Oleh: arantan | Juli 20, 2013

Mobnas? Orangnya sudah di Monas

Judul awalnya Monas membunuh Mobnas

Kalau nggak ada comment sentilan dari “penthol” tentang LCGC yang membunuh mobnas.Sayapun lupa!

Lupa tentang mobnas, mobil listrik, mobil gas dan lain-lain… Mengguap bahkan sebelum LCGC keluar. Sponsor dalam skala perorangan maupun korporasi pada mundur, peminat juga pada mundurrrrr. Ya dulu sempat mau bikin konsorsium dan tim khusus untuk ini, tapi ya nyatanya outputnya nggak ada juga.

Butuh komitmen, keseriusan secara modal, proteksi, regulasi, ini sudah langkah gede-gedean, bukan lagi bicara satu sekolah lah. Mobil listrik Nissan Actionnya mana? Esemka adalah mobil Cina

Mobil Esemka dijual bebas! Posting saya tentang mobil Esemka sudah dijual sejak bulan 10, 2012! hampir setahun lalu? Pernah lihat dijalan? Ada showroomnya, bengkelnya? Lha aturan LCGC apakah sudah disyahkan?! Apakah saat ini sudah ada mobil dengan insentif LCGC yang sudah bisa dibeli?

Kalau kita lihat websitenya di sini. Ya tragisnya berita terakhirnya di halaman depan adalah tentang undangan pameran 10-12 November 2012,


Responses

  1. berharap embel2 mobnas yang memang terkesan positif dan punya cita rasa patriotisme tinggi jangan jadi batuloncatan politik belaka . . .

  2. kiblat kita untuk mobnas masih cina jd kita udah ilfil duluan. beda dengan hyunday dan proton yg menggandeng mitsubishi(jepang) lewat tangan pemerintah. jd masyarakat sudah ada perasaan “percaya” dengan produk tsb. cmiiw
    harusnya astra dan indomobil bisa seperti “HERO” India

  3. Who is he?

  4. Halah mobnas jangankan kok di dukung baru mau ikut pameran mobil aja sudah di block sama pabrikan…manalah pemerintah benar2 serius buat kebijakan mendukung riset dan pengembangan industri nasional….BUMN saja kalau pesan logo ke biro desain asing….itu contoh kecil tapi nyata.

  5. Pemerintah yg harus turun tangan membuat aturan mobnas. Siapa tau klo LCGC sukses bisa diarahkan ke mobnas?
    https://tanurblog.wordpress.com/2013/07/19/duke-390-di-kelas-harganya-ada-er6n-mana-yang-dipilih/

  6. iya paklek….padahal meskipun dibohongi, asal ada embel embel mobnas…rakyat merasa bangga…ingat
    mobil timor, bima dan yg terakir esemka….cuma awalnya aja yang digemborin…habis itu ditinggal dak….kayak lagunya geisha lek…indahnya hanya di awal kurasa….

  7. sebuah produk untuk dijual kepada publik, tidak bisa dipaksa menang melawan kompetitor asal pabrikan lain.

    ESEMKA, sebut saja, dari desain kalah jauh dibandingkan kompetitornya, lalu kalo gak laku terus teriak teriak bilang “anda beli mobil honda, toyota, anda gak nasionalis” … sorry udah gak jamanya gitu.

    dengan sendirinya produk akan laku jika memang produk tersebut kompetitif, Proton misalnya, dengan kwalitas cuma sedikit dibawah produk entry level Hyundai-KIA produknya dijual jauh lebih murah. makanya laku!

    Eh, coba ngaca gimana pabrikan di amerika, Pontiac-Hummer pabrikan legendaris aja bisa bangkrut karena kalah bersaing dengan pabrikan jepang-korea. bahkan Cadilac saja kalo gak ditulungin pemerintah US udah pasti bangkrut.

    lalu ESEMKA mau menang ? Jangan menyalahkan LCGC, coba liat desainya, teknologinya sampe dengan resale valuenya.

    Inget orang yang beli LCGC untuk kebutuhan pribadi, mungkin beli mobil tersebut adalah live long dream mereka. menabung, nyicil. Terus karena kehadiran mobnas, kita mencaci maki mereka karena dianggap gak nasionalis ?

    Kalo mau kompetitif dan laku ya improve dong! jangan cuma teriak “garuda di dadaku” … “dream team” … “indonesian allstar” sementara latihan enggak serius, pengurusnya sibuk berpolitik … nah yang gila yang mana ?

  8. Saya tulis like dimana mbah🙂

  9. like comment mbah satar ah :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: