Oleh: arantan | April 23, 2013

India yang kemurahan atau Jepang yang over price?

India, Italy, Jepang.

Bottom line… nggak akan tahu, mana tahu biaya produksi sampai ke margin masing-masing perusahaan?

Tapi yang jelas, akhirnya para India ngap-ngapan merugi, sementara para Jepangers makin membesar. So? Kalau lihat dari sini saja, kelihatan siapa yang kelihatannya salah hitung…  Apakah pas disebut “salah hitung”? Lebih tepat mungkin disebut salah perhitungan, tapi hitungan matematikanya bener.

Alias, Bajaj tidak memperkirakan response Indonesia ternyata sebegitu kecilnya terhadap produk mereka. Hitung-hitungannya mereka, pengeluaran untuk biaya promosi, menghidupi branding harusnya bisa ditutup dengan penjualan, nyatanya volume tidak sampai, growth pun kecil. TVS pun salah perkiraan, dalam annual reportnya mereka mengaku salah memprediksi arahan pasar, tadinya mereka pikir harus terjun di bebek, tapi ternyata marketnya sekarang besar justru di matic, tapi bakal ada perbaikan di TVS mengikuti permintaan pasar, we’ll see TVS.

Hasil kesimpulan para India ini sama, perlu longer gestation period, perlu menghidupi brand dan itu butuh waktu, butuh biaya, mereka masih menaruh harapan pada Indonesia, tapi ngap-ngapan nungguin sampai itu terjadi.

Selain itu luasnya Indonesia bisa jadi juga jadi masalah buat India. Luas dan Indonesia sebagai negara kepulauan menyulitkan distribusi, market kecil-kecil ada tapi tersebar. Orang baru mau beli produk kalau ada jaringan di dekatnya… itu kan sulit.

Perhitungan Jepang nyatanya lebih tepat, tapi memang harganya relatif lebih mahal dari keluaran India. Nah, sebagai konsumen pilih mana? Mau yang *konon* over price tapi aman suku cadang, aman keberlangsungan? Harga jual kembali OK? *katanya*.

Paling oke kalau … harga murah dan keberlangsungannya aman

Paling buruk kalau … sudah harganya mahal tapi keberlangsungan ngap-ngapan.


Responses

  1. strategi TVS sebenarnya udah lebih serius di banding Bajaj yang terkesan hanya jual saja namun resikonya juga lebih besar, kalo jepang emang sudah mengakar bertahun-tahun investasi jangka panjangnya berhasil

  2. Beli produk india kalau sudah memikirkan matang2 dan untuk dipakai seumur hidup sampai rusak bukan untuk dijual kembali

  3. bajaj trlalu tncap gas, sbg pmain bru perlu merangsek sec. bertahap. bersaing mlwan pedagang mapan pershaan jepang bkn hal mdah..

  4. brand is mahal,,😀
    http://roda2makassar.wordpress.com/2013/04/23/yamaha-sirius-vietnam-apakah-the-next-vega-fi/

  5. produk jepang aja yang udah jelas

  6. yang jelas pajak di Indonesia lebih tinggi dari India…..

  7. di India Motor murah tapi BBM mahal…..di Indonesia motor mahal tp BBM murah…..pilih situasi yg mana?

  8. imho,kalo menurut saya trend pasar dikendalikan oleh brand jepang,jadi india mau tdk mau harus ngikut,dengan cepat tentunya.

  9. Mahal atau murahnya suatu produk sebenarnya relatif om…kalau memang suatu produk harganya lebih tinggi tapi valuenya melebihi produk lain maka tidak bisa dibilang overprice (mahal). Value disini bukan hanya fitur, performance, atau desain, tapi bisa saja layanan purna jual, harga bekas yg relatif stabil dan kemudahan menjual, ketersediaan sparepart, dan tentunya prestige (seperti kata mbah dukun). 5 Value terakhir yang saya sebutkan, hanya bisa diperoleh dengan konsistensi produsen menjaga kualitas produk dan layanan. Motor india tidak punya ini…Jadi sebaiknya kita menilai produk (motor) secara komprehensif, tidak hanya pada sesuatu yang bisa dilihat (tangible) tapi juga yang tidak kasat mata (intangible). IMHO

  10. Jualan motor kan gak sekadar laku tapi harus perhatikan after sales servicenya…..gak segampang jualan baju yg habis jual selesai urusannya….untuk hal ini India, Taiwan ya mesti belajar dari Jepang….soalnya bukan cuma di Indonesia bahkan di Eropa dan USA pun merk Jepang juga merajalela…..

  11. klo menurut saya, india yg kemurahan.

  12. motor india harus naik harganya kalau mau survive..

  13. motor india punya banyak masalah di indonesia.
    bajaj? saya sih udah prediksi ga bakalan laku jualan ‘pride’ di harga segitu.
    TVS? kirain bakalan better dari bajaj, sampe akhirnya temen saya ngomong, “oh, TVS motor india?? kirain motor cina.”

  14. Imho india yang kemurahan Thunder 125 vs Bajaj 135LS Bedanya hampir 1jtan padahal bajaj sudah 4 klep, 2 busi, speedometer digital, kubikasi lebih besar, desain menawan imho. imho lagi 3s suzuki tidak sebesar honda dan yamaha.

    • yup 135ls luar biasa murah tuh, harusnya dinaikkan 2jt


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: