Oleh: arantan | Juli 14, 2013

Pengalaman pakai helm open face, lebih berisik, kelilipan dan basah

Posting ini ditulis berdasarkan pengalaman 2-3 kali pemakaian pulang-pergi kantor dalam keadaan kering dan hujan. Helm Kymco – BMC saya adalah helm open face pertama bagi saya. Berdasarkan pengalaman singkat tersebut, menurut saya helm open face ini minim faktor keselamatan, busanya tipis dan rasanya tidak begitu prima untuk menahan benturan. Walaupun ada emboss SNInya,  tapi ya menurut saya itu bukan jaminan.

Fitur keselamatannya memang kurang, tapi helm ini juga punya tambahan pengingat keselamatan, seperti reminder lah. Kalau melihat positifinya ini supaya pemakainya aware dengan keterbatasan helm tersebut.

Kala dipakai diatas kecepatan 60 kpj saja, angin kencang akan masuk dari bawah, kemudian akan menekan bulu mata. Hantaman angin cukup keras, sehingga perlu konsentrasi berkendara lebih baik. Akan timbul juga bunyi seperti peluit kecil dari sisi kiri helm.

Visornya pun gelap, saat helmnya dipakai pagi ya visornya membuat enak di mata. Tapi saat dipakai malam membuat jalanan yang sudah gelap menjadi lebih gelap lagi.

Kalau kondisi extreme, malam, hujan dan angin, membuat tantangan berkendara bertumpuk. Hujan akan mengenai dagu saya,  ditambah angin, ditambah gelapnya malam. Sangat berbahaya.

Keuntungannya helm open face adalah beratnya sangat ringan, view angle pun prima, saya bisa melihat ke bawah dengan leluasa. Soal harga tentu juga bisa dianggap kelebihannya helm open face, helm open face saya cuman 130 ribuan. Ya ada plus minusnya juga.


Responses

  1. enak buat jalan santai

  2. paling enak pake half-face kalo berkacamata🙂
    gak usah lepas kacamata tinggal pake helm nya

    • pake yg modular bro… gak perlu copot kacamata & lebih safety, lebih mahal juga..🙂

  3. debu menghampiri wajah… haha
    http://trexton.wordpress.com/

  4. Itu mah salah kelas helm-nya om, pake helm open face yg standarnya lebih tinggi dijamin gak kemasukan debu dan gak ada bunyi2 aneh karena ada celah….air juga gak masuk kecuali kena semprot dari bawah….

  5. Kalau malam mungkin nyaris tak terlihat..

  6. Sy termasuk yg ga suka dengan helm half, walau sehari2 berpespa tp teteup make fullface. Secara tampilan mgkn rada ga nyambung tp biarlah hehehe…
    http://tanurblog.wordpress.com/2013/07/12/catatan-gowes-sehari-gunung-bundar-pp-part-1/

  7. pake yang full face terlalu menekan kaca mata… gak nyaman…

  8. Saya pake half utk yg deket2 rumah, kalau jarak jauh selalu pake yg full

  9. Ane punya helm open face juga yg lumayan berkelas, diatas harga helm fullface lokal macam kyt n ink.
    Review ane,
    1, ringan,
    2, pas buat macet2an. Pk fulface ga nahan gerahnya.
    3, dobel visor.
    4, bunyi2an ga terlalu berisik, karna teredam dengan baik.
    5, nyaman buat ane yg berkacamata.
    6, tidak berembun saat hujan.

    Minusnya :
    1. Hanya untuk 80kpj kbawah.
    2. Ga ada pelindung dagu, kecuali modular helmet.
    3. Harga ga bohong, jangan beli yg dibawah 200rebang…. Minimal 350lah kalo pinging helm open face yg nyaman.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: