Oleh: arantan | Juli 25, 2013

Anti mainstream pun membuat pembeli jadi tidak netral

Mainstream is the common current thought of the majority.[1] However, the mainstream is far from cohesive; rather the concept is often considered a cultural construct.

The mainstream includes all popular culture and media culture, typically disseminated by mass media. The opposite of the mainstream aresubcultures, countercultures, cult followings, and (in fiction) genre.

https://en.wikipedia.org/wiki/Mainstream

Kalau konteksnya roda 2, secara brand ya brand nomor satu adalah Honda, yang kedua Yamaha, mereka berdua sebagai penguasa kue 90% market share, lainnya baru bisa dianggap non-mainstream, memperebutkan kue 10% *saja*.

Kalau konteks roda 4, secara brand Toyota di 40%, di posisi kedua ada tiga merk roda 4 dengan posisi kurang lebih sama yaitu Mitsubishi, Suzuki, Daihatsu, setelah itu baru ada Honda, kemudian Nissan, ini dari data awal tahun 2013.

Gambarannya seperti itu.

Apakah salah menjadi mainstream? Kalau mindset awalnya mencari saya mau mencari kendaraan “anti mainstream” atau saya mau mencari kendaraan yang “jarang”. Saya pikir adalah rugi juga. Lebih baik saya mencari kendaraan dengan spesifikasi ini-itu, kalau kemudian kendaraan tersebut adalah jarang, ya itu side effect saja.

Saya sendiri memang kebetulan selera kendaraannya di consider “lain”. Cuman lain saja lho?! bukan “bener” tapi juga bukan “salah”. Saya sebetulnya cuman cari kendaraan yang WOW! Saya tidak peduli kalau kendaraan itu datang dari AHM atau Yamaha, saya tidak tutup mata. Tapi memang kebetulan saat ini belum ada kendaraan yang WOW dari Yamaha, semuanya dari Yamaha masih kendaraan pure fungsional. Mirip juga dengan AHM sebetulnya, motor produksi lokalnya ya … tentu lebih berlandaskan fungsional. Sementara produk “WOW” nya AHM, masih di import dari Thailand.

Jadi kalau ada orang beli PCX, orang jadi dapat produk bagus, tapi dengan jaringan networknya AHM, so plus tambah plus.

So back to topic…

Kalau saya bilang sih, jangan mindsetnya: “Saya mau cari kendaraan yang jarang!” Tapi lebih baik: saya cari kendaraan yang pas dengan saya! Kalau kebetulan kendaraan tersebut adalah jarang, ya so be it juga.

BTW… THR sudah keluar? Mau dibelikan apa tahun ini?


Responses

  1. saya cari kendaraan yang pas dengan saya! Kalau kebetulan kendaraan tersebut adalah jarang, ya so be it juga.
    ———————————————————————————————-
    sebetulnya sih yang ini,… cuma bagi sebagian orang yang jarang kurang dipilih. tapi menurut saya aman di jalan, bukan berarti secara sesungguh nya, overall kalo kendaraan paling laku biasanya nomor 1 untuk di incar.

    kalo kendaraan gak laku biasanya maling motor juga males, kecuali kepepet.

  2. setelah toyota sy rasa honda lebih pas buat posisi 2.

  3. nyindir seseorang nih, he he . .

  4. pada akhirnya anti mainstream pun menjadi mainstream jika terus dipropagandakan.

  5. Setuju, membeli barang yang pas/klik dg kita, cuma karena keterbatasan waktu dan ekonomi jadi cenderung membeli barang yang mainstream karena mudah dalam perawatan dan sparepart tidak perlu inden sehingga kalaupun rusak tidak perlu service berhari-hari serta resale value-nya tidak terlalu jatuh.

  6. nunggu matic yamaha 125 cc siapa tau wow

  7. klo lihat, brng mainstream bs diubh mnjd non mainstream..
    kdng keunggln jstru lbh bnyk di klngn mainstream, spt 3S, dsb

  8. Hehe setuju, dulu pas beli motor matic yg anti mainstream karena fitur nya pas sesuai kebutuhan. Urusan sparepart masih termasuk mudah karena dapet channel dari mana2. Montir tinggal telepon ke rumah.

    Mainstream memang enak, sparepart+bengkel buanyaakk, saking banyak yg pake jd paling banyak dimaling.
    Ada temen trauma, 5x motor mainstream nya selalu hilang, akhirnya sekarang pake motor anti mainstream juga😀

  9. dari segi Blogspere … anti mainstream itu mulai sekitar awal tahun 2011an. nah saat itu kan lagi ngetrenya tentang 3 hal. yaitu :

    1.lagi musuhin salah satu ATPM, bahkan apapun produknya disebut “STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF”

    2.lagi gencar gencarnya septi riding, entah apa maksudnya … yang jelas seneng bener nyaci maki orang (di foto) trus di posting di blog!

    3.pokoknya kalo blogger ada yang ngulas produk baru motor dari brand “mainstream” maka mereka adalah orang kaffir, munafik, iblis dan pro pembodohan otomotif!

    kalo ane lihat sih dari sisi psikologis itu jawabanya cuma satu :

    biar kelihatan tinggi, bawalah teman yang lebih pendek aka supaya kelihatan hebat, cari kesalahan (menurut dia salah) biar anda terlihat bener (meski belum tentu bener) jadi mereka mereka ini pengen di anggap pahlawan tanpa perlu berpikir panjang dan punya solusi yang jelas

    • Mantap Mbah. Ane demen banget nih komentar kaya gini….🙂

    • Setuju mbah, tapi efeknya masih kerasa sampe sekarang, yaitu “musuh bersama”, jadinya pembaca yg tadinya biasa-biasa aja, tapi kebetulan kendaraan yg dipake dijelekin ama blog tsb, akhirnya males juga baca itu blog. Eh iya, itu blog sis benny paling doyan bilang “Stop Pembodohan Otomotif”.

  10. Nah… mencari model yg ga pasaran tp bagus termasuk mana ya?
    https://tanurblog.wordpress.com/2013/07/25/matic-murmergus-tvs-dazz-semoga-laku-mencapai-target/

  11. analisa mbah dukun mantebs bener …

  12. Gak fanatik merk wong sama yg punya merk gak dibayar apa2 kok…

    • setuju sama koment diatas saya..

    • like this😀

  13. So true, dan kebetulan nasib kita sama om, selalu dpt yg non mainstream ketika menemukan kendaraan yg “pas” dgn saya..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: