Oleh: arantan | Mei 13, 2013

Brand Jepang pun bisa membangun komunitas kok …

IMG_8125

Komunitas PCX yang saya jumpai di luar arena Parkir Timur. Waktu itu sekitar jam 20:00 an, hari Jumat malam Sabtu, sehabis saya melihat loading booth komunitas KTM di Otobursa. Saya tidak sempat ngobrol dengan komunitas PCX ini, cuman markir paling kanan kemudian harus cabut lagi. Sayang juga kalau komunitas PCX tidak bisa manggung di gen berani. Tapi komunitas ini terlihat sudah running – jalan kompak.

Walau cara pabrikan Jepang tentu lain dari caranya Piaggio – KTM, tapi langkah merangkul komunitas ada. Setiap kali ada peluncuran motor baru, perwakilan komunitas pasti diundang kok. Beberapa kali kalau di acaranya Yamaha – Honda, selalu ada teman-teman dari komunitas. Sampai acara kemarin test drive dan bedah mesin Verza di Honda Training Center ya ada perwakilan Honda. Acara tour pabrik AHM  MM2100, ya ada lagi. Kawasaki pun begitu, sampai kirim undangan dalam bentuk post card setiap kali ada launching motor baru.

Selain dari product activation, Honda pun punya acara besar seperti Honda Bikers Day yang mengundang perwakilan komunitas, Yamaha pun juga begitu. Untuk Suzuki saya kurang begitu dengar.

Akan tetapi …

Ini acara-acara bentukan dari si brand sendiri, alias triggernya memang dari brand dan memposisikan komunitas sebagai “tamu” di acara. Sense of belongingnya tentu lain jika acaranya di trigger oleh komunitas dan brand support. Contoh…. komunitas bikin acara, apakah brand mau support? ROI dalam bentuk sales tentu tidak direct, tapi relationship saja, lha kan relationship goes both ways.

Open channel saja ke komunitas, kadangkala brand juga takut seolah komunitas akan menghisap duit terus dan ketika tidak bisa di support malah akan jadi bumerang. Belum lagi kalau ada 1 komunitas yang di sayang, lainnya lagi tidak … waaaa…

Seringkali close contact bukan pakai duit kok, tapi perlu keluar waktu dan tenaga.


Responses

  1. bisa…..pake banget….cuma sesnse of belongingnya ga sekuat vespa klo menurut saya

  2. banget2 bs, cm tasteny g se catchy brand erop..

  3. bisa om, noh honda tiger idup karena komunitas…

  4. komunitas vespa memang sangat kuat. terutama komunitas2 lama, cuman agak sayang, piaggio tidak merangkul club2/komunitas vespa yang sudah lama… yang dirangkul hanya kalangan tertentu seusai pasar mereka sekarang yang memang middle – high class….

    soalnya belum pernah denger piaggio indonesia rangkul komunitas seperti SOG yang sudah sedemikian besar dan sudah lama menjadi klub vespa juga IVI yang merupakan wadah komunitas/klub vespa se Indonesia dimana pemilik vespanya juga sangat beragam, dari yang asal hidup, yang doyan turing, yang gak perduli ke “asli”an vespa yang penting bisa ngacir tanpa trobel, sampai yang punya modal besar untuk mempertahankan originalitas vespa biar mogok2 melulu walau cuman buat rolling thunder kelililing kota ajah…… belum lagi komunitas vespa yang terbentuk dari para supporter sepak bola, seperti jack scooter (persija), viking scooter (persib) dll….
    padahal merekalah yang mempertahankan eksistensi vespa di Indonesia sampai sekarang…

    please correct me if I’am wrong…..

  5. Benefit owner ikut komunitas apa? Rasanya kalau cuma touring bareng atau di undang setiap ada launching produk baru sudah kuno…yg diharapkan owner kan ada support dari brand untuk melobi pihak lain sehingga produknya makin eksis dan ownernya jadi happy. Contoh paling simpel yg bisa dicontoh brand jepang kan lobby piaggio ke pihak mal untuk sediakan parkiran khusus….kapan brand jepang ada yang bisa begini…?

    • Ya, betul juga. Perlu ide-ide refresh lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: