Oleh: arantan | Juni 5, 2013

Pengetahuan dasar tentang kepemilikan perusahaan dan efeknya pada konsumen

Husaberg SCBD yang persis di seberang KTM.

Sudah umum kalau saat ini perusahaan besar seperti Honda – Yamaha – Suzuki – Bajaj – KTM dan lain-lain dimiliki oleh banyak korporasi lainnya dan sebagian merupakan perusahaan terbuka. (bodo amat, pikirin?!)

Emm.. problemnya kalau perusahaan melakukan berganti kepemilikan, tidak perlu memberitahu kita-kita sebagai konsumen. Boro-boro konsumen, kadangkala kepemilikan share tersebut bisa diperjual belikan tanpa memberitahu pihak direksi. Alasannya apa pun tidak diberitahu. Contoh mudahnya, perusahaan multinasional bisa saja membeli sebagian share suatu perusahaan dan sampai suatu ketika tanpa alasan apapun, tiba-tiba menarik share tersebut, menjualnya lagi ke pihak lain dengan harga lebih baik. Atau … ya kepepet, misalnya lagi butuh duit (BU) (*ya satu perusahaan pun bisa jadi dalam keadaan BU, misalnya untuk pelunasan hutan jatuh tempo/pengembangan usaha dan lain-lain).

Alasan lain apa? Ya bisa saja nggak puas dengan performance perusahaan atau ada tempat investasi lain yang lebih menguntungkan. Semudah itu… so boro-boro konsumen, boro-boro karyawan, bahkan direksi pun tidak selalu dilibatkan kalau urusannya sudah jual beli share perusahaan.

Background ini saya berikan untuk melengkapi info dibawah.

Katakanlah perusahaan warteg Joglo dimiliki oleh, perusahaan multinasional Zeus International. Tapi sharenya cuman 10% sementara ada share lain yang dimiliki sampai 40 dan 50%. Apakah Zeus International bisa mempengaruhi jalannya perusahaan warteg Joglo? Bisa dong, tapi ya kontribusinya paling-paling 10%. Umumnya kalau sudah 20% lebih baru bisa menaruh 1 komisaris di board komisaris. Kalau sudah diatas 50% maka orang-orang yang ditaruh dari group Zeus International juga lebih banyak. Kalau sampai dimiliki penuh, ya bisa-bisa koki nya warteg, kasir dan lain-lain adalah juga kepanjangan Zeus International.

Kalau cuman kepemilikan 10% apalagi dibawahnya itu, umumnya investor passive, ya sharenya kecil kok. Apakah bisa Zeus International menyetor modal gila-gilaan karena tidak puas dengan performance warteg Joglo? Ya secara teori bisa, tapi beli dulu kepemilikan sharenya dari tempat-tempat lain. Kalau cuman punya kepemilikan 10%, kemudian mau setor modal, mau dimasukkan catatannya kemana? Yang bisa juga dalam bentuk pinjaman, bisa juga. Setor modal/investasi tentu tidak main-main, semua investor ingin supaya duitnya dilipat gandakan.

Harus dilihat sisi pandang investor, umumnya tidak punya hati, yang penting untung! Duit investasinya bisa meiipat ganda.

Yang paling mudah kalau value perusahaan naik atau berpotensi untuk naik, Zeus International akan menambah share. Tapi sebagai konsumen mesti pintar baca juga, kalau misalnya katakanlah dari tahun 2000 sampai 2013 sharenya  tidak ditambah dan tidak dikurangi gimana? Ya artinya Zeus International tidak begitu puas dengan kinerja si warteg, tapi juga tidak kecewa penuh. Ya duit di eramkan saja.

Tapi one day, jika mereka betul-betul kecewa, ya tinggal pull out, jual share, hasil jualannya pindahkan saja perusahaan lain yang lebih pasti-pasti aja. Apakah bisa terjadi? Ya sangat bisa, sudah sering juga.

So …

Kalau dilihat perusahaan A dimiliki oleh si B – si C dan lain-lain, lihat dulu, berapa persen kepemilikannya? History kepemilikannya seperti apa? Di luar dari situ, sinergi secara operasional yang sudah dilakukan apa saja.

Contoh, yang buruk…

Husqvarna, yang dari BMW diambil Stefan Pierer. Ambil perusahaannya, audit, buruk ya di scrap … Pindahin pabrik ke Austria, employee pabriknya tentu ngomel berat! Apalagi konsumen!!! Bayangkan saja brandnya dihilangkan! Tapi ya itu sudah terjadi, konsumen bisa apa?

Walau perusahaan besar Zeus International punya banyak duit dan warteg adalah kecil, tapi kalau cuman punya share 5-10% bisa apa? Ya bisa nonton lah, sambil lihat saja, ada potensi naik bisa tambahkan share, atau jual share selagi harga tinggi? *bisa. Atau ketika value perusahaan menurun, malah dibeli banyak share? *bisa juga.

Intinya sih walau tidak menjamin, lihat dulu lebih dalam, lihat historynya.


Responses

  1. toyota punya saham 5% yamaha,, toyota bisa apa?

  2. Toyota bisa (sering) minta bantuan Yamaha desain mesin buat mobilnya…tuh di GT2000 dan Lexus LFA….

  3. artikel tandingan warung sebelah ya ;p

    • Kalau tandingan itu kontra lho, ini bukan, tapi kira2x jadi pelengkapnya.

      • hehe becanda kok om😀 , saya cuma ngerasa warung sebelah informasinya setengah2 & terlalu subjektif (wajar sih, namanya juga bloggger)

  4. begitulah, smua sling terkait

  5. Thanks Om arantan infonya,.. mantaB…

  6. ini baru info. sekedar melengkapi apa yang udah dibaca artikel di blognya pak Tri..

  7. nah ini yang saya maksud….!!?

    menjadi pelengkap sebuah berita mas, bukan memunculkan opini baru yg tidak berdasar.

    ijin share mas…

  8. […] berlanjut dari postingan sebelumnya di sini tentang kepemilikan suatu perusahaan, perlu diketahui juga tentang istilah yang umum digunakan […]

  9. kalau dilihat dan diamati memang warung mas triatmono sudah ga pernah nampilin arikel yang berimbang berbobot dan objective berdasarkan data dan fatkta yang seimbang,,saya udah ngikutin blog mas 3 dari tahun 2007an,,sangat berbeda sekali dengan artikel2 yang sekarang,,cenderung sensi emosional dan menurut saya berlebihan,,,tapi ya terserah juga yang mau bikin artikel,,,toh pembaca yang cerdas tidak akan menelan mentah2 semua informasi yang didapat,,,,🙂

    • Mas Tri adalah orang baik. Dalam arti hatinya baik, keinginannya juga baik, saya pun rasanya banyak sepaham dan punya ketakutan yang sama dengan Mas Tri *rasanya*

      Saya sendiri takut dan berkali2 sudah pernah saya post, takut terhadap monopoly yang bisa2x akan control harga, control produksi dan lain2x. Ini bahaya sekali.

      Sementara harapan pada kompetitor yang paling dekatpun saat ini semakin jauh.

      Yamaha dan pabrikan lain pun perlu di support. Memang hampir mustahil, tapi kalau give up bahaya sekali. Jangan sampai Yamaha di Suzukikan.

      • iya saya juga setuju pada poin2 tersebut…cuma mungkin menurut saya apa yang diutarakan beliau agak “gimana gitu” untung pak arantan melengkapi tulisan beliau dengan tulisan ini,,secara personal saya juga yakin mas tri orang baik kok😉

  10. sejujurnya dengan saudara kita tidak
    akan pernah tega bila mendengar dan
    melihat seperti itu. tapi rekam jejak
    saudara yang kita sayangi dan kasihi
    itu jauh dari yang kita harapkan.
    contohnya spt efbeye yang yg
    mendukung pabrikannya ketika iklan-
    iklannya menghina dan
    memprovokasi. dan itu sejak lama
    dilakukan. empunya blog pasti ingat
    semua iklan ye baik versi tivi
    ataupun media cetak. akhirnya
    keberhasilan semu yang akan
    menyusul pabrikan kompetitor malah
    gak berhasil. konsumen yang
    notabene rakyat tidak bersimpati
    dengan cara-cara yang bisa dibilang
    kotor. kapasitas produksi yang sudah
    selisih sedikit, sekarang justru lebar
    karena produk yang tidak terserap
    konsumen. siapa yang salah? ya
    yang arogan dengan jargon yang
    sokk.

  11. toyota astra motor & astra honda motor… piye tuh.
    mungkin gak apa yg dibilang di sebelah. toh di indo yg punya sama2 astra.

  12. syukur deh Pak Sar mau melengkapi. mudah mudahan yg baca postingan Mas Tri, baca ini jg


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: