Oleh: arantan | Mei 24, 2013

Sebelum sosialisasi cara berkendara yang benar, psikologi orangnya yang harus di sehatkan dulu …

Apa yang kita lihat di jalan Jakarta saat ini sebetulnya adalah output dari penyakitnya orang Jakarta sehari-hari. Ya kalau orangnya sudah sakit, setressss kemudian dikasih kondisi jalanan yang menantang, ya jadilah saling serobot seperti apa yang dialami saat ini. Saat ini kalau bermotor, saling serobot sudah sangat biasa, mau mengharapkan antri masuk satu-satu kala jalanan macet sudah tidak mungkin. Saat satu-satu lagi mau masuk samping kiri mobil dan kebetulan ada ruang di kiri misalnya halaman/jalan masuk kavling… pasti disikat dari kiri tersebut. Ini manuver-manuver yang sudah terlalu umum.

Begitu umumnya sampai tidak di ketahui lagi apakah hal tersebut benar/tidak, sopan/tidak, etis/tidak etis, yang ada semua orang melakukannya, berarti saya pun juga “boleh/harus”. Perasaan bersalah karena memotong orang lain sudah hilang. Tidak lagi perlu memberikan ruang gerak bagi teman-temannya sesama pengguna jalan lain.

Ya mungkin mulai dari percobaan sekali-dua kali, lama-lama jadi kebiasaan, akhirnya model berkendara begitulah jadi keseharian berkendara.

Ini ada ungkapan menarik,yang mau saya share…

Watch your thoughts; they become words.
Watch your words; they become actions.
Watch your actions; they become habits.
Watch your habits; they become character.
Watch your character; it becomes your destiny. 

Lao Tzu (< konon)

Soal berkendara rasanya langsung masuk ke tiga yaitu, watch your actions, karena aksi kita lama-lama menjadi suatu kebiasaan.

Kebiasaan tersebut akan membentuk karakter kita, kebiasaan motong orang, lama-lama kita jadi mati rasa, sebodo amat jika ada orang lain yang harus mengerem mendadak atau ketabrak gara-gara aksi kita. Pendeknya lama-lama jadi: Motor gw, gaya gw… Gw mau mencuri trotoir, naik jembatan ya terserah gw! Masssalah buat lo?

Kalau sudah jadi kebiasaan, ya ini akan menjadikan kita menjadi pribadi yang menyebalkan. Kebiasaan motong siapapun, lama-lama mati rasa.

Kira-kira bakal jadi apa orang-orang yang menyebalkan itu?


Responses

  1. aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita

  2. di tempat gue saja sudah seperti itu broooo…….padahal baru di kota solo yang belum separah jakarta

  3. Apa itu definisi dari Safety Riding?

    • yg pernah kau pelajari sich.

      bagaimana teknik mengendalian motor dan tubuh kita dgn benar, baik dalam situasi normal dan tidak normal.

      contoh:

      bagaimana teknik melewati polisi tidur.

      bagaimana teknik membelok yg bener.

      bagaimana teknik melewati tingkungan dgn bener

      kalu salah betulin yach

      • Itu sih mungkin lebih ke arah “Riding Skill”…

        Soalnya saya nyari di forum2 luar, belum pernah ketemu tuh sama istilah yang namanya “Safety Riding”🙂

  4. gw trmsk org yg sk ngerasa brsalah kalo ud motong jalur org (minta maafnya:lambaian tangan)..
    tp kalo ada org yg motong jalur gw… kalo pas lg waras ya disabar2in.. kalo pas lg ga waras gw kejar tuh org… smbl treak alay asssssss**********u…
    jalanan djkt ibarat rimba sih om.. jalam pelan2 smbl jaga jarak pas dkemacetan pilihan yg terjadi cm 2
    1.jalur qt dipotong
    2.diklakson2 / diblayer2 / tabrak dr blkng…
    hadeeeehhhhhhh

  5. gimana yach,

    berhenti dibelakan garis putih, diklason melulu dari belakang.

    lampu merah belum ijo, liat ngak ada mobil/motor msh jauh, terabas tuh lampu, diklakson juga

    plg bisa tenag kalu hari minggu, brenti dibelakang grs putih juga ngak ada yg klaksonin.

    antri 1 baris dijalur kanan samping mobil,

    motor yg dibelakang pada ambil kanan semua, ngak mau antri dan sabar macet total dech.

    yach ngitulah keadaanya,

    mau tertib, yach susah.

  6. Di Jakarta mesti banyak sabar dan tawakal kalau enggak cepet kena stroke….

  7. Pertanjaan nja, bakjal djadi apa orang orang menjebalkan itoe??

    Djawaban nja, maoe djadi mayat sejera

    =D‎​​◦°◦нå◦нä◦нã◦нä◦нâ◦°◦=D

  8. Anehnya di jakarta ketika macet manuvernya ngeselin, potong bebek angsa, serobot jalur orang seperti serasa dia yang waktunya paling berharga sedunia akhirat. tetapi ketika jalan sudah mulai lengang kecepatannya paling eco riding tapi di tengah jalan.

  9. serba ironis.. bener jd salah, slah dibenerin..

  10. saya orang kmpung, di bwah kki gunung slamet jawa tengah.. paling gemes liat motor Plat B di kmpungku. terutama saat lebaran tingkat kcelakaan tinggi d kmpung saya rata” ya plat B.. memang rider didikan kota pada stress… malah bikin stress orang kmpung. payaah…

  11. orangnya bakal jadi apa ya? ya paling ujung-ujungnya kena batunya dari orang yang sejenis…meskipun ga tau kapan

    kalau ane sebisa mungkin tertib, berhenti dibelakang garis kalau memungkinkan….kalau diklakson bodo amat, mau teriakin gua? ya bodo amat juga…kecuali udh maen fisik, baru dilayani

    tapi emang yang ngeselin jalan macet gara2 ada mobil atau motor yang jalan dengan kecepatan seenak udelnya padahal udah tau jalannya itu lajur cepet dan gilanya jalan ditengah2 jadilah macet dibelakangnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: