Oleh: arantan | April 15, 2013

Fitur Idling Stop System (ISS) membuat bensin jadi irit, tapi hati-hati lho …

arantan--7449

Semoga sebelum masuk posting ini sudah tahu sedikit tentang Idling Stop System (ISS) yak, saya cuman sebutkan in summary saja tentang ISS. Pada saat mesin motor dianggap tidak perlu bekerja, maka mesin di stop secara otomatis. Nanti pada saat dibutuhkan kembali tinggal plintir gas, mesin bekerja lagi. Efeknya, kalau secara perkiraan dengan ISS bisa mengirit bahan bakar 7%, bisa kurang bisa lebih. Kalau kondisi berkendara yang banyak stop and go tentu bisa lebih irit lagi, tapi kalau yang lancar terus, antara ISS dan non ISS mungkin tidak ada bedanya. Sekitar 2010 atau 3 tahun lalu, saya dan teman-teman blogger pun sebetulnya sudah mencoba ISS di PCX 125, jadi sekarang hanya bersifat refersh saja.

Saya tidak punya pengalaman di Vario i25 ISS yang baru diluncurkan, tapi teknologi Vario ber ISS pun diturunkan dari teknologinya PCX 125. So ini kakak-adik lah. Karena itu yang saya bahas tentang riding experience ber ISS di PCX saja, harusnya bisa mewakili lah.

Seberapa irit?

arantan--7523

Foto paling atas adalah pada saat pulang kantor hari Jumat 12 April 2013, penunjuk bensin saya sudah berkedip, km di 280.2. Ketika saya mengambil foto diatas adalah sudah dalam area SPBU.

Foto bawah adalah foto saat saya baru pulang dari Astra Honda Plant MM2100. Pulang pergi ditambah nyasar dan pulang ngantor, selisih dari mengisi sebelumnya adalah 415-280=135 km, bensin saya baru turun sekitar 3 setrip. Tanki fullnya PCX di 5.9 liter, saya mengisi 50 ribu pertamax, atau sekitar 5 liter.

So mari berhitung, kira-kira bensin habis 3/4, tanki atau 2 literan untuk 135 km. Jadi 195/2 liter = 67.5 km/liter.
emmm… wow?!

Ada kemungkinan salah dengan hitung-hitungan ini, but I don’t know where is my fault.
Kenyataannya dapatnya segitu sih. Oh iya, di PCX lampu blinking setelah 3 strip habis. Dari full ke setengah rada lambat, dari setengah ke tanki habis… nah itu rasanya cepet😛.

Kondisi berkendara tentunya tanpa vojrider, dengan kondisi macet dan sering terhenti. Kecepatan max selama perjalanan 100 km, sering disentak, kali malang, bekasi, tambun, pulogadung gitu lho.

Pom bensin kemarin adalah pengisian kedua, mungkin kondisi berkendara harian lebih mewakili.

Pengisian pertama adalah ketika saya 6.5 hari pulang pergi ngantor. Di dashboard tertera 280 km, saya potong 10 km saja karena bawaan dari dealer, 270 km untuk 5 literan, sisa 0.9 liter di tanki dia sudah berkedip. So 270 km/5 liter = *berapa anak-anak??? Ambil kalkulatornya …. 54 km/liter.

Kalau dibanding konsumsi Suzuki Skywave 125 karburator … Saya 2/3 hari ke kantor ngisi bro! Ngisinya memang murah kadang 10 ribu, max 15 ribu kalau sudah benar-benar di bawah E.

Secara liter bensin yang dikeluarkan, PCX 150 jauh lebih irit dari Suzuki Skywave 125. Tapi secara rupiah tetap lebih murah menggunakan premium di Skywave.

Warning ISS

Teknologi tinggi … baca manual.

Ditulis di manual agar jangan meninggalkan motor selama mesin mati/indikator A kedip. Karena mesin mati, lampu nyala terus. Kalau lama ya tekor juga …

Apakah aki bisa tekor dengan menggunakan ISS? Ya bisa, kalau makainya nggak bener. Apakah memperpendek umur aki? saya tanyakan langsung ke AHM, di jawab kalau sudah diperhitungkan jadi ada yang diperbesar akinya.

Untuk pengendaraan …

Tetap ada jeda waktu antara mesin dinyalakan dan benar-benar terasa menggerakan mesin. Saat di tanjakan lampu merah, mesin mati karena diam, plintir dulu gasnya, mesin nyala idle baru lepas rem. Kalau rem dilepas saat mesin mati di tanjakan, apa yang terjadi anak-anak???

arantan--7528

arantan--7529

arantan--7506

arantan--7504   arantan--7521

arantan--7503


Responses

  1. sip pak guru…

  2. Kayaknya PCX-150 enak juga buat riding agak jauh.. sayang harganya gak masuk akal..

  3. Cocok untuk perkotaan, terutama Jakarta yang berhenti di lampu lalu-lintas saja bisa minimal 1.5 menit s/d 3 menit …. (perempatan ragunan tuh gila ….. rata2 160 detik s/d 180 detik)

    • Selama ini, saya lakukan manual matikan mesin kalau indikator lampu merah >30 detik.
      matikan lagi kalau sudah 10 detik.

    • tuh tambun dari pasar tambun ke mangun jaya, pernah terjebak di jalan setapak itu selama 30menit…

      yang paling parah di pertigaan menuju babelan dan rawa kalong… pernah stak 2 jam disitu gak bergerak…

      *tepok tutup tengki si tua…

  4. pcx 150 dilokalin harga 25jtan lebih masuk akal dan ambil juga
    hehehehe
    pic terakhir deket fly over summarecon bekasi bukan?

    • Iya, lagi peresmian. Kalau full PCX dilokalkan saya rasa nggak akan, tp kalau diturunkan teknologinya sudah.

      • dilokalkan memang kemungkinan kecil

        u/ menjaga image dan midest konsumen pcx itu sendiri.

        “pcx adalah produk global” dan itu bagi kalangan tertentu punya nilai sendiri dan pembeda dgn vario 125

    • Harga di Thailand antara Rp. 24.5 M s/d Rp. 27.8M.

      • Susah bro compare harga sama di luar negeri, biaya import dan beanya aja berapa. Ya lihat harga KTM Duke 200 di India, lihat harga moge di US, lihat harga minyak di … begitu.

        Ninja 250R/FI, yang paling laku seluruh dunia ya di Indo, tapi nggak di buat juga di Indo. Honda CBR 150R – 250R? secara full sih nggak di Indonesia, tapi varian mesinnya sudah turun ke CB 150R.

        ________________________________

      • Iya, maksdunya saya juga bahwa PCX di negara produsennya juga tidak bisa dikatakan murah juga.
        + ongkir + perizinan + dll ………….. 33 juta OTR Jakarta, rasanya masih oke.

        Btw, saat ISS aktif dan mesin mati. Saat gas diputar, proses mesin menyala itu apakah sama seperti proses stater pada umumnya, Om ?

        (tapi tentunya tidak perlu pencet tombol stater)

      • nggak sama, kalo nggak salah ada dinamo kecil yang terus hidup.

  5. Yap..info yang bermanfaat bagi yang berminat..juga ilmu tambahan..maklum baru kemaren njajal iss..🙂

  6. ISS semakin murah😛

  7. foto terakhir di fly over summarecon bekasi ya pak

  8. ya setiap teknologi itu ada kelebihan dan kekurangannya masing masing,
    balik lagi ke kitanya bisa gak meminimalisir kekurangan itu

  9. Sipppp..

  10. nice share.. biar fitur yg disematkan bener2 dipakai sempurna, buku manual wajib di katamin.

  11. Fitur joss, di pcx juga tetep ada tombol on/off nya gan?

  12. Mau nanya dooong….
    Foto terakhir di Sumarecon dkt GOR bekasi yaaa??

    • iya-iya, lagi diresmikan pas saya lewat.

  13. Khirnya ngerasain juga jalur kali malang…Itu sabtu bro…coba bayangin kalo senin…jalur nggak banget dah…:)

  14. pcx daku ntah dimana rimbanya
    nginden 1 bulan blom ada kabarnya
    mas arantan ada kontak person orang ahm ga buat mempercepat inden ?

    • email aja ke customercare astra, lengkapnya bisa di google.

    • Baru 1 bulan?🙂
      Nggak ada mempercepat sih bro, saya pun dulu waktu PCX 125 dulu sih saya mental nggak jadi ngambil karena nggak tahan nunggu inden.

      Betul, kemarin waktu ketemu sama AHM saya diinfo bisa hubungi Wahana/AHM, untuk info nomor urut inden, mereka punya master listnya.

  15. Kalau di buku manual (hal 19) satu strip tersisa di indikator bensin PCX kira-kira tangki masih terisi sekitar 1,4 L bukan 0,9 L om.

    • Yang di saya kemarin bensin masuk 50.000, alias masuk 5 liter. Jadi kalau tangki penuh full di 5.9 liter, ya sisa di tanki sekitar .9 liter-an. Tapi memang saya nggak begitu kedip langsung ngisi sih.

  16. dulu waktu punya PCX… fitur ISS sangat jarang saya pakai😀

  17. Soal harga pcx yg dianggap overprice, gampangnya bandingkan sj harga ninja250 di thailand dg di sini, selisih berapa persen? Kira2 dg selisih persentase yg sama dg harga pcx thailand akan didapat harga wajar pcx di sini.. Btw pcx memang oke, telnologi mesinnya luar biasa dan sepertinya sangat nyaman..

  18. Tentang indikator bensin, itu dikarenakan bentuk tangki tidak sama antara sisi atas dan bawah. Umumnya bagian atas lebih lebar dari bagian bawah. Mengapa hal ini berpengaruh pada kecepatan pemakaian BBM? Karena indikator BBM tersebut bukanlah dalam satuan volume, melainkan dalam satuan tinggi permukaan BBM dari dasar tangki. Karena itu dari penuh ke setengah lebih lambat berkurangnya daripada dari setengah ke kosong.

    Ilustrasinya kira-kira begini:
    ————– 100%
    ————
    ———- di atas 50%
    ——– di bawah 50%
    ——
    —- 0%

    Anggap ‘-‘ adalah volume isian. Silakan dihitung jumlah ‘-‘ antara full s/d setengah dan bandingkan dengan jumlah ‘-‘ dari setengah s/d kosong. Pasti bagian pertama lebih besar dari bagian kedua. Jadi kalau indikator bensin menunjukkan 50%, itu bukan 50% dari volume tangki, tapi dari tinggi tangki (dan itupun tidak benar-benar pas karena bandul meterannya juga tidak mentok bagian atas dan bawah tangki).

  19. jikalau ISS diaktifkan ( on position )pd saat mau mejumpai traffic light saja dan di nonakatifkan jika sudah melekat. Benar kah jika seperti ini .

  20. jikalau ISS diaktifkan ( on position )pd saat mau mejumpai traffic light saja dan di nonakatifkan ( off position ) jika sudah melewati traffic light. Benar kah jika seperti ini .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: