Oleh: arantan | Juni 26, 2013

Produk untuk Indonesia, makin murah = makin laku, betulkah?

Postingan ini diawali dari 2 postingan Oom Satar Indobikers di sini tentang kesalahan ATPM menebak pasar Indonesia. Dalam postingannya Oom Satar menuliskan kalau bagi beberapa segmen belum tentu yang murah adalah laku, setuju/tidak? Oom Satar berposting dengan latar belakang sebagai penikmat dan pemain moge yang mengerti betul bagaimana hidupnya, lifestylenya di segemen tersebut.

Ini sebetulnya berlawanan dengan hukum ekonomi. Yang kira-kira bunyinya, mau jual quantity atau quality? Kalau quantity alias volume penjualan, barang harus dibuat semurah-murahnya, dengan margin keuntungan perbarang tipis, biaya press. Pada segmen yang menyasar quantity ini bicara lebih soal fitur dan value motor secara ekonomis.

Dalam menjual secara quantity, keunggulan motor dilihat dari seberapa irit motor tersebut, sampai printilan fiturnya harus bisa di justifikasi dan diperdebatkan. Ini lah jualan quantity. Volume banyak = untung.

Ada beberapa brand yang masuk ke Indonesia diluar yang top level seperti HD, Ducati, Triumph dan lain-lainnya, saya tidak bicara itu lah. Brand tersebut adalah Piaggio, dengan Piaggio, Vespa, Aprilia, Gillera dan lain-lain. Waktu dulu di bawa Sun Motor mereka main quality dengan harga LX starting dari 40 juta keatas (*itu harga duit dulu lho) Tapi sekarang sudah masuk main jualan quantity.

Apa yang terjadi sekarang? Piaggio Zip yang harganya lebih murah dari Vespa LX justru kalah laku dari Vespa LX! Asumsi saya dari beberapa teman, Zip sulit karena di compare terus dengan produk Jepang sejenis, ya BeAT, Mio? Gimana justifikasinya harsu beli Zip? Sementara Vespa LX masih berada pada class of its own, produk satu-satunya yang metal.

Namun … perlu disadari juga kenapa LX bisa “laku” saat ini? Ya karena harganya setengah harga dari Italy! Dengan pabrik di Vietnam dengan komponen lokal, dan adanya tarif AFTA dan kedekatan bea impor, harganya jadi kepala 20 jutaan.

So?

Kenyataannya LX bisa laku sekarang karena tentu harganya yang tidak semahal dulu. So dalam kasus Piaggio ada 2 teori yang saling bertolak belakang: Zip yang lebih murah kalah laku dari LX, sementara LX Vietnam tentu jauh lebih laku dari dulu LX Italy.

Terus saya harus apah? Masih dari Piaggio juga ada pelajaran lain, soal peralihan nilai brand.

Gimana penjualan Vespa GTS dengan harga 70 jutaan yang dibawa Sun Motor? Ada sih yang beli, tapi dari sepenglihatan saya malah dulu dibawa Sun Motor GTS lebih laku dengan harga lebih tinggi! Kenapa? Bisa jadi dulu brandnya Piaggio – Vespa dianggap lebih wah dari saat ini. Sekarang LX sudah banyak! Brand Piaggio dulu lebih exclusive dari saat ini. Vespa GTS jadi kurang menarik lagi.

Tentu karena ada sebab lain yaitu Vespa GTS memang sudah muncul terlalu lama saat ini.

Anyway kalau menurut saya sih, memang belum tentu lebih murah lebih laku dan sebaliknya. Tapi … yang penting pembeli baru berani beli kalau ada value lebih di motor tersebut. Ya contohlah Kawasaki…

50-60 jutaan sudah dapat Ninja 250FI, tanggung ah nambah dikit sudah 600 cc lho!
100 jutaan awal sudah dapat er6n, f, Versys, tanggung ah, nambah dikit sudah 4 silinder lho!
170 jutaan sudah dapat Z800, tanggung ah!!! nambah dikit lagi udah dapat!

Tapi semua lini produk bisa nampak wah! Sesuai dan pas dengan harga yang dibayarkan!


Responses

  1. Kawasaki joss

  2. nanggung mending nambah roda😀

  3. pelengkap artikel mbah satar…. Masing2 punya style sendiri

  4. Vespa gts ga kuku harganya padahal pengen. Tampilan sekilas seperti vespa lx tp beda bangeett, yah mungkin seperti perbandingan duke200 dan duke390..

  5. Ga ada cukupnya, masuk disegmen 200juta, udah ga masuk value for money…
    Tpi udah masuk life style proud n pride.
    Kalo macam pespa, itu baru masuk d segmen lifestyle… Bentuknya yg retro khas italia, yg menjadi nilai jualnya…

  6. bangga memiliki vespa lx saat harga 40jt-an,kalau sekarang kebanyakan hanya ikut-ikutan doang beli vespa,udah ga semewah dulu,sekarang kemana mana ketemu vespa lx,udah bingung mau ngebanggai apa dari vespa lx??!! harga terjangkau,fitur fitur motornya standart,mungkin dulu mereka pengguna lx italy membanggakan kalau lx motor mahal,kalau sekarang??ya balik lagi ikut ikutan doang,bukan mencari suatu kebanggan naik vespa,untuk GTS knapa kurang laku,mungkin udah ga terlihat mewah,masyarakat umum melihatnya juga biasa aja.mungkin cenderung mengira GTS itu LX,blm lagi new PX yang harganya wadduhhh kemahalan sih,lebih baik beli LML udah 4tak

  7. Kalau X10 murah biar pasaran sih saya tetep mau beli oom🙂 apalagi kalau DNA dibikin lagi pengen juga…..:-D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: