Oleh: arantan | Agustus 11, 2013

Kendala utama pengembangan investasi: waktu

investasi

Gambar generic tentang investasi: menanam duit…

Waktu Mei 2013 lalu,  kantor saya yaitu Mandiri Sekuritas bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan detik.com mengadakan acara Financial Clinic. Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan cara investasi melalui bursa dengan membeli saham perusahaan. Pada acara di share tentang keuntungan berinvestasi melalui saham dan juga rambu-rambu bahayanya.

Waktu itu Bang Poltak Hortadero, nara sumber dari BEI menyebutkan, salah satu musuh dari berinvestasi adalah waktu. Yang dibicarakan tentu adalah investasi dan bukan trading. Kalau investasi berarti kita menitipkan sebagian dana, kemudian menunggu sampai dana tersebut menjadi bertambah. Sedangkan trading adalah ambil kemudian menjual kembali, ada yang dalam hari itu juga, tunggu sampai harganya naik atau teknik-teknik lainnya.

Kenapa waktu? Ya kalau investasi bursa, berarti harus menunggu sampai perusahaannya berkembang. Tidak bisa misalnya mengharapkan taruh duit sekarang kemudian besok nilainya menjadi dua kali lipat … Si investor harus tunggu. Untuk itu memang disarankan harus melakukan investasi sedini mungkin, saat lagi muda! Karena perlu waktu untuk dananya berkembang.

Tepat sebelum libur lebaran 2013, akhirnya duit yang saya tanamkan melalui reksa dana masuk juga ke rekening, setelah menunggu sekitar 10 harian. Dana tersebut saya tanamkan 5 tahun, sejak 2008, saat ini walau index saham lagi menurun, nilainya sudah 2 kali dari waktu pertama kali saya tanamkan. Kalau lihat 2 kalinya memang cukup fantastis, ya padahal selama 5 tahun tersebut dana tersebut saya tidurkan saja. Paket reksa dana yang saya ambil membelanjakan dana saya secara full ke saham, yang memainkan portfolionya tentu orang lain. Sejak saya tanamkan nilai unitnya juga pernah turun. Waktu itu baru saya tanamkan setahun, nilainya turun hingga setengahnya saja. Kalau saya panik tentu cut loss dan saya tarik, tapi waktu itu saya sudah pasrah saja dengan harapan pasti naik kok, kalau saya cairkan justru rugi…. Ya untunglah, ternyata keputusannya benar.

Tapi perlu diingat 5 tahun untuk mencapai 2 kali lipat dan juga tentu ada saja resikonya. Konon ya dalam berinvestasi memang high risk high return dan sebaliknya. Saat ini dana tesebut akan saya tanamkan kembali, sedikit di investasi ini, investasi itu … ya konon memang dalam berinvestasi sebaiknya jangan menaruh seluruh investasi (telur) dalam satu tempat.


Responses

  1. Like this

  2. sy juga taruh langsung rugi 20% dlm 3 bulan.
    tapi sy diamkan saja karena target sy 10tahun atw lebih, tapi memang juli ini saham lagi gejolak terus, sy mungkin redeem pas menjelang pemilu karena takut bakal dihantam isu2 stabilitas, nanti kalau presidennya jokowi atw prabowo baru sy taruh lagi

  3. Lima taun cuma 2xnya

    Mending sektor real aja mas, dapat memberdayakan orang lebih banyak daripada sektor finansial

    Pengalaman masuk reksadana dulu sblum krisis amerika itu 3-4tahun cuma 2kalinya

    Sekarang masuk sektor real aja kulakan di pasar dan nyari barang ke gunung
    ​=D​Wk̮”̮wk̮̮”̮wk̮̮”̮wk̮=))

    • itu lain lagi kali yak?
      Mungkin lebih tepatnya trading, bukan investment.

      • bisnis jualan gula putih aja kalo maennya ribuan ton sebulan bisa diatas 100jt tuh.

        ane lg maenin ini sekarang, trading iya tapi gak ada modal ya paling paketan internet buat email dan telpon, pengen nyoba VOIP.

        ya minimal dapur ngebul lah…

        hahaha

  4. ouwh mansek toh..
    entah kenapa stockpick saya sering bener diusilin kode CC pas preclosing…. sering bener kejadian ama sekuritas ntuh…
    #curcol

  5. Krisis kayaknya sudah di ujung pintu, siap2 tarik investasi n masukan ke deposito saja bunganya pasti naik signifikan buat menjegal dana kabur keluar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: