Oleh: arantan | Mei 26, 2013

1.000 km pertama di Honda PCX 150, okelah

arantan-parkir arantan-pcx-888

PCX 150 putih saya saat ini di KM 920 an, alias hampir 1.000 lah. Umumnya kilometer tersebut diraih dengan pulang pergi ngantor, seminggu dipakai sekitar 3 kali-an, dengan jarak perhari sekitar 30 km an. Jarak terjauh adalah pada waktu digunakan ke AHM Plant 3 di MM2100 Cikarang.

arantan-pcx-parjo

Secara overall, kesan saya baik.

Untuk performa tarikan bagus, smooth di low speed dan lumayan bisa ngebut lah. Saya belum ketemu track kosong yang cukup panjang, jadi selama ini top speed yang pernah saya capai baru sekitar 110 kpj lebih. Rasanya bisa lebih lagi tapi kurang tahu maxnya bisa sampai berapa.

Soal bunyi juga sangat imppresive, kalau lari 60 kpj di jalan dengan aspal yang baik, maka yang terdengar hanyalah bunyi angin. Sebegitu senyapnya.

Pengereman juga sangat baik, tuas rem belakang saja OK, tuas combi brakenya juga ok.

Suspensi juga saya bilang baik, tanpa keluhan, pada jalan halus dengan lubang masih OK, medium speed, sekitar 40-50 kpj di tikungan masih OK. Tapi pada jalan rusak alias non aspal, PCX sulit melawan. Waktu parkir di foundry 8/SCBD dimana parkirannya berupa tanah merah bebatuan, terasa sulit memakai PCX.

Kesan-kesan lainnya sudah pernah saya tuliskan lebih panjang di sini, sekarang ketika PCX hampir jalan 1.000 km, kesan tersebut masih sama.

Beberapa problem kecil adalah bukan pada PCXnya tapi butuh pembiasaan dari saya sebagai ridernya. Body nya PCX yang besar sampai ke bawah kadangkala menyulitkan saat harus masuk ke ruang sempit. PCX saya berwarna putih sehingga baret sedikit langsung sangat kelihatan.


Responses

  1. dulu mau ambil ne matic tp tau indentnya akhirnya ganti cbr😀

  2. Kalau di jalan rusak yg paling kerasa memang suspensinya…..terus kalau di tambahkan asesoris seringkali pemasangan tidak bisa presisi dan menimbulkan bunyi2an kala jalan rusak. Satu lagi yg saya temukan kala hujan ban IRC ternyata sering agak selip.

  3. ehmmm temen ane punya PCX , tinggal di cianjur, beberapa kali dia ngalamin los power dan rollernya cepet baget aus. apakh memang untuk karakter medan yang kayak gt pcx agak kedodoran ya……..maaf bukan BC ini true story lho…

    • Wah, apa mesti siap-siap yak?
      Sudah jalan KM berapa dia? Tiap berapa KM ganti roller?

      • nanti ane tanya lagi mas bro kayaknya sech ngga lama , karena ane make merk taiwan jd kami sering ngobrol , kalo kilometer sech ngga tau ane masbro tapi yan g pasti ngga nyampe 3 bulan kok. pemakaian pun jarang karena dia sering dines luarkota 2 minggu lamanya dalam sebulan. info terakhir sech mau ganti yang racing part dr thailand ,

  4. pengen banget beli pcx tapi sayang harga gak masuk akal buat saya. hehehehe

  5. indentnya gila2an
    mosok harus indent sampai 6 bulan
    ckckckkkk

  6. boleh tanya jujur ke mas arantan, lebih pilih vespa lx/s 150 apa pcx ini? cuma mau tau aja…🙂 tngkyu…

  7. Dari deskripsinya, PCX150 ini jauh lebih nyaman dari LX150ie, hehe.. Dulu pas nanya-nanya PCX150 malah dibilang jangan sama Salesnya, karena indent-nya gak jelas, bisa sampe 6 bulan.

  8. Sangat nyaman,sangat nyaman dan benar2 metic sesungguh nya,saya pakai sdh 2 tahun

  9. nyaman koq pakai pcx, kalo nggak cukup duit beli aja harganya yang dibawah pcx… asli kualitasnya , harga tidak pernah bohong😀

  10. mantab… terima kasih sudah berbagi bagi para rider pcx. semoga pcx nya tetap awet sampe tua hehehe….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: