Oleh: arantan | Juli 20, 2013

Kenapa Kawasaki tidak menjadikan Indonesia untuk basis produksi dunia?

Sebetulnya jangan lihat Kawasaki, tapi lihat Honda juga di Thailand, Piaggio di Vietnam.

Padahal marketnya Indonesia besar lho? Kita bisa begini-begitu, eknomoi kita tumbuh sekian-sekian, kekuatan ekonomi nomor sekian di dunia dst….

Maap.

Indonesia menarik sebagai pasar, tapi tidak cukup menarik untuk basis produksi. Kenapa? ya tudingannya lagi-lagi lihat besarnya uang siluman, aturan yang tidak pasti dan berubah-rubah. Tenaga kerja yang konon sulit, sulit dalam arti antara kemampuan dan bayaran tidak sesuai, ya di Indonesia pun setiap tahun sekarang ada demo buruh, menjadikan iklim kurang baik bagi produsen. Saingannya bukan lagi mending dibuat di kota mana, tapi lebih ke negara mana…

So alasannya mudah saja, memang kita dipandang sebagai bangsa yang konsumtif tapi tidak produktif.


Responses

  1. Labor Cost di negara kita itu paling mahal lho… Telat bayar gaji aja di demo, mogok kerja.. Tiap tahun pun demo naik gaji, belum lagi transport-milleage dr pabrik ke dermaga tanjung priok butuh bermacet2 hingga seharian.. Pabrikan jd Pusing dweh..🙂

    • boleh tau bro, statement situ bahwa labor cost Indonesia paling mahal tuh data darimana ya?

      • Labor Cost lho ….. Bukan labor salary ….

        labor cost itu total biaya, misalnya seperti yg dibilang :
        – mudah demo
        – mudah mogok kerja
        itukan lost dimata produsen

        Belum lagi : “sulit dalam arti antara kemampuan dan bayaran tidak sesuai” … produktivitas tidak sesuai.

        Belum lagi pungli :
        – dari level RT, RW, Lurah, Camat, Pemda Tk II, Pemda Tk I, Polsek, Polres, Kodim, etc.
        – pungli jalanan, baik “resmi” dan berseragam maupun dari ormas

    • Emir99 kan seorang pengusaha, ya wajar kalo ngomongnya berpihak ke pengusaha gitu. Ngeluh ketinggian labor cost indon padahal apa

      • Maaf ya, Bro.

        Ribut2 mengenai demo buruh awal tahun 2013 kemarin ini, dimana buruh minta kenaikan gaji minimal 30%.

        Nah, pengusaha (melalui APINDO) meminta bantuan buruh untuk bersama-sama memaksa pemerintah untuk : MENGHAPUS PUNGLI di semua sektor.
        Rata-rata pungli tersebut memakan sampai 30% dari Biaya Produksi.

        Jika pungli berhasil ditekan, maka APINDO menawarkan kepada buruh :
        kenaikan gaji 10% + tambahan tunjangan kesehatan + tunjangan pendidikan untuk anak + tunjangan hari tua diluar JAMSOSTEK + (optional – tergantung seberapa besar kemampuan pengusaha) tunjangan perumahan.

        Apa yg dipilih para buruh : tetap meminta kenaikan gaji min. 30%.
        Akibatnya, banyak pengusaha melakukan pengurangan karyawan.
        karena pungli tetap merajalela …..
        😦

      • @Andi

        menurut ente pas gak sih APINDO membandingkan ekonomi kita dengan Myanmar atau Kamboja? sedangkan harga2 mengarah ke negara2 maju.

        terakhir denger debat APINDO vs SPSI Bekasi di bandung, APINDO menggunakan data salary punya Kamboja dan Myanmar yang notabene sedang perang saudara.
        😉

    • Sepertinya tidak adil kalau hanya menyalahkan buruh, sebab faktanya tidak berlaku teori semua buruh bayarannya lebih besar dari kemampuannya, kalau ada yg bilang benar, artinya dia memang pengusaha yg mencari pembenaran. Contohnya apa? Industri IT misalnya, berbondong-bondong orang bule meng-hire buruh IT (baca: programmer) Indonesia, karena standar gaji buruh IT Indonesia semahal-mahalnya 700 USD, padahal diluar negeri 7000 USD dgn kemampuan yg sama. Contohnya, wego, dan beberapa perusahaan asing yg mempekerjakan buruh IT secara remote. Dibidang lain semacam tekstil dan fashion, boleh ditelusuri itu Dainese, dan brand apparel terkenal dunia bikinnya dimana, di Bandung bro, kenapa? Karena lagi-lagi biaya produksi (termasuk buruh murah). Lalu produsen knalpot asal Italia, yg kalo disebut pemirsa di blog ini pasti tau, bikinnya juga di Indonesia. Nah, yg lebih heboh lagi, Yamaha R15 v2 pun di produksi di Indonesia.

      Ngapain bilang gaji buruh di Indonesia mahal, kalo kenyataannya biaya hidup pun mahal? Ya ga bisa dibilang mahal itu upah kerja.

      Yg bener kalo mau nyalahin adalah, standar quality control, selama QC bagus, hasilnya pasti bagus. Nah pertanyaannya, pengusaha memperhatikan QC ga? Yg bener cuma cari untung doang kan? Selain itu ya masalahnya emang ada di birokrasi, regulasi, dan jatah preman, serta iklim investasi yg tdk stabil karena kemanan tidak stabil.

      Dulu pernah dibahas om arantan, kenapa Kawasaki tdk melokalkan Ninja 250, alasannya bukan krn Indonesia tdk produktif, tapi vendor2 pembuatan part Ninja, di Indonesia blm ada, atau blm banyak, hampir banyak di Thailand. Tapi bukankah dijanjikan sendiri oleh Kawasaki, kalau Kawasaki kawasaki terus berkembang mereka akan melokalkan Ninja 250. Bukan mustahil itu, tinggal tunggu waktu aja, lha wong ninja 250/300 utk pasar dunia risetnya di Indonesia kok.

      • menurut ANDI mungkin orang IT itu adalah pekerja kantoran. padahal IT sendiri sekelas Programmer dan Technical Support setara dengan buruh secara struktur.cuma menang gengsi doank…

        gaji IT 700USD? tergantung pabriknya, kalo rata2 gaji IT itu sekitar 400-500USD.

  2. That’s exactly right !!

  3. mungkin masih talk more do less, kebanyakan pinter ngomong ngalor ngibul yang penting duit kekumpul, kita harus berbenah diri lagi.

  4. Dengar2 KMI lg bangun pabrik baru dgn kapasitas besar, kali aja buat produksi sport 150cc 4 tak (Z 150 mungkin) range 25 jt PASTI bikin pusing ATPM lain. Sama matic-bebeknya KMI bikin lg yg bagusan dikit napa modelnya ?

  5. beras sm daging sapi aja impor wakakaka… padahal kita negara agraris… miris… coba kayak China ya, sampai mainan paling kecil aja tertulis “made in china”😆

  6. Pabrikan itu cenderung mau investasi di negara yg iklim usahanya pasti, faktornya ada beberapa mulai dari konsistensi kebijakan pemerintah, sampai ke masalah hidden cost yg parah di negara ini….kalau soal upah buruh rasanya bukan lagi faktor utama karena diseluruh dunia yang namanya upah buruh ya cenderungnya naik terus dari waktu ke waktu….Kawasaki kan gak sebesar Honda atau Yamaha ya pasti mikir2 panjang kalau harus bikin pabrik di Indonesia. Kalau buat impor masih memadai di Thailand gak harus bikin di Indonesia kan….

  7. Ya memang yg sangat penting aturan2 dan penerapannya, di sini korupsinya sdh keterlaluan membuat pengusaha puyenag.. Soal upah klo dg thailand mgkn masih bersaing, dg viet yg kalah..
    http://tanurblog.wordpress.com/2013/07/20/motogp-laguna-seca-day-1-antara-lorenzo-dan-pedrosa-mana-yang-lebih-fit/

  8. Selain faktor rewelnya birokrat dan buruh, ada satu lagi, yakni terorisme. Bukannya di negara lain nggak ada. Tapi tampak jelas keseriusan utk mengatasi. Beda dgn Indonesia, banyak orang / organisasi / pejabat pemerintah terang2an mendukung terorisme.

  9. “big appetite less power..:mrgreen:

  10. Negara Klepto

  11. Sepertinya kok tidak adil kalau hanya menyalahkan buruh, sebab faktanya tidak berlaku teori semua buruh bayarannya lebih besar dari kemampuannya, kalau ada yg bilang benar, artinya dia memang pengusaha yg mencari pembenaran. Contohnya apa? Industri IT misalnya, berbondong-bondong orang bule meng-hire buruh IT (baca: programmer) Indonesia, karena standar gaji buruh IT Indonesia semahal-mahalnya 700 USD, padahal diluar negeri 7000 USD dgn kemampuan yg sama. Contohnya, wego, dan beberapa perusahaan asing yg mempekerjakan buruh IT secara remote. Dibidang lain semacam tekstil dan fashion, boleh ditelusuri itu Dainese, dan brand apparel terkenal dunia bikinnya dimana, di Bandung bro, kenapa? Karena lagi-lagi biaya produksi (termasuk buruh murah). Lalu produsen knalpot asal Italia, yg kalo disebut pemirsa di blog ini pasti tau, bikinnya juga di Indonesia. Nah, yg lebih heboh lagi, Yamaha R15 v2 pun di produksi di Indonesia.

    Ngapain bilang gaji buruh di Indonesia mahal, kalo kenyataannya biaya hidup pun mahal? Ya ga bisa dibilang mahal itu upah kerja.

    Yg bener kalo mau nyalahin adalah, standar quality control, selama QC bagus, hasilnya pasti bagus. Nah pertanyaannya, pengusaha memperhatikan QC ga? Yg bener cuma cari untung doang kan? Selain itu ya masalahnya emang ada di birokrasi, regulasi, dan jatah preman, serta iklim investasi yg tdk stabil karena kemanan tidak stabil. Oh iya satu lagi, mental pengusaha yg maunya untung cepet.

    Dulu pernah dibahas om arantan, kenapa Kawasaki tdk melokalkan Ninja 250, alasannya bukan krn Indonesia tdk produktif, tapi vendor2 pembuatan part Ninja, di Indonesia blm ada, atau blm banyak, hampir banyak di Thailand. Tapi bukankah dijanjikan sendiri oleh Kawasaki, kalau Kawasaki kawasaki terus berkembang mereka akan melokalkan Ninja 250. Bukan mustahil itu, tinggal tunggu waktu aja, lha wong ninja 250/300 utk pasar dunia risetnya di Indonesia kok.

  12. Oh iya nambahin, Gameloft, perusahaan game terkemuka dunia, basis produksinya di Jogja. Rata-rata programmer pembuat game adalah asli orang Indonesia yg cuma dibayar rata-rata 400 USD, padahal programmer di Singapore aja tarifnya bisa ribuan USD. Mau tau kualitasnya pembuat (programmer) game Indonesia? Silahkan download aplikasinya di Google Play Store, Apple App Store, Windowsphone Store, etc..

  13. Qaulitas vendor part disini blom banyak masuk stndar Quality Kawasaki. Sy pengguna, tiap beli part masih ada sebagian yang dbikin dr import..kedepan secara bertahap KMI dpercaya KHI tuk jadi basis produksi. D buktikan dg dbangun’y pabrik baru dBekasi mulai tahun depan produksi.

  14. berat karena cabe dan bawang yg bikin inflasi

  15. banyak faktor yg buat pengusaha ogah berinvestasi di Indonesia

    https://sarungjokcooltech.wordpress.com/2013/05/15/sarung-jok-anti-panas-cooltech-ninja-250-edition/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: