Oleh: arantan | April 14, 2013

Yang paling jago sebetulnya marketingnya AHM atau Yamaha?

agnes-monica-vario-techno-125-pgmfi-cbs

In short: nggak bisa di tandingkan …

Logika nya AHM sebagai ATPM yang menjual motor lebih banyak adalah lebih pinter karena lebih berhasil. Marketing kan ujungnya sales. Atau Suzuki pantas dibilang marketingnya payah! Iklannya nggak kedengeran! Nggak beriklan berarti bodoh.

Berarti dengan pemikiran sama, orang marketing yang paling pinter ada di AHM, kedua pinter di Yamaha, ketiga pinter di Suzuki, keempat pinter di Kawasaki … yang agak kurang-kurang ada di TVS, Bajaj, Vespa, KTM dan lain-lain!

Ya nggak gitu…  Karena modalnya aja udah beda bro, modal di pakai untuk apa?

Promo Materials Production

Agency, production house, bisa pakai lebih advanced kalau pabrikan berbudget lebih. Bisa lebih kreatif karena mungkin otaknya lebih banyak, shootingnya juga bisa lebih mahal. Contohnya AHM bisa tarik Agnes Monica – BCL bro! Top of the linenya Indo bisa di gunakan! Yamaha?! Jangan ngomong Komeng, tapi jebret ROSSI gan!!! Jeger sekalian. Suzuki?! ya mereka harus peras otak kerja keras, siapa? Irfan mungkin? Vespa – Piaggio pakai siapa? Ya harus menyesuaikan dengan budget.

Internal pun staffnya akan bisa lebih banyak orangnya, markcomm, corpcomm – public relation. Gaji + benefitnya juga harusnya lebih banyak, so memang … ujungnya punya budget extra untuk narik-narik orang.

Placement

352321965_640

1

Modal digunakan untuk belanja iklan: conothnya placement di media cetak, media digital, TV, radio.
OOH, billboard, outdoor
Public relation: PR campaign
Event activation
Belum lagi dealer sampai ke daerah juga bikin promo lokal

Belum lagi penataan dealer, jaringan distribusi…

Semakin besar budegetnya, spreadnya bisa lebih luas, frekwensinya bisa lebih sering, penempatannya juga lebih prestigious. TV di prime time, koran satu halaman …

Kalau pabrikan kecil mau bikin gede sih bisa, tapi bisa-bisa budget satu tahun habis di awal tahun, mereka harus pintar-pintar menyusun anggaran.

Others

Saya sebetukan “others” karena marketng itu sangat luas. Ada marketing strategi, inteligence, survey, yang modal banyakan tentu bisa menjalankan dengan cara proper, hire konsultan, agency yang sudah punya success story bagus. Kalau bikin marketing experiment pun, bisa lebih berani. Kalau berhasil sukur, kalau gagal, ya impactnya masih bisa ditanggung.

Lingkup yang saya bahas baru sebatas marketing communication, marketing pun product marketing, menyiapkan produk yang tepat untuk di lempar ke pasar adalah juga tugasnya marketing.

Modal gede – target gede – margin gede

Akhirnya kesana, keluar banyak untuk mendapatkan banyak, walau tidak selamanya juga. Iklan Yamaha yang integrated membangun brand Yamaha dulu soal irit jamannya Deddy Mizwar itu sangat berhasil membangun persepsi publik … iritnya cuman beda dikit kok! Shootingnya sederhana walau jug atidak murah, rasanya set nya sama alias sekali shoot dipecah jadi beberapa versi TVC.

Modal datangnya dari mana?

Modal datang dari penjualan sebelumnya, itu betul. So yang besar kecenderungannya akan semakin besar, sementara yang kecil akan selalu terdesak, market sharenya diambilin terus. Modal juga datang dari principal/pemilik saham dengan diskusi top management, apakah ada dukungan penuh?

Ya mesti berani spending *yang bener* untuk maju.


Responses

  1. nice sharing

    ternyata lebih luas dan rumit dari yg saya bayangkan

  2. Sip mantab, udah kaya tulisannya Hermawan Kartajaya😀

  3. Joss, Apa yang dimaksud dengan ‘bisa menjalankan dengan cara proper’?

    • Proper ya maksudnya tepat, kalau misal si konsultan suggest survey dilakukan dalam beberapa tahap, iitu bisa dilakukan.

      Contoh survey pasar sebelum motor diluncurkan, FGD sebelum iklan di keluarkan, survey kepuasan pelanggan dan lain-lain. Kalau budget memenuhi semuanya bisa diikuti. Tapi kalau budget terbatas mau nggak mau mesti di kira-kira saja.

      • Sip paham, modal berpengaruh besar. imho yang jago yang bisa jual motor gonta ganti casing puluhan tahun tapi tetap laku.

  4. hrsny mio gt ikon nglanjutin kontrak pake jkt48 lg krn skrng massany lebih besar dr cheribelle..malah pake idp yg agnes wannabe.

    • wah ternyata sudah ada yg berpikiran sama,setuju bro….

  5. nice info

  6. Yamaha yang jago marketingnya, kalo Honda karena pionir (masuk duluan) udah jadi top of mind konsumen sini (ketulung nama dan jaringan yang lebih besar)

    Yamaha bangkit sejak era Jupiter Z sampe sekarang, Rossi + Lorenzo pun dikerahkan, n hasilnya emang moncer beneran, Yamaha bisa begerak dari tingkat 3 ke tingkat 2 menyalip Suzuki, bahkan bisa bikin Honda keder

    • Singkatnya, AHM tanpa iklanpun sudah merasuki mindset ya ….
      🙂

      • Honda masuk ketika sebuah pasar sudah besar. kalo masih kecil mana mau AHM masuk? riset marketing yang bagus ya Kawasaki dan Yamaha, mereka berani membuka lahan baru. AHM?

  7. Sebenarnya sangat bergantung sama tipe motor yg dijual om, dulu jaman masih kerja di majalah otomotif kita pernah angkat artikel soal rebutan keluarga si Doel buat jadi bintang iklan bebek semua ATPM. Kalo gak salah semuanya dipake: Mandra, alm Basuki, sampai2 Rano dibajak mocin maka ada istilah bangau vs bebek segala. Nyatanya penjualan bebek Honda yang tetep moncer…padahal semua bebek ada keluarga si Doel-nya

    dalam perang rebutan seleb buat matik, sebenarnya selebnya gak ngaruh2 amat lebih ngaruh peer presure, desain sama fitur keliatannya. Buktinya Mio merajai fase pertama matik bukan karena kaya fitur tapi lebih karena orang bosan sama bebek + ada dek ratanya. Fase kedua beat yg kaya fitur dan desainnya baru lebih merajai karena orang bosan sama mio. Konsumen udah lebih cerdas mereka sih gak liat selebnya wong mulai Agnes, Daniel, BCL, Komeng, Dedy, sampai Irvan sehari2nya gak ada yg pake motor kok….

  8. suzuki paling ga niat

  9. Ahm dong..

  10. imho,blunder yamaha dalam iklan adalah ambil komeng,betul dia populer,tp sebagai pelawak…jadi seakan-akan pesan dlm iklan bisa dianggap hanya lelucon doank oleh konsumen.
    kalo untuk mio j atau mio gt sebaiknya pake jkt 48 atau lainnya yg bisa jd icon anak muda,kaya honda pake agnes+chibi

  11. Sangat setuju dg argumen Bung Stevant. Tanpa produk yg bagus,iklan hanya akan sia2.

  12. Om, jangan lupa adalah Above-the-Line & Below-the-Line method.

    Untuk pasar-pasar yang exclusive dan dalam kategori Blue-Ocean, biasanya lebih segmented dan tidak gembar-gembor (Below-the-Line), salah satunya dengan dekat dengan komunitas.

  13. yamahs smart

  14. Imho. marketing yang maksud bro arantan lebih luas bro, yang memilih motor apa yang akan dimasukan ke pasar, fitur apa aja yang akan dimasukkan, selisih harga tiap varian, timing yang tepat untuk memasukan suatu produk dengan melihat strategi lawan, dan masih banyak lagi itu juga termasuk kerjaan tim marketing, makannya derektur marketing kadang bilang belum mau memasukkan motor anu atau akan memasukan motor anu ya karena itu emang kerjaannya dia, bukan sebatas milih bintang iklan atau materi iklan saja

  15. Sip, paham. imho marketing keduanya jago, bagaimana menjual motor yang mengganti bajunya saja dari tahun 96 cmiiw tapi tetap laku, atau menjual motor casingnya beda-beda tetapi mesinnya sama.

  16. Sip, paham. kekuatan modal berpengaruh besar. imho keduanya jago y dan h, ada yg gonta ganti casing belasan tahun tapi tetap laku, si pio juga ikut-ikut sudah 10 tahun mesinnya itu-itu aja malah lebih loyo.

  17. Honda di stasiun mangga besar lagi promo gila-gilaan ada panggung dangdutan,bagi-bagi flyers dan DP cuma 500 rb buat type bebek dan matic… Itu berlangsung hampir setiap sebulan sekali


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: