Oleh: arantan | Juni 30, 2013

Testing out, Kawasaki er6n mudah dan enak gilak!

arantan-er6n-1

Trying is believing …

Ternyata si Kawasaki er6n itu betul-betul pas dengan posisinya sebagai low end moge. Saya sebut low-end karena powernya er6n, belum mencapai 100 HP, juga low end secara harga, karena masih di kisaran 100-an awal.

Saya mencoba si Kawasaki er6n di sekitaran performa Leo, ini sebetulnya motor kepunyaan teman yang mau dijual. Motor yang saya coba dalam keadaan mesinnya standard, km di 1.800. Body putih mulus!

Ergonomic dulu

Motornya termasuk pendek. Tinggi saya kurang sedikit dari 170 cm dengan berat 60 kg. Saya bisa menapak dengan mudah di kedua kaki. Ini menyebabkan er6n masih bisa di bawa enak untuk harian. Lain di Versys dimana saya harus jinjit jauh, bikin keram. Karena 2 kaki bisa menapak di er6n, saya bisa mendorong motor maju mundur dengan pantat masih di jok dengan mudah.

Secara ergonomic, si Kawasaki pintar menempatkan perletakan mesin dan teman-temannya di bagian depan, sehingga walau tanki gendut, badan motor di bagian kaki sudah tipis.

Lebar stang pendek, dengan posisi sedikit di bawah. Akibatnya posisi rider bisa lebih tegak dari Ninja 250, tapi tentunya lebih tunduk kalau dibandingkan dengan posisi stang Duke. So untuk high speed mantap, untuk long run, harusnya nyaman.

Dari posisi motor di standard, menegakkannya pun sangat mudah. Betul-betul lain kalau di Versys, kalau menegakan Versys, badan mesti condong ke kanan! Tapi terlalu condong kuat juga bahaya, nanti kebawa motor, gubrak ke kanan!

arantan-er6n-test

Low Speed Riding Experience

Problem pasti suara 2 silinder, ya memang mirip sekali dengan Ninja sih, tapi bukan berarti sama plek. Ya untuk suara mending di dengar saja secara langsung lah.

Track yang saya coba pendek saja, cuman sekitar 2 km an sekitaran Tomang, gigi yang terpakai juga cuman sampai 2. He he he.

Masuk gigi pertama cukup keras, walau tidak sekeras di Versys. Di low speed motor ini begitu lembut dan baik. Walau moge, tapi mau diajak pelan, mesinnya tidak ndut-ndutan. Plintir gas sedikit, mesin tidak meraung, bahkan cenderung tidak berbunyi, tapi tarikan sungguh terasa bagus. So inilah keuntungan cc gede, motor tidak perlu sampai meraung untuk narik.

Masuk gigi 2, cuman plintir sedikit pun motor langsung narik.

Pengereman tanpa tukik shock depan dan terasa mantap. Untuk shock kemampuan meredam polisi tidur tidak sebaik di Duke, alias motor masih harus mengerem saat menghadapi polisi tidur. Di pantat terasa keras, tapi tidak sekeras Ninja 250. Saya bayangkan kalau touring motor ini akan enak digunakan.

Vibrasi selama short run … minimal, atau bisa dikatakan tidak terasa.

End of

Kalau lihat specsnya saja, motor ini beratnya 200 kg. Selisih 70 kg an lebih berat kalau dibanding Duke, tapi tidak terasa bedanya, si er6 saya anggap motor “mau-an” motor yang mau diajak pelan, tidak batuk-batuk, mau diajak sedikit melaju.


Responses

  1. motor keren om……

  2. keren

  3. bungkus om

  4. Ayoooo…beli…beli…hehehe… Jangan2 malah status motor diatas sdh sold,alias dibeli ama empunya blog

    • Aminnn aja, tapi sayangnya nggak bro.

  5. Om Saranto cepet bosen ya, he he he

  6. Motor yg bikin galaukah….😀

  7. manteb nih kuda besi..

  8. belom pernah nyoba…

  9. skywavenya masih dipelihara ternyata…🙂

    • Kalau d jualalah rugi ya bro.

  10. om,
    tinggi saya 163 cm. untuk duke 200 kira2 cocok ga? atau duke punya lowering kit?

    makasih

    • Teman saya sama-sama pengguna Duke ada yang di 160 an juga kok, bisa Rasanya akan jinjit bro.

      Lowering kit saya nggak pernah dengar untuk Duke 200, tapi mungkin suspensinya bisa sedikit dibikin lebih soft.

  11. sikat Om

  12. […] di kelas 650 CC yang low end, memang sudah cukup pelik dimana setiap pabrikan punya jagonya, Kawasaki punya ER6n, Honda punya CB650F, serta juga Yamaha yang mau ikut dengan MT07 nya. Masing-masing pabrikan […]

  13. Trims info review nya bro….

    http://lapakmotorbekas.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: