Oleh: arantan | September 14, 2013

YIMM – AHM, mesti belajar dari studi kasus rumah makan Padang

photo-1

Foto di atas hanya sebagai ilustrasi saja, ini hidangan ikan di Benhil, pinggir jalan tapi enak gilak!

Saya mau share tentang 2 restoran Padang, yang satu saya ingat namanya adalah Sederhana, yang satu lagi namanya saya lupa anggap saja namanya Bersahaja. Rumah makan Padang Bersahaja muncul belakangan dari rumah makan Sederhana. Si Sederhana buka duluan dan sudah punya pelanggan tetap termasuk saya.

Jarak antara rumah makan Sederhana dan Bersahaja cuman dipisahkan satu jalan masuk saja, sebelah kiri ke Bersahaja, kanan ke rumah makan Sederhana. Aneh juga kenapa juga si Bersaja nekat buka persis di sebelah Sederhana. Entah kenapa si Bersahaja tidak laku, padahal sama-sama hidangan Padang, saya pun juga tidak pernah ingin mencoba Bersahaja, karena merasa sudah baik-baik saja dengan Sederhana kok, harga Sederhana OK, rasa OK, volume OK… Saya rasa sama-sama Padang ya hidangannya toh sama.

Kalau turun makan siangnya telat dikit, rendang, telor, paru di Sederhana sudah habis, sementara di Bersahaja, tidak ada orang yang mampir. Kalau lauk di Sederhana habis, saya pindah ke nasi goreng, mie, kwe tiaw, ketoprak, warteg. Tidak terpikir untuk ke Bersahaja.

Tapi hari pertama sehabis libur Lebaran, si Bersahaja sudah buka, sementara Sederhana masih tutup. Karena waktu itu saya sedang ingin makan Padang, akhirnya saya beli juga disana, dugaan asumsi saya sebelumnya ternyata benar,  harga di Bersahaja sama saja, rasa sama, volume sama lah, tapi varian lauknya sedikit lebih banyak saja. Besok-besoknya saya berpindah tempat makan, dari yang setia ke Sederhana, sekarang ya pindah ke Bersahaja.

Saya lihat hari demi haripun mendadak semakin banyak pula pelanggan baru yang jadi membeli di Bersahaja. Pelayan yang tadinya cuman 2 orang, mereka tambah 1 jadi 3. Pesanan pun membludak, sekarang sering saya lihat ada pesanaan dus-dusan sampai puluhan, bersahaja mendadak dapat pesanan, cuman karena si Sederhananya belum buka.

Kurang lebih 2 minggu berikutnya barulah si Sederhana buka kembali, tapi kondisi pasar sudah berubah, mereka sekarang sudah tahu bahwa OK-OK saja membeli di Bersahaja. Dari pengamatan saya pelanggan Sederhana jadi sedikit berkurang, sekarang lauk masih agak banyak walau telat untuk turun makan siang.

Sesuai judul….

Untuk motor batangan, mungkin benar kalau penjualan hanya bisa lancar kalau didukung dengan distribusi yang baik. Ketersediaan motor ready stock di pasar, ini bicara motor yang fungsionil, kendaraan untuk dipakai. Darpiada menunggu, lebih baik lihat toko sebelah?

Juga berhubungan dengan keragaman produk. Bahwa Vixion adalah bagus, saya setuju. Tapi menyodorkan barang yang itu-itu saja setelah beberapa tahun tentu berat di jualan. Pelanggan butuh sesuatu yang baru, varian baru, ya kalau tidak ada… cek rumah makan sebelah …


Responses

  1. kan udah ada vixion n byson…
    variannya kurang… berat buat YIMM maintenance segitu banyak. beda ama AHM.

    Varian banyak tapi mesinnya sama…mesin GL dan CBR…

    • Ada gule nangka, gule ayam gule ini gule itu. Ceritanya, bahan sama tapi tampang beda. Tergantung saat itu pengen apa.

      • betul…
        tapi cuma pabrikan besar yang bisa maintenance segitu banyak produk.

        sama kek jerman di PD2, tanknya banyak, ada tiger, koenigstiger, AUSF dan SDKFZ ampe berapa sub varian itu… akhirnya kalah perang karena kesulitan logistik dan sparepart.

        beda ama Allied n Soviet yang mengandalkan sedikit tank di medan tempur.

        tercatat yang maju paling depan cuma Sherman dan T-34. meskinpun tank2 lain ada tapi bukan ujung tombak.

        Allied dan Soviet menang… Jerman kalah…

  2. Rumah makan sebelah menunya sama saja tapi banyak yg di ubah ‘stripping’ nya itu yg buat sebagian pelanggan pikir ulang.. Kalo yg sebelahnya makanannya ‘pedas’ tp bikin mulas-mulas…:mrgreen:

  3. jadi jika beli beli motor A harus inden atau hanya melayani kredit, sedang motor B bisa jamin ready stock dan bisa cash mungkin saja pelanggan berpindah

  4. artikel yang bagus ..halus sekali nyentilnya..

  5. cerdas….
    y dan h juga menyadiakan menu yg imbang, terdiri dari 3 jenis mesim berbeda:
    yamaha terdiri dari byson 150cc air cooled
    scorpio 223cc air cooled
    byson 150cc water cooled

    honda
    megapro dan versa, type mesin sama 150cc air cooled
    cbr dan cb150r type mesin sama yaitu 150cc water cooled
    tigor pake 200cc air cooled….
    kayaknya masih imbang menunya….

    • gak imbang…

      Honda lebih banyak… CBR150,CBR250,NewMegapro,Verza,CBSF dan CS1.

      Yamaha
      cuma NVL dan Byson, kemudian di produksi lg Old Vixion

      Suzuki cuma 2
      Thunder n Inazuma

      Kawasaki paling banyak…
      KRR, KS, KSS, N250,DTracker,KLX,KSR,ZX6,ER6 etc

      • betul sekali….tapi artikel ini ngomongin y dan h saja, dan di kelas semprot y gak punya yg 250cc keatas, jadi bahasannya dipersempit sampai 223cc saja karena faktanya cbr250 udah gak didelivery lagi sekarang alias stop produksi…

      • ya berarti 4 lawan 2 donks…

        5 lawan 3 donk…

        CB,CBR,Tiger,NMP,Verza + CS1 vs NVL, Byson n OV

      • tambaham lagi, cs1 gak masuk hitungan katena termasuk moped, trus yamaha ada 3 type bukan 2 type yaitu: nvl, byson dan scorpio, belum lagi vixion lama yg diproduksi lagi…
        dari 3 type itu yamaha pake 3 mesin berbeda.
        honda punya megapro n versa yg mesinnya sama, trus cbr sama cb yg mesinnya identik.dan tiger yg pake mesin tersendiri.

        jadi walaupun h lebih banyak type tapi y dan h sama2 pake 3 macam mesin berbeda…jadi menunya sama yaitu sama2 pake 3 jenis mesin berbeda…

      • di websitenya… CS1 masuk kategori sport. sedangkan FU masuk kekategori Moped, juga athlete.

        Y punya 3 dan H punya 5. meskipun mesin sama tapi memiliki 5 varian.

        Honda lebih banyak…

      • 4 lawan 4 bro

        nvl, old vixion, byson, scorpio

        vs

        versa, nmp, tigor, cbr

      • tambahan

        http://www.astra-honda.com/index.php/product/index/1

        disitu CS1 masuk kategori sport…

      • jangan lupakan sub varian om…

        SW + CW…
        kalo di total Honda lebih banyak…
        bisa sampai 10 sub varian…

        http://www.astra-honda.com/index.php/product/index/1

      • sportnya honda buanyak ,
        setau ane nih:
        CBR
        cb
        tiger
        verza –> SW dan CW
        NMP –> SW dan CW
        CS1
        ————- + total
        6 tipe berbeda atau 8 golongan jenis pada beberapa varian.

        yamaha:
        setau ane sih
        scorpio, NVL, OV (tapi masih gak ada di dealer), dan byson
        yg semuanya jenis CW
        ————- + total
        4 tipe berbeda

  6. yg punya warung sederhana pake honda, yg warung bersahaja pakai yamaha?

  7. Kirain kasus klo makan di tempat 1 centong nasi, bungkus 2 centong nasi😀

  8. tapi kalo baca bagian2 awalnya, keliatan kalo pembelinya cenderung terus bertahan di zona nyamannya. pada akhirnya karena sebuah keterpaksaan ia memutuskan keluar dari zona nyamannya, mungkin juga zona nyaman yang sebenarnya dibuat dari asumsi-asumsinya sendiri, dan mencoba satu yang sama sekali berbeda dan ternyata tidak jelek2 amat juga kan

  9. perumpamaan yang indah

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

  10. Ane kalo k warung padang cuma sayur daun pepeya + Jeroan, Maklum Labil ekonomi, Kudeta Dompet, Harmonisasi Pengeluaran

  11. Ah kurang cerdas ilmunya dibandingkan sama ocehan vicky prasetyo lulusan S3 amerika di twitter (sebelum akunnya ditutup oleh yang bersangkutan)

    ‘ Saya suka ke restoran japanese. Saya suka makan susi. Tapi santannya nggak sehat. I stop’.

    Buahahahahahahahahaha…

  12. kelas head to head d bagian sport H & Y
    -cbsf vs nvl
    -nmp vs byson
    -tiger vs scorpio

    -Verza ga masuk itungan,soal nya ga head to head sama produk Y,bahkan sama pabrikan india juga hanya head to head d masalah harga saja,begitu pula dgn thunder
    -Cbr series juga ga masuk,head to head nya sama ninja series,wlpun yg 150 hanya head to head secara harga
    -old vixion juga ga masuk itungan,soal nya ga ada lawan daro H
    -cs1 ?
    Cs1 bukan sport,walaupun d web nya masuk kategori sport,cs1 masuk kategori bebek super,satu segmen sama FU & MX.

    masa ia si enceessss one mau head to head sama old vixi,kontroversi donk komparasi nya😀😆 IMHO😛

    • kan di websitenya ditulis sport bro, berarti yg nulis gitu di website orang OON dong? alias ngawur gitu?
      dari namanya sendiri udah siti sport wan, hayo

      • terserah ente menyimpulkan nya gmana,sakarepmu😆

      • hahaha bukannya mencari kebenaran , tapi lebih mementingkan kemenangan pendapatanya sendiri ….coba lah kau survey ke semua rider apakah cs1 motor sport apa bukan😀

      • detroit

        kalo melihat fakta dari situsnya AHM, itu masuk kategori sport. terlepas stigma orang akan motor tersebut apakah bebek atau bukan.

      • ya terserah sih …kita mencari solusi dari realitas sudut pandang konsumen bukan dari sudut pandang si penjual …mau kata penjualnya maksaain itu sport tapi kalo sebagian besar konsumen bilangnya itu bebek mau apa lagi hehehe …

      • iya tetep…
        itu sport…

        orang Indonesia bilang Tank Scorpion adalah Tank. padahal bukan, karena scorpion bukan tank ringan dia hanya sebagai tracked reconnaissance vehicle gak lebih.

        dari sudut pandang mana pun, sipenjual akan memasukan tersebut sebagai recon tank.

        dalam kasus ini CS1 akan masuk ke bagian penjualan sport.

    • CS1 itu masuk kategori sport… like it or not, itu sport bukan bebek. kalo situ gak terima coba komplain ke AHM…

  13. Analoginya cukup baik tapi gak terlalu sesuai sama situasi dan kondisi H vs Y….karena sebenarnya 2-2nya terlalu meremehkan pasar Indonesia….volume penjualan R2 tinggi lantaran sikon kualitas transportasi yg jelek dan minim opsi tapi lihat kalau LCGC dan transportasi publik sukses dibenahi bisa jadi kue R2 gak segemuk sekarang ini lagi….bisa2 2-2nya malah melempem….

  14. Damn what a nice article….. 😀

  15. intinya siapa cepat, dapat!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: