Oleh: arantan | Mei 28, 2013

Honda PCX 150 vs Vespa LX 150 3 v

Bagasi PCX cukup gede 

Saya suka dengan brandnya Piaggio – Vespa, tapi antara LX dan PCX saya ambil Honda PCX 150. Alasannya lebih soal timing. Waktu awal 2013 saya lagi butuh matic sebagai penerus Skywave. Lini Vespa di Indonesia sedang galau-galaunya, karena waktu itu Vespa sedang menghabiskan sisa stock 2 valve, sementar 3 valvenya saya tahu pasti akan datang tapi kapannya saya nggak tahu. Beli 2 valve ya ngapain? Diskon juga nggak seberapa.

Saat lagi galau, saya dengar ada info PCX 150 ready stock, putih, boleh cash pula … sementara saya tahu PCX umumnya inden sampai 7 bulanan waktu itu. So ada “special case” bagi saya waktu mendapatkan si PCX.

Sebelum keluar Vespa 3 valve pun, teman-teman sesama pecinta Piaggio – Vespa juga banyak membisik, apa sih kehebatannya 3 valve? Kalaupun nantinya keluar, efeknya seberapa sih? Tambah kenceng? Tambah irit? ya…. efeknya dikiiittt, itu mah marketing doang! Supaya Vespanya kelihatan baru! Waaa, ya betul saya pun membenarkan juga.

Si teman kembali meneruskan, emang elu masih mau LX? Dulu waktu baru masuk memang kelihatan keren, tapi sekarang gimana? Eaaa, si teman yang sempat tadinya mau bareng ambil LX akhirnya ambil GTS. Saya waktu itu berpikir, GTS ini too much bagi saya, terlalu mahal untuk dipakai harian, memang ccnya 250 dan pasti bisa kebut, tapi buat apa juga ngebut di Vespa Classic? Harganya GTS juga gila-gilaan. Ya kalau mau ngebut ya ambil Ninja aja sekalian🙂.

So akhirnya karena soal timingnya, saya akhirnya ambil PCX. Sekarang pun antara LX 150 3vavle dan PCX 150 kalau dengan keadaan sama-sama ready stock, rasanya saya tetap pilih PCX. Lain soal kalau LXV. Hmmm….

Sekarang si teman ngomong lagi, udah PCX lu jual deh to, ambil LXV….

OK that is me… soal timing, sekarang coba bicara motornya …

Bisa jadi jalan yang harus saya lewati seperti ini.

Kalau adu specs antara PCX vs LX, sultilah kalau mau ngalahin PCX. Mulai dari ban ukuran 14 yang rasanya lebih cocok, 150 cc nya juga terasa bener-bener 150 cc, alias lebih kenceng dan bertenaga. Posisi duduk PCX juga lebih nyaman, belum lagi bicara bagasi.

Tentunya LX punya kelebihan soal image dan lifestyle. Principal dari Piaggio Indonesia tahu tentang itu, jadi jarang melihat print ad Vespa bicara tentang specs. Yang disodorkan Vespa lebih soal gaya hidup. Bukan berarti PCX tidak punya “lifestyle” tapi yang ditawarkan LX tidak bisa digantikan dengan PCX. Beli Vespa LX seperti membeli tiket masuk ke gateway to coolness. Pembelinya LX has nothing to prove, kalau ada motor lain lebih kenceng, lebih irit, lebih canggih – ya like I give a fcuk.

Kesimpulannya akhirnya gimana? Siapa lebih baik? Terserah Anda dong, 2-2nya bagus!

Bagi brand: How to win customer like me?

Make the customer feel “special”, how?


Responses

  1. sama2 bagus om, tapi kalau saya memilih maka pilihan akan jatuh ke PCX. sbnrnya naksir GTS jg tapi harganya sangat berat dikantong untuk dipakai harian…..

    anda sendiri kalau disuruh pilih PCX atau Joyride, sebenarnya milih mana?

    • joyride – joymax saya sendiri pilih PCX, apalagi untuk harian.

      • Bisa minta alasan lebih detailnya mas sedikit? Saya masih bimbang antara joyride-pcx. Saya senang dek rata, karena memang sering boncengan dan bawa tas boncnger dan tas ridernya. Dan saya belum pernah tes keduanya. Terima kasih mas

      • Saya nggak bisa kasih detail, karena ujung-ujungnya preference pribadi bro. Berdasarkan kebutuhan dan keinginan pribadi. Kondisi berkendara saya pasti lain dengan bro.

        Baik Honda – Sym – Piaggio-Vespa Sun – Piaggio Indo, ini semua teman dekat dari dulu. Masing-masing ingin motornya yang di pilih. So, saya tutup brandnya dulu, antara Sym dan Honda aja yah.

        Yang saya cari adalah kendaraan harian, dengan sekali-sekali untuk agak jauh. Berdasarkan history berkendara saya, nggak dibutuhkan kendaraan untuk touring sampai lebih dari Puncak lah. Saya lebih perlu untuk kendaraan operasional harian.

        Di joyride memang kaki saya bisa menapak dengan aman, tapi … bodynya tetap saja gede. Akan sulit untuk pakai joyride sebagai kendaraan harian. Noted ini kondisi saya lho, parkiran sehari-harinya saya juga🙂.

        Selain itu saya sudah pernah ada X evo, 250 cc. Memang OK, bagsi gede, bertenaga, tapi lagi-lagi nyaman untuk di bawa jalan jauh, bisa-bisa dalam seminggu si motor cuman sekali di bawa keluar.

        KALAU, kalau compare joyride vs PCX, sulit. Karena classnya beda, yang satu hampir masuk ke kategori maxi scoot walau secara cc-nya belum. Kalau mau compare rasanya lebih seru compare joyride vs joymax vs X9 vs X evo. Harga secondnya maxi scoot Piaggio rasanya di kisaran 40-60 an.

  2. PCX dengan LX sama2 minum pertamax ya mas bro? Apa ada pengecualian di PCX yang boleh minum premium? Di buku panduan PCX minimal ron berapa mas bro?

  3. Om, itu jalan tembus dari Mega Kuningan ke Gatot Subroto – jembatan penyeberangan sebelum SPBU Pertamina ya ?!?

    Btw, Piaggio – Vespa sudah benar menempatkan image jualannya.
    Be different, be cool, nothing to prove, enjoy life ….
    🙂

    Btw, supportnya Piaggio Indonesia termasuk bagus lho.
    Jelek di urusan STNK & BPKB tapi bagus di support after-salesnya.

    • iyaaa, tembus!🙂
      Itu diambil waktu abis turun dari transjakarta

  4. Pcx….

  5. Kalo beli vespa itu anggep saja beli keanggotaan di komunitas yg peduli sesama member dan guyub…:-)

    Kalo masih nyari value dan utility ya mendingan ke matic jepang yang gak terlalu pasaran….dulu jaman beli matic pertama kali harus milih antara beli skywave 125 vs fly 125, setelah liat-liat harga parts dan servicenya akhirnya milih skywave…..kalo sekarang antara beli PCX 150 vs LX 150 ya pasti milih PCX soalnya kalo liat bentuk musuhnya PCX 150 mestinya X9 atau X10😛

  6. kompor baget lu om bikin banyak orang galau

  7. Judulnya aman..coba honda VS merk tetangga yg itu..pasti koment nyampe ratusan:mrgreen:

    • Yamaha/Suzuk belum punya matic sekelas bro

  8. kalo majesty s155 masuk gimana om ? pilih mana ?hehehehehe..

    • Kalau majesty 250 pastinya majesty! Tapi yang majest s 155, kok terlalu mirip dengan Xeon, tapi warnanya putih aja. Rasanya kok kurang luxurious.

      ________________________________

      • masuk sini kemungkinan b erubah dari XMax jadi XeonMax…..lagi galau nunggu harga TMax keluar….hahahaa

  9. just info LX 2v tarikannya setara dg pcx125. sehari2 make LX 2v nih, lumayan lincah hanya kerap terganggu dg spion gedenya yg menjulur keluar.. soal irit tidak bisa dibilang irit kecuali bandingannya mio karbu hehehehe…

    emang bener make vespa LX yg dicari adalah sesuatu yg beda diantara kerumunan (atau gerombolan?) motor di jalanan. kalah cepet, kalah irit bodo amat, ini vespa cuy!!!

  10. gak ambil MP3 yang 125 aja bang?? keren juga tuh…

  11. Saya pilih pcx krna kebutuhan maklum plng pergi boncengan, buat naro helm, jaket jas ujan masuk, power lumayan ok, cuma kelemahan menurut sy bodi pcx yg plastik kayanya kurang rapi kalo dideketin, agak beda sama lx yg dari plat…

  12. commuter… PCX
    lifestyle & sekedar punya + gaya… LX

  13. wahaha…
    tengkyu juragan artikelnya… :p

  14. wahaha…
    tengkyu juragan artikelnya… :p
    Ini yg gw cari2…
    Opini pribadi nya oke banget.

  15. thanks gan buat reviewnya😀
    ane suka cara pikir agan yang ga aneh-aneh, memang keduanya bagus tapi kembali lihat diharga PCX lebih mahal 4jt saat ini (baru saya lihat tadi). nah numpung agan sudah punya PCX kira-kira dari harga lebih itu agan dapat apa saja?

  16. masing masing punya kelebihan dan kekurangan saya menikmati keduanya baik lx maupun pcx, tapi yg paling sering dipake blusukan tiap hari adalah beat xixixixi

  17. keren emang nih
    retro abizzzz


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: