Oleh: arantan | Juni 2, 2013

Masih bawa kamera SLR untuk liputan?

arantan-keluarga-1

Siang ini ada acara HUT anak saya yang di gabung dengan keponakan supaya tambah seru. Saya sebetulnya sudah mempersiapkan kamera mirrorless, baterai sudah dicharge semalaman. Tapi saat dibawa … ketinggalan juga.

Anda pernah foto anak? Atau foto keluarga sendiri, teman sendiri?

Kadang membawa SLR itu menanggung “beban fotografer”, dimana ekspektasi yang dijepret adalah fotografer selalu siap sedia menjepret siapa saja dengan setting apapun! Padahal saat liputan seringkali fotografer menggunakan lensa tele 70-200 atau prime lens 50 mm, habis ngejar motret yang jauh-jauh misalnya pembicara di panggung … tiba-tiba dipanggil teman-teman yang sudah mejeng berderet-4 – ber-5… “fotoin kita doong”… Gubrag! Problemnya kalau si fotografer ngejar objek di panggung, kadang lensa sapu jagatnya di tinggal di tas entah dimana … Dannn, kalaupun si lensa di bawa dalam ransel khusus yang besar dan berat, tetap butuh waktu, ya mesti bilang … bentar yaaaak! Turunin tas dulu, buka lensa, copot lensa, pastikan cap menutup, ganti lensa…. Sukur-sukur teman-temannya nggak bilang … akh payah lammmaaa!!! Bisa sih bawa 2 body, 2 lens… kalau kuat nentengnya…

Anyway judulnya SLR = ribet.

Hasil yang saya share disini semuanya diambil menggunakan handphone iPhone 4s, inipun bukan keluaran terakhir karena sudah lama keluar iPhone 5 dengan kemampuan foto yang konon lebih baik lagi. 3 foto ini saya senang sekali mengambilnya, karena sifatnya momen sulit yang tidak bisa di ulangi.

Foto yang paling atas adalah kakak, anak kakak dan orangtua saya di dalam VW beetle milik Ibu keluaran tahun 1962. Bagi orang lain mungkin tidak bermakna, tapi VW beetle inilah yang mengantarkan saya sekeluarga sekolah dari TK-SD hingga kuliah. Ibu sayalah yang mengantar kami sekolah, kami semuapun belajar menyetir di VW ini.

arantan-keluarga-3

Foto di atas pun biasa juga bagi orang lain, tapi pernahkah mengambil foto keluarga dalam jumlah banyak dengan anak kecil umuran 1-2 tahun?🙂 1 anak saja bisa dibuat duduk diam untuk berfoto sudah hebat!🙂 Kalau sampai rame-rame gabungan?! Butuh sedikit keajaiban, penggembira orang tua di depan …

Apakah SLR tidak diperlukan lagi? Ya pastinya masih perlu lah.

Untuk kebutuhan khusus, karena kemampuan SLR tidak bisa digantikan oleh handphone, soal shutter speed, SLR bisa buka cepat dari 1/1000 detik bahkan lebih cepat, tapi bisa juga di lambatkan 30 sec, bulb, ya bisa diatur. Kepekaan pada cahaya juga bisa pakai lensa 1.8, 1.4, 1.2? Apalagi soal kejernihan, ya glass nya lain, sensornya jauh lain lah kalau dibanding handphone. Bokeh … ya jauh!

Tapi sih… intinya ya kalau liputan sederhana, handphone masa kini ya sudah cukup lah. Asal pakai baterai gendong.

arantan-keluarga-2


Responses

  1. 1

  2. dari cerita & fotonya saya bisa menangkap indahnya foto yg pertama🙂
    yg terakhir lucu🙂

  3. Baru tau,pantesan ribet bener ya klhtnnya tenteng macem2 lensa

  4. Biasakan bawa 1 lensa + 1 kamera mirrorless saja….kebetulan saya pake MFT yg bisa stabilize, lowlight, dan hi-ISO.

  5. lantainya mantab, menguatkan kesan klasik, rumah klasik; dan bagi org2 yg punya, pernah tinggal atau bertamu di rumah tempo dulu, dengan lantai yg seperti itu cukup mudah mengingatkan kenangan…oh ya, beberapa sekolah juga ada yg masih pake lantai seperti itu

    • iya, lantai nggak diganti sejak rumahnya berdiri😀.

  6. Astaga foto nomor 2 benar2 bikin sy jadi nostalgia kembali ke rumah nenek di madiun.
    Beetlenya jgn dijual sampai kapanpun, nanti nyesel kayak mama sy jual mobil peninggalan bokap cuma karena gak diurus saja. Sekarang semua family member menyesal telah kehilangan mobil tsb, kenang2an diantar sekolah, jalan2, belajar nyetir, dll semua tersimpan di mobil tsb.

    • Iya, ini rumahnya memang apa adanya, sederhana. Ya dari tahun 70-an ya keadaannya masih begini, comfortable.

      Untuk VW, tidak terpikir untuk dijual. Tapi saat ini memang keadaannya juga sedang tidak bisa jalan, karena sudah lama tidak hidup.

  7. cantik juga om anaknya…..

    • Anak saya baru muncul pas foto rame-rame di foto kedua bro, si Kay di baris kedua paling kanan. si Ken baris kedua juga, kedua dari kiri yang kecil.🙂.

  8. msh pnya beetle 1962, keren..

  9. kalau moment2 yang gak terduga,emang SLR sepertinya terlalu lebay.
    lha harus nyesuaikan cahaya,setting sana setting sini,akhirnya moment2 yang gak terduga lewat begitu saja


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: