Oleh: arantan | April 29, 2013

[Updated] Jadi premium itu RON nya setara pertamax? Hore!!!

Mungkin infonya terlewat karena ada 2 kasus naas yang menimpa tokoh masyarakat dan teman pemotor di media secara berturut-turut. Tapi di detik sebelumnya sempat muncul kalau RON premium selama ini ternyata setara dengan pertamax.

Alasannya karena di dunia sudah tidak ada lagi yang menjual RON 88, sedangkan bensin tersebut kita impor. Untuk downgrade RON akan makan biaya lagi, so… keluarlah premium ber RON 90 premix – 92 pertamax.

Namun fakta terbaru dari pengakuan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) maupun PT Pertamina (Persero), bahwa bensin Premium yang dijual di SPBU adalah Premix dengan Ron 90, bahkan juga ada yang dijual Ron 92 sekelas Pertamax. Apakah ini melanggar aturan?

Menurut Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto menegaskan kenyataan tersebut tidak bisa disalahkan. Justru masyarakat diuntungkan dengan membeli BBM seharga RON 88 namun mendapatkan BBM yang kualitasnya lebih baik yaitu Ron 92.

“Itu tidak salah, kalau masyarakat mendapatkan sesuatu produk yang kualitasnya lebih bagus apa salah? tidak kan,” kata Djoko ketika dihubungi detikFinance, Kamis (25/4/2013).

OK…

Impactnya apa… lha motor dan mobil saya pertamax karena dari specsnya mengharuskan demikian. Tapi kalau sekarang ketahuan ternyata premiumpun RON nya 90-92, ya mending downgrade toh? Lumayan banget lho! Dari pertamax seharga 9.000 rupiah an ke 4.500!!! Kalau masih di subsidi, nanti pun mobil kalau naik masih 6.500 per liter!

Alphard nantinya pun boleh beli premium gan! YAY, beli alphard, bensinnya sama dengan mobil berumur!!!! Dari sini.

Jakarta – Pemerintah berencana memberlakukan dua harga bensin premium pada 1 Mei 2013. Mobil pribadi, termasuk mobil mewah seperti Alphard cs diperbolehkan beli premium Rp 6.500 per liter.

“Dua jenis BBM subsidi, sepeda motor, plat kuning atau angkutan umum masih boleh beli BBM subsidi Rp 4.500 per liter,” ujar Djoko ketika dihubungi detikFinance, Selasa (16/4/2013).

Dikatakan Djoko, sedangkan untuk BBM subsidi yang direncanakan Rp 6.500-Rp 7.000 per liter untuk mobil plat hitam, bebas digunakan juga oleh mobil mewah.

Itu mobil, gimana kalau motor?! Ninja 250, CBR 250, yang tadinya harus pakai pertamax, sekarang jadi buat apa pertamax toh? Motor premium RON 90-92 pun dapat subsidi gan!!! Aduh terimakasih banyak ya pemerintah!!!

Saya lagi menghitung pengiritan.
Motor, 60 ribuan per minggu jadi … 30 ribuan??? Widih!!!
Mobil 150 ribuan per minggu, jadi … 100 ribuan??? Uwaaaaaa!!!

Mending kalau RON nya sama ya premium/pertamaxnya di satukan aja apa ya?

Anyway busway ini mantab sekali gan!!! Buruan!!!

UPDATED

Dari sini.

“Kita tidak beli gasoline 92-95 untuk digunakan sebagai premium, kita memang beli ron 90 untuk premium, namun itu dilakukan dalam keadaan terpaksa jika sedang tidak tersedia Ron 88 di pasar,” tergasnya.

Diungkapkan Hanung berdasarkan data impor BBM Pertamina Maret 2013, Pertamina impor sebanyak 47 kargo dan Februari 2013 sebanyak 48 kargo.

“Namun dari 47 kargo pada Maret 2013 hanya 3 kargo yang berisi Ron 90, Februari 48 kargo hanya 1 kargo yang berisi Ron 90,” jelasnya.

“Ini perlu dijelaskan agar tidak ada polemik di masyarakt, premium di SPBU tetap Ron 88,” tandasnya.


Responses

  1. mangtabhhh……keren pemerintah

  2. Ga jelas dah…. Mesti dibuktikan secara clinis…

  3. apaan, pas itu ane pernah salah ngisi ke premium ke ninja 250 gara gara tengah malem (penjaga pomnya mungkin ngantuk). alhasil, besoknya ngelitik parah dan setiap gasnya diplintir dikit, keluar asap item.

    • kykny g separah itu mazbro.., paling kl nglitik iya..,

      • kenyataannya gitu bro. awalnya ane gak percaya, karena dibilangin temen ane. pas ane suruh bawa motor ane, dan “ditariklah” motor ane. alhasil keluar asap item.

        besoknya ane tiban itu bbm pake super extra. dan butuh waktu 3 hari buat ngehilangin itu asep item.

  4. http://m.detik.com/finance/read/2013/04/26/154557/2231479/1034/

    ada yg udh tes? klo saya pribadi sih rasanya emg premium itu ron 88. krn pernah bandingin, saat isi pertamax(atau shell 92/total 92 ), tarikan enteng. tp begitu isi premium lgsung melorot lg. pdhl setelan mesin ga diubah2. tp pernah sekali dua kali, ttp isi premium tp tarikan agak enteng dikit, jd kualitasnya ga sama & random. pas besoknya isi lg di spbu yg sama tarikan melorot lg sprti premium “biasa”. jd klo ada bensin yg ron nya 90 masuk dispenser premium 88 di spbu itu mungkin bisa dibilang 1 : 100 kali ya.

  5. tapi kok warnanya jauh beda sama pertamax ya?

    • Naaa…. sekarang mereka baru bilang juga, warna bensin itu bisa diatur!!!
      Kasih sirop kali yah…

      Dannnn…. dari 2003! Ya memang kita bisanya patokan panca indera saja sih, kita, Anda – saya cuman tahunya beda warna aja.

      Warna hanya pembeda, bukan ukuran oktan

      Sementara Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto mengatakan, bensin premium yang dijual di SPBU adalah bensin pertamax dengan Ron 92. Kondisi ini diduga telah terjadi sejak 2003, karena saat mengimpor, tak ada lagi negara yang menjual bensin jenis premium.

      “Setahu saya premium keluarnya pertamax di SPBU sudah terjadi sejak 2003,” kata sumber di lingkungan ESDM, Kamis (25/4/2013).

      • Antara shel super dan super ekstra sekarang v power, juga ga ada beda warna…..
        Warna mah bisa diatur sob…..

      • pemberian warna pada BBM costnya lebih murah mungkin dibandingkan harus menurunkan nilai oktan pada BBM tersebut😉

        cmiiw

    • Warna bisa diatur.
      Ingat waktu awal Shell jualan reatil di SPBU.
      Semua produknya warnanya kuning bening. Baik Super maupun Super Extra warnanya sama.

      Setelah beberapa saat, warnanya berubah.
      Waktu saya tanya, katanya disuruh pemerintah untuk memberi warna.
      🙂

      Ada alat untuk memeriksa kadar RON/MON yang praktis.
      Tapi harganya ……. ……….. jutaan …..

      Namun, penjelasan bahwa Premium Pertamina memiliki oktan >90, sulit bisa dipercaya dan sulit dibuktikan.
      Karena :
      1. Alat untuk memeriksanya harganya jutaan
      2. Harus ke laboratorium khusus untuk memeriksanya

  6. Mau dikata premium ada yg ron 92, intinya sebisa mungkin saya ngga mau pake bbm yg disubsidi.Mau gaya jangan irit,mau irit jangan gaya.

  7. Ya kalu dari sumber orang pertamina sendiri sih bilangnya, yang bedai premium dan pertamax adalah adanya penambahan zat aditif di pertamax, selain itu juga anti karat. Ada tambahan cairan kimia yang lain sih cuma saat diceritain kurang perhatiin :))

    Makanya kualitas pertamax dan premium beda.

  8. bisa ngga??…sanggahan itu karena pihak pertamina (atau mungkin pemerintah lebih tepatnya) ngga mau kalau pemakai bbm non subsidi beralih ke bbm subsidi..yang effectnya menaikkan total anggaran subsidi bbm

  9. Seminggu motorku bisa 90-100rb… Asiiik! Bisa disunat jadi 50rb🙂

  10. Andai ron 90 knp bensin msih warna kuning dan nglitik klo dipake pada kndaraan kompresi tinggi?? Kan aneh..

  11. make premium/pertamax kerasa kalau motor kompresi tinggi 10,xx, skrg pake motor kompresi 9.xx gak ada bedanya di kilometer apa tarikan.

  12. Setuju

  13. sesulit itukah memproduksi sendiri sehingga kita musti impor?

    kemana uang untuk investasi membuat pabrik sendiri sedangkan bahan baku minyak nya kita expor?

    sebegitu tergantung kah kita…bayangkan jika ada perang dunia…harga premium naik…devisa kita tersedot…bukankah lebih baik memproduksi sendiri?

    sudah saatnya berpikir panjang mas broo…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: