Oleh: arantan | Juli 20, 2013

Brio Satya dan low cost MPV, Honda prospect jadi jual barang murah?

IMG_8438rez

Barang murah atau barang murahan? Maunya tentu murah dan bagus!

Kalau tanya secara umum, positioning Honda secara umum di perceive diatas Toyota, apalagi Daihatsu, Suzuki. Tapi cenderung di bawah Mitsubishi. Nissan sekarang menurun tapi yang penting jualan lancar! Sekarang memang semua pabrikan mainnya mau dari atas sampai bawah. Ya mungkin karena pasar roda 4 di Eropa justru mengecil, jadi tuntutannya membuat mobil yang efisien – affordable….

Ya kalau bisa bikin mobil yang bagus tapi harganya affordable why not?

Tapi bikin mobil murah bukan hanya tantangan produksinya saja, tapi juga terkait erat dengan keputusan branding. Dan soal branding tidak ada teori pasti tentang apa yang pasti benar dan pasti salah. Hanya saja ada konsekuensi terhadap keputusan tersebut.

IMG_8473rezo

Brand baru, jaringan baru, semua perlu baru?

Second brand – Fighting Brand

Nissan pun yang tadinya main di atas, X-trail, kemudian pertama kali keluar Livina dan yang terakhir Evalia, tapi seri Serenanya tentu masih di atas. Semurahnya Evalia, se affordablenya March, brand Nissan pun sungkan untuk masuk ke LCGC, Nissan menghidupkan kembali Datsun. Untuk atasnya, Nissan punya lagi Infintii. Toyota pun sudah lama siap dengan Daihatsu. Bahkan kemungkinan nantinya Agya – Ayla pun akan pakai nama Astra, ya karena tidak mau merusak brand.

Tinggal si Honda dan Mitsubishi, mereka tidak punya fighting brand untuk low cost.

Ya demi menurunkan harga, harus menurunkan spesifikasi, otomatis nama brand pasti akan terbawa. Yang paling bener dan aman memang bikin second brand untuk ini.Tapi ini berarti memang harus menghidupkan brand baru. Brand baru berarti perlu orang baru, network *lagi, perlu komunikasi lagi awareness lagi, dan utamanya perlu waktu lagi untuk gain trust.

So memang jalan pintas dan penuh resiko pada brand seluruhnya terpaksa diambil Honda dengan Brio Satyanya. Versi Brio yang sekarang punya mesin 1.339 cc, SOHC, 100 HP +. Saya pernah coba versi maticnya dan terasa cukup bertenaga. Versi termurahnya manual sudah di harga 150 jutaan. Sehingga untuk kebutuhan LCGC, Brio cukup diturunkan saja kapasitas mesinnya ke 1.200, jadilah LCGC….

Selisih harga sebetulnya tipis saja, ya 150 ke 100 an awal kok? Tapi untuk selisih harga tersebut Honda sudah di labeli juga sebagai ikut latah sebagai ikut berbuat “dosa” membuat “Mobil Murah”.

Apakah LCGC akan stay for good atau hanya trend sesaat? Ya mungkin saja saat taraf kehidupan meningkat calon pembeli tidak lagi perlu “murah” tapi yang dikejar akan ke “quality” . Kalau bubaran gimana? Apakah LCGC akan cuman berhenti di Datsun Go? Agya – Ayla? Kalau besok-besok ganti pemerintahan kemudian insentif ini dicabut gimana?

Bicara lagi mobil second … owalah… malah jadi panjang…


Responses

  1. LGCC itu pembunuh mobnas lek….bener gak lek….

  2. Mitsubishi bukankah sudah lama menjual mobil murah, colt t120ss, otr-nya 98jtan. hehe, oot kayaknya.

  3. LCGC itu cuma label biar sah bikin mobil seharga 100 juta, apanya yg low cost kalau skala murahnya masih dijual dengan 100 juta?

  4. Semurahnya honda tetap d atas 100jt, jd di LCGC nanti posisi honda tetap yg paling mahal, mungkin…🙂
    https://tanurblog.wordpress.com/2013/07/17/lcgc-mana-pilihanmu/

  5. sama aja seperti kenapa ducati “ogah” bikin motor dibawah 800cc eg 250cc … bisa bisa line up diatasnya ancur gara tu motor 250cc sementara si 250cc pun enggak laku laku amat.! Bikin 795 aja udah dimaki maki!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: