Oleh: arantan | Agustus 17, 2013

Rico – Dina part 2, makan-makan casual saja tidak apa kan?

Bali_beach

Posting ini berlanjut dari posting sebelumnya. Nama “Manda” saya ganti menjadi “Rico” supaya tidak membingunkan, segala kejadian dan nama di posting ini adalah fiksi. Kesamaan nama dan kejadian adalah karena ketidak sengajaan.

Di malam itu Rico sedang minum juice favoritnya, alpukat dengan sedikit susu dan kopi. Rico duduk  sendirian, sambil minum juice, tangannya berganti antara memegang gelas juice dan memainkan game di handphonenya. Juice alpukat sudah setengah habis, jadi kira-kira sudah 15 menitan Rico duduk di resto iga bakar di dekat kantor.

Sampai pinggangnya di remas halus dari belakang, tanpa melihat, Rico pun tahu itu pasti Dina, dia tidak menoleh hanya badannya kaget sedikit, tidak menengok karena gamenya lagi tanggung. “Mas, udah pesenin?” Kata Dina. Rico menutup handphonenya dan menjawab “belum, nggak tahu kamu kapan sampai, gw juga belum. Pesen apa ya?” Rico kembali menunduk melihat ke layar handphonenya. “Mas aku bosen sini terus, lagi pingin makan bakso …”

Mereka sudah sering makan disitu, sudah sekitar sebulanan Rico dan Dina sering makan berdua, dalam seminggu frekwensi makan-makan mereka sekitar 3 kali, setiap kali setelah makan baru Rico mengantar Diana sampai kostnya. Rico merasa lebih nyaman jika pulang ke rumah ketika jalan sudah kosong, sementara Dina pun senang kalau ada yang menemani mengajak ngobrol. Mereka berdua memang teman ngobrol yang pas, kegemaran mereka pun sama, ya nonton! Mereka juga sudah pernah nonton bioskop bersama.

Dina: “Ke blok S yuk?”

Rico: “OK, pesen minum aja dulu? Gw tanggung”

Dina: “Mas buru-buru?”

Rico: “Nggak kok, tadi udah bilang rumah”

Dina sudah tahu status Rico sebagai pria beristri, Rico pun tahu kalau Dina pun sebetulnya bukan single lagi, Dina sudah punya tunangan yang bekerja di sebuah parbrik di Tangerang, rencananya 6 bulan lagi di awal tahun depan Dina akan menikah dengan pasangannya.

… 20 menitan kemudian mereka sudah pindah duduk di resto bakso dan memesan makan

Dina: “Mas, kalau sudah nikah bakal sering berantem nggak sih?”

Rico: “Maksudnya?”

Dina: “Ya aku sekarang jadi sering berantem cuman gara-gara soal kecil-kecil aja, tante juga lagi kesambet”

Rico tidak bercerita ke Dina, soal isterinya yang juga menangkap perubahan kecil-kecil pada dirinya. Dulu ketika belum tahu Dina, Rico pasrah saja ketika bajunya dipilih dan dibelikan isterinya di carefour, sekarang Rico memilih baju – celana sampai sepatunya sendiri. Rico pun tidak pernah lagi membeli bajunya di Carfefour, tapi di butik mal, seleranya bertambah bagus. Isteri Rico bukan tidak tahu dan tanggap, tapi Rico bisa menjaga kalau perubahannya dilakukan perlahan, ya karena juga keterbatasan dana.

Belum lagi soal pulang malam, memang kantornya sering pulang malam tapi sekarang setiap hari pulang malam … tapi sekarang lebih sering pulang dalam keadaan kenyang, makan dimana? Isteri curiga tapi tidak bisa menangkap sesuatu yang pasti.

Rico: “Ya namanya juga mau nikah, stress wajar lah, namanya juga bukan cuma berdua tapi ada keluarga juga yang mau disatukan”.

Mereka sudah sedekat itu  … tapi kalau soal fisik sampai sex sampai sekarang adalah batasan yang tidak pernah mereka lewati. Mereka tidak pernah berpelukan  apalagi berciuman, hanya sekali-sekali memang Dina terbiasa memegang tangan atau menepuk-nepuk Rico ketika asik bicara. Paling hanya berpegangan tangan. Mereka sebetulnya tahu sama-sama suka, tapi tentu ada batasan jelas. Tidak ada yang salah kan, kalau hanya makan-makan saja?

Rico: “Din, gw minggu depan ke Surabaya, 3 hari 2 malam, jadi minggu depan kamu motoran lagi ya”

Dina: “Ikut dong!”

Rico: “? Gimana cara?”

Dina: “Bosen mas, stress, aku nyusul aja, jangan Surabaya, panas, Bali yuk”

Dina mengucapkannya dengan enteng sambil makan bakso, Rico pun tidak mengiyakan atau menolaknya. Rico terkejut tapi membalasnya dengan tersenyum saja. Rico tidak tahu apakah Dina serius atau tidak, Surabaya panas? Di Bali bukannya lebih panas?

Di perjalanan pulang Rico berpikir, maksudnya apa? Pesan dua kamar? Double bed? Ini jalan sebagai teman? Atau sebagai apa? Apakah selesai tugas kantor dia ambil cuti extend ke Bali? Masak ditantang nolak? Mau menolak bagaimana ke Dina? Langsung pesan tiket? Hotel?

… Bersambung …


Responses

  1. […] Bersambung … ke part 2 sini. […]

  2. Nyimax, masih bersambungkah?

  3. Ini arantan.17tahun.com harusnya…

  4. siapa pula istri yg tega beliin baju suaminya di carefour?
    apa mas saranto sudah pernah lihat kualitas n model baju yg ada disana .. paling cuma kaos, cd, yg layak dipakai itupun cuma di rumah saja🙂

  5. wah om arantan serasa baca novel

    • mira. w:mrgreen: “segurat bianglala di pantai senggigi😀

  6. tunggu tayangnya di SC*V hehe

  7. ni pasti pada nunggu jilid ke 3 …. kayak sinetron sctv ya

  8. Hahaha, bininya polos banget. Kalau terjadi sesuatu yg disalahin sapa. A. Rico b. Dina c. Istrinya rico d. Calonnya dina e. Pohon parkiran.

  9. Cepetaaaaaaaaaaaaan lanjutiiiiiin!!! Penasaran parahhhhhhh

  10. main api memang meyenangkan (karena setan) tapi harus siap terbakar.
    jika mendapatkan pasangan dengan cara menyelingkuhi terlebih dahulu(merebut), siap2 saya akan diselingkuhi ketika dia sudah dimiliki.

  11. api mulai disulut nih :v

    http://awansanblog.wordpress.com/2013/08/17/aprilia-scarabeo-125ie-retro-imut-dari-eropa/

  12. merinding aku.kanggg…ampir

  13. wah mulai gak bener nih gak tau endingnya mungkin mengejutkan.
    di part satu masih dimaklumin. part dua mulai negatip tingking. hehehe.
    kayanya om lagi bikin naskah sinetron nih. side job
    survey lewat blog dulu. banyak respon shooting deh

  14. Ceritane makin seru kayanya isi blog bakalan jadi mirip cerbung ketimbang bahas motorlagi…..wkwkwkwkwkwkwk

  15. ENNY ARROW… kayanya dia gurunya bung arantan, wkwkwkwk😀

  16. blog motor mas arantan emg beda… engak selalu bahas motor baru, isu-isu motor baru.. jd ada warnyanya di dunia blog motor tanah air…

  17. Manda-rico..masih bingung gw.. Gmn klo diganti Arantan aje??

  18. semoga pertemuannya berlanjut di ranjang.oooh god..oohh yees…kalo gak lanjut diranjang cerita gak seru.karna gak ada kucing nolak daging

  19. Lanjutttt…

  20. Wehh…ini cerita kayanya ujung2nya ngejebak nih. Saya nyimak aja ah, ngga mau spekulasi…..

  21. baca tulisan ini jadi ingat treat kaskus bb17 cerita panas…

    —–
    3 tulisan tentang ini saya mula curiga sama yang punya warung….

    tapi over all, bahasa mas saranto bagus untuk bikin novel…. lanjutan nya mas, yang panas ya….

    bhahahbaab

  22. Rico tidak bercerita ke Dina, soal isterinya yang
    juga menangkap perubahan kecil-kecil pada
    dirinya. Dulu ketika belum tahu Dina, Rico
    pasrah saja ketika bajunya dipilih dan dibelikan
    isterinya di carefour, sekarang Rico memilih baju
    – celana sampai sepatunya sendiri. Rico pun
    tidak pernah lagi membeli bajunya di Carfefour,
    tapi di butik mal, seleranya bertambah bagus.
    Isteri Rico bukan tidak tahu dan tanggap, tapi
    Rico bisa menjaga kalau perubahannya
    dilakukan perlahan, ya karena juga keterbatasan
    dana.
    ———

    mustahil bisa nulis kalimat ini kalau tidak mengalaminya…..

    uhuiyyyyy….. buka titik jossss

  23. produser produser mana produser

  24. brasa mulai ky stensilan nih…(‘3’)

  25. dari makan-makan casual lanjut ke bobo-bobo siang casual . . .😀

  26. Salut buat om arantan, jiwa marketingnya bagus. Tulisan kayak gini bisa laku juga.

  27. Nie blog isi’a macam2 yh .. ^^
    Ad otomotive, gadget, ftv (sintron dngn kabaran kisah sedikit nyata), dll .. ^^

  28. Lanjutkan terus aksimu mas Arantan .. ^^
    Maju dan sukses slalu blog’a .. ^^

  29. terusanya…terusanya…endingnya yang seru ya…ada 3 model pembaca nih…pembaca PK(taulah ngarepinnya apaan),pembaca sieun istri,dan tentunya pembaca sayang istri…

  30. Kayaknya yg punya blog lagii di surabaya nih
    Ga update update
    :ups

    Kabur

  31. Ah kykna d bali

  32. perlu dshare k para semproter neh..

  33. […] Posting ini adalah ending dari trilogy cerita Rico dan Dina, ini adalah link cerita part 1 dan ini part 2  […]

  34. hahaha…

    hotel single bed…

    nuff said!!!

  35. s*mpaaak, yg punya blog kurangajar pisan😀 arghh..!

    ini blog motor?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: