyota – Daihasu, Honda, Datsun, masih kemugkinan adalagi Suzuki, mungkin keluar di akhir tahun atau awal tahun 2014.

Ributnya ya macam-macam, yang pertama mungkin soal *untuk siapa?* Unuk rakyat kecil tapi kok harganya “mahal”? Siapa yang dimaksud rakyat kecil? Atau harusnya ada definisi lebih detail lagi, rakyat kecil, kecil aja, agak kecil, hampir kecil, kecil banget?

Bagaimana solusi transportasi untuk rakyat kecil yang merasa masih belum mampu untuk ber LCGC? Mesti naik apa? Mungkin transportasi publik? Kemudian bagaimana penempatan si LCGC ini dengan mobil nasional?

Ada lagi soal trauma kemacetan yang kemungkinan bakal bertambah. Sekarang saja sudah macet, bagaimana nanti kalau banyak orang beli mobil LCGC kan? Ya bener juga…

Salahkah para produsen mobil? Ya nggak jugalah, industri tentu menyerap tenaga kerja, bukan saja mereka yang bekerja di pabrik, tapi turunan partsnya kemana-mana, kontribusi ke penyetoran pajak pembangunan, tentu juga untuk menaikkan kualitas hidup orang banyak. Yang tadinya naik motor, mungkin diharapkan bisa naik mobil, ya nggak salah dong?

Apakah harganya masih kurang murah? atau terlalu murah? Soal harga, pasti ada saja yang protes. Yang sudah punya mobil mungkin berkata, kemurahan! Enggak bener nih! Nanti kalau orang banyak beli LCGC, jalanan *saya* jadi tambah macet!!! Mahalin lah, naikin 30-50 juta lagi. <- berarti nggak LCGC dong?

So, emang maunya apa sik?

Kalau melihatnya sekotak-sekotak, semuanya benar, semua pihak punya target yang harus dipenuhi. Para gubernur ya tentu ingin supaya daerahnya efisien, produsen mau untung, rakyat pun menuntut mau mencapai tujuan tentu dengan nyaman – aman – murah – cepat. Jadi pasti ada konflik kepentingan.

Baiknya ada sistem kontrol untuk LCGC, pemerintah daerah juga mungkin sebaiknya dilibatkan supaya bisa memberi masukkan yang pas. Belum tentu juga LCGC pas untuk semua kota kan? Bukannya semua bisa dihitung dan di analisa ya? Kendaraan yang keluar berapa, volume jalan berapa, pertambahan jalan dan kendaraan di suatu daerah berapa?

#barangkali


Responses

  1. Nyimak aja..

  2. begitu kompleks mengenai LCGC

  3. kesempatan musyawarah nggak ada sebab pemimpin sudah tandatangan meski aturannya belum ada, ibarat tandatangan di banko kosong.

    benahi angkutan massal kemudian berlakukan ERP, jangan genap/ganjil.
    karena genap/ganjil hanya menguntungkan produsen mobil.

    • setuju om. khusus roda 4. perlu diberlakukan ERP. uangnya buat transportasi publik yg aman, nyaman, tepat waktu…

  4. Bener mas, byk yg koar2 mslh macet, subsidi bbm, dll.. Tp yg perlu diingat indonesia bukan cuma jakarta yg selalu macet, didaerah kehadiran mobil ini sangat diharapkan, karena tidak ada yg bisa diharapkan dri transportasi massal murah..

    • lha itu mobil paling banyak beli jg org jkt, hrg di jkt jg lebih murah dibanding di daerah, dan katanya harus pakai pertamax padahal di daerah belum merata pertamaxnya, jd memang semua fakta menjurus lcgc fokus di jakarta.

      • setuju, otak somplak tuh yang bilang orang daerah juga berhak punya mobil murah, memang orang daerah lebih miskin dari orang kota? satu lagi orang kota juga semuanya orang daerah yang urban ke kota (buktinya tiap lebaran semua kota kosong melompong), terus kalau isi bbm pertamax memang ada didesa desa? ujung ujungnya yang beli orang kota semua!

  5. yang jakarta butuhkan transportasi massal, hari minggu kemarin jalan2 sama anak istri ke stasiun kota naek KRL, hari minggu pun sangat rame. hari kerja apalg dan jumlahnya lebih banyak dari pada KRL + Ekonomi Combined.

    Sebetulnya penduduk jakarta perlu MRT. tapi daerah juga perlu mobil murah biar bisa commuter di daerah2.

    kalo kota? cukup motor saja…

    • yang dimaksud daerah itu apa sih? didaerah juga ada kota dan desa, dikotanya juga mulai macet, kalau didesanya ga ada pertamax! akhirnya ini mobil hanya muter muter dikota saja, siapa sih yang butuh mobil 4 penumpang? keluarga muda atau pemilik mobil yang ingin tambah mobil alias bukan buat rakyat kecil

  6. kalo saya lihatnya dari sisi lain kalo seperti ini berarti kesannya orang yang ga punya duit ga boleh punya mobil donk silahkan terus berempat pake motor trus di tilang adil donk kalo produsen ga boleh bikin mobil murah berarti sekalian mobil mahal pun jangan jadi adil ga ada mobil sekalian pake angkutan umum atau motor semua

    • mas beli mobil itu ga susah, masalahnya itu biaya OPERASIONAL dan PERAWATAN dan ASURANSI dan PAJAK kendaraan, bahkan jika mobil itu cuma jadi pajangan tetap saja perlu asuransi ganti oli dan bayar pajak, jadi biar kata itu mobil tidur dirumah saja, tiap tahun harus bayar 2 juta lebih, kira kira biaya keseluruhannya diatas ninja 250 dikit lah.

      • mobilbaru minim perawatan loh saya pake terios sudah 5 tahun cuman ganti kanvas kopling saja 800rb pajak 1,8 juta setaun anggap saja nabung 200rb perbulan buat pajak 300 ribu buat perawatan 500 ribu cukuplah buat yn bisa beli mobil 75 jutaan berarti gajih perbulan harus minimal 3,5 sampai 5 jutaan

  7. yang udah punya boil , ga boleh beli LCGC.
    :xixixixixixixixixi

  8. Mungkin bisa pemerintah daerah mengatur LCGC ini dg hak otonominya, kalau imho, pemda lebih baik belajar dari carut marutnya transportasi Jakarta, jadi fokus kepada pembangunan jaringan transportasi yang berbasis angkutan masal yang terintegrasi satu dgn lainnya, kalau imho lagi mungkin lcgc tidak berpengaruh besar karena masyarakat Indonesia lebih suka MPV daripada sedan hatchback, karena umumnya keluarga besar.

  9. ya hrsnya rilis nya jgn fokus di jabotabek. tp di daerah2. baru valid klaimnya. klo digeber di sini2 aj ya pasti bikin macet. lagian knp mobil selalu dikasi privilege lebih sih?

    • yg dikasih privilage paling kecil motor..mobil..ambulan..paling tinggi kreta api
      soal di ujian SIM :p

  10. ternyata jawabannya E (benar semua)

  11. Di Jakarta itu perlu kebijakan disinsentif kepemilikan kendaraan pribadi, untuk daerah lain silakan disambut LCGC-nya. Soal murah gak murah ya relatif.

  12. Ketemu orang Toyota Astra di kereta waktu pulang dari Semarang, ngobrol2 ternyata memang 85% penjualan ditargetkan untuk Jakarta. Beuh

  13. krikil, plastik, keong, ikan gathul, belthok , dst …… = barang kali

  14. low cost green motorcycle (LCGM)

    ini yg lebih menyasar rakyat kecil
    hehehehe

  15. dari pada ngomongin regulasi buat LCGC itu, justru ane ngeliat dari … siapa yang mau beli ?

    kenapa ?

    Segmen :

    di segmen yang di incer oleh produsen produk LCGC kan adalah mereka yang secara ekonomi sudah cukup mapan namun belum mampu beli mobil seperti Xenia-Avanza.

    Mindset :

    di kelompok ini mereka umumnya masih seven seater oriented. Apakah LCGC menyediakan mobil seven seater. Jika YA lanjut. Jika Tidak, stop disini

    Pro LCGC :

    produsen menawarkan mobil LCGC dengan harga dibawah 100 jeti plus kredit dkk, dengan asumsi konsumen mendapatkan mobil baru dengan harga ultra kompetitif

    Kontra LCGC

    dengan harga 100 juta-an konsumen tau ini adalah mobil “ultra entry level hyper specdown” dilihat dari kemampuan ekonominya, mereka enggak semudah itu termakan promo LCGC. Gimana mobil Kijang kapsul seken dkk ?

    Pertanyaan

    ingat kasus brio ? city car seharga 170 dari honda ? laku ? enggak ? tambah dikit dapat Jazz baru, kurangin dikit dapat Jazz seken tahun muda. Brio laku ? pikir dulu deh …

  16. lgcc KLO Ane lihat tak lbh dr upaya diferensiasi produsen dlm mengail segmen pasar mobil bg klas menengah. ad plus minus ny lah, pronya konsumen pny plihan mobil baru “terjangkau”, minusnya; nanggung.

  17. Gpp lah LCGC.. kasiah blogger indom ini masa mainannya motuba terus.. sekali2 biar bisa beli mobil baru lah… masa hidup cuma sekali ga boleh punya mobil baru… wkwkwk

  18. sebatas menolak atau melarang tanpa solusi jg ga baik. mungkin pemernth bisa memaksa produsen kendaraan yg sdh mencapai angka penjualan tertentu diwajibkan membantu penyediaan transportasi masal yg nyaman, dan biar industri otomotif tetap jalan maka usia kendaraan dibatasi. misal 10th tdk bisa diperpanjang, jd yg pengen kendaraan ya hrs beli lg.

  19. kan atpm dapet insentif atas penjualan lcgc, bagaimana kalau insentifnya dialihkan untuk bikin jalur khusus lcgc? he he he… ada busway ada lcgc way, btw pembatasnya pake spike strip aja.

  20. sepenglihatan ane di jambi banyak jg org sana yg membeli mobil di jkt krn hrg otr nya lebih murah,jd ga heran jg sih klo targetnya sebagian besar utk jkt,,

  21. Sipp…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: