Oleh: arantan | Maret 28, 2013

Handover Bajaj ke Kawasaki, gimana sebaiknya ya?

StalinStatue

Stalin ambruk! And then??? Any plans?

Saya lihat problemnya adalah soal komunikasi yang buruk. Sampai saat ini setahu saya belum pernah ada jalur komunikasi resmi yang digunakan oleh Bajaj ataupun Kawasaki untuk bisa menjelaskan apa yang mereka lakukan. Saat ini yang muncul di publik adalah cuman sebatas “kata si ini, kata si itu….”. Model si anu, itu tidak bisa dijadikan jaminan dan itu bukan caranya suatu korporasi berkomunikasi lah, ada jalur-jalur yang bisa digunakan kok.

Saya jadi melihat ke belakang juga, jangan-jangan KTM dibuat lepas karena tahu plan beginian …

Malah yang terjadi tanpa komunikasi, saya dengar ada penurunan signage bajaj di beberapa dealer. Langsung bro, tanpa ba-bi-bu.

Mestinya gimana?

Jalur komunikasi resmi suatu perusahaan umumnya ada 3.

  • Corporate Communication, mereka yang disini bicara atas nama perusahaan atas kepentingan pembentukan image dan membina relasi ke media termasuk ke blogger
  • Marketing Communication, tugas mereka menjual, keberhasilan mereka diukur dengan banyaknya unit yang dijual ke pembeli.
  • Customer relations, tugas mereka menjalin komunikasi dengan mereka yang sudah menjadi keluarganya Bajaj. Kalau ada complain pelanggan, customer relation yang bisa handle

Dalam komunikasi handover ini semuanya harus kompak berperan. Tapi saat ini yang terjadi adalah kompak diam! 

Mestinya?

Bikin communication plan yang baik, contoh, kalau saya yang buat sih….

  1. Tahapan 1, Assessment
    Customer Relation yang harus pertama kali jalan, pakai jalur gerilya. Bajaj punya loyalitas pembeli dan komunitas yang solid kok. Manfaatkan jalur komunikasi ke komunitas, tidak usah satu-satu pembeli di dekati. One on one dengan key opinion leader di komunitas bajaj. NGOBROL cuman untuk assesment, belum info apapun
  2. Tahapan 2
    Pre emptive Strike
    Sebelum muncul komunikasi liar di publik, dengan pembekalan dari assessment bisa diatur jalur komunikasi dan cara penyampaian yang paling berkenan ke customers. Semua kendala-kendala atas masukkan dari customer harusnya sudah di jagai.
    Undang media, blogger ke suatu event – jelaskan
    Undang customers/komunitas bajaj ke suatu event – jelaskan

    Media akan muncul di artikel, di digital akan muncul di media online dan lewat blogger. Sebaiknya sampai melibatkan ke media dan blogger daerah, jangan hanya Jakarta saja.Jelaskan kalau perpindahan ini adalah “sesuai permintaan customer”, demi customer untuk meingkatkan mutu layanan service, ketersediaan. Juga harus jelas nantinya harus service kemana, dukungan parts gimana, beli kemana, line up produk gimana. Timeline keseluruhan plan juga disebutkan dengan pasti, ya ngapain sih rahasiaan??? Bajaj bukan lawannya Honda kok?!Jangan bilang kalau pergantian ini bersifat top-down karena tukeran wilayah pemasaran, Kawasaki di India dipasarkan Bajaj, maap yaah customer! Sampai tahapan ini JANGAN melakukan perubahan apapun di dealer, semua service tetap jalan, tidak ada perubahan harga dan ketersediaan parts, penggantian pejabat, teknisi.
  3. Tahapan 3, 
    Sesuai timeline yang sudah di info sebelumnya baru terbuka ke publik lewat jalur marketing communication yang modelnya carpet bombing.Kalau mau menghemat (efektifitas budget), bisa meng embed komunikasi soal hand over ke launching product walau sebaiknya sih jangan.Pada waktu launching product, yang keluar sudah bukan lagi Bajaj, tapi Kawasaki – Bajaj. Bersamaan dengan launching product itu 200 NS di jelaskan kalau ini product pertama yang diluncurkan dengan harapan gimana-gimana.Jelaskan dan cantumkan lagi alamat service Bajaj – Kawasaki di semua komunikasi baik above the line mapun below nya. Pada waktu ini komunitas dan pembeli sudah tidak kaget lagi, customer bisa jadi teman bagi Bajaj – Kawasaki. Dengan meng-orang-kan komunitas, maka komunias juga bisa jadi duta untuk bercerita ke teman-temannya, “aman kok!”Kalau yang sekarang terjadi, kalau kita tanya ke pembeli Bajaj, ya ngomongnya, ” Jangan dweeeh!!! Motornya awet, tapi sekali susah after salesnya susah! Bajaj juga mau ngabur!” Gimana mau jualan?
  4.  Tahapan 4, masa transisi
    Setelah muncul product baru dengan komunikasi era baru, Bajaj – Kawasaki masuk ke masa transisi. Dalam masa tersebut motor Bajaj pelanggan bisa diterima di Bajaj dan Kawasaki. Ya teknisi Kawasaki kan tidak begitu saja punya pengalaman bongkar Bajaj juga toh.Masa transisi sebaiknya dilakukan 1 tahun, minimum 6 bulan. Again jangan menurunkan signage apapun dalam masa transisiSelama masa transisi dibuat beberapa kali placement yang di embed ke launching product, tempat servicenya dimana? belinya dimana?
  5. Tahapan 5, pisah sambut
    Kalau semua tahapan sudah dilakukan, saya yakin pasti smooth!!! Bajaj happy, Kawasaki happy, pelanggan happy.
    Setelah masa transisi selesai lakukan seremonial pisah sambut yang jelas.Dimana Bajaj bisa keluar Indonesia sebagai teman! Keluar lewat pintu depan dengan kepala tegak!

Kalau tidak melewati tahapan ini bagaimana?

Ya seperti sekarang ini, kita nggak jelas, tiba-tiba signage pada turun! Lha giliran mau launching product kok mau spend effort untuk komunikasi, tapi kalau pull out kok ngabur sembunyi-sembunyi?

Yang sekarang bukan handover, malah miri dengan kudeta berdarah! HANCURKANNNS!!! Hand over gimana? Ini kudeta bro! Nggak usah dipikirin, hancur leburkan dulu, buat rakyat menderita, nanti begitu muncul pemerintahan baru apapun kelihatan seperti penyelamat!

Bentar … kudeta atau penjajahan ya?


Responses

  1. namanya juga tabrak lari . . .

  2. Syeeereeeem…

  3. mungkin strategi misterius bajaj & kawasaki, agar strategi yang keluar nanti bisa2 membuat kejutan/gebrakan buat konsumen & kompetitor, kalau sekerang di beri opsi kebebasan opsi terutama di media online di kuatirkan pihak kompetitor yg kemaruk akan menggunakan berbagai cara untuk mengantisipasinya ( maklum hukum ekonomi model rimba yang berlaku saat ini )

  4. ok, sedikit brainstorming disini. anggaplah bajaj punya 50 cabang tersebar, ada bengkel, ada penjualan. tentunya divisi penjualan ini bukan hanya di dealer resmi, namun juga di dealer tak resmi.

    jika ada statement: bajaj akan mundur per xx-xx-2013, maka semua unit bajaj yang ada di dealer resmi maupun tak resmi itu akan bernasib seperti apa? otomatis persentase lakunya akan meroket mendekati NOL.

    memang aksi diamnya bajaj seperti perangkap tikus yang menunggu mangsa. namun memang seperti itulah adanya yang namanya dunia bisnis.

    jika memang mau jujur dan berbesar hati seharusnya memang bajaj akan mengumumkan secara langsung di publik, namun hal ini tentu saja akan ‘menghanguskan’ omzet ratusan milyar mereka kan? anggaplah ini cari untung terakhir bajaj sebelum tutup toko, itu juga jika memang akan tutup.

    bisa jadi hanya akan take over oleh ‘perusahaan lain’ atau ‘pindah markas’ ke daerah yang lebih menguntungkan daripada di jakarta seperti halnya kymco yg ganti nama dan pindah ke bali?

    sebagai konsumen ‘bukan hanya’ dalam beli motor harus berpikir selangkah lebih jauh, apalagi untuk hal2 yang perlu servis dalam masa pemakaian. apakah produk ini didukung jaringan servis kuat dsb.

    bajaj memang ‘mulai’ terkenal namun membaca gelagat yang ada memang sebaiknya calon konsumen sedikit bersabar utk membeli motor merk ini, paling tidak di daerah jakarta-laaah…entah gelagat tutupnya ini terlihat didaerah atau tidak.

    langkah terbaik memang wait and see, lihat perkembangan dan pantau lewat berita di media ataupun di blog2 terkait. amiiiinnnn

    • Kebalik banget-banget pisan bro, kalau plannya di share terbuka, konsumen yang sekarang dan mau beli justru merasa tenang, alias dealer bisa jualan.

      Kalau saat ini???
      Coba tempatkan diri sebagai calon pembeli Bajaj.Apakah berani beli Bajaj? 20 jutaan ngepas mending beli yang aman-aman saja kan?

      Walaupun saya tidak pegang barangnya Bajaj, tapi perkiraan saya penjualan saat ini justru SUDAH terjun bebas. Alias plan (*kalau ini disebut plan) diam-diaman ini terbukti gagal. Lihat saja pembicaraan di komunitasnya yang arahnya negative.

      Untuk pembeli baru mungkin mundur dengan pertanyaan:
      Kalau saya beli dealer tutup, nanti beli service gratis dimana?
      Apakah betul diambil Kawasaki? Gimana trainingnya? Gimana kesiapan partsnya?
      Apakah harga service berkala nanti jadi tinggi?
      Apakah Kawasaki support sampai produk lamanya Bajaj?

      Keraguan yang menurut saya tidak perlu terjadi asal ngobrol.

      • Walaupun untuk produk pulsar saya hanya punya gantungan kuncinya, dan bukan motornya, dan jujur saya bukan pemilik ataupun yang fans sama motor pulsar, bagaimanapun juga jika kedua produsen motor terkenal seperti Honda/Yamaha pun ada gelagat seperti ini saya tak akan beli motor mereka.

        Apalagi jika ada pernyataan Honda/Yamaha akan tutup, semua tanggung jawab servis akan dilakukan oleh ATPM lain, semisal anggaplah Minerva.

        Pemikiran saya sebagai orang awam; sejauh mana sih tanggung jawab si perusahaan pengganti ini mau meng-handle? Apakah tidak akan menganaktirikan produk lain yg memang sudah discontinue?

        Discontinue artinya populasinya dari tahun ketahun PASTI akan berkurang. Tak mungkin tidak. Sparepart akan langka, bahkan saat pulsar masih jaya pun seringkali tertulis di berbagai blog langkanya sparepart Bajaj. Bukan hoax apalagi fitnah, silakan lihat di blog2 pemilik Pulsarian. Apalagi saat ada gelagat tutupnya beberapa ‘toko’ tanpa keterangan jelas.

        Memang jika ada pernyataan si anu akan take over masalah servis, memang akan membuat si owner pulsar akan merasa nyaman, yah paling tidak untuk sementara, namun untuk calon pembeli? Saya rasa tidak (asumsi saya Honda/Yamaha yg akan tutup).

        Motor langka = spare part langka = harga spare part mahal = susah perawatan = harga jual turun = calon pembeli seken sedikit = barang koleksi = harga naik ditangan kolektor? (berharap saja demikian dalam 30 tahun kedepan)

  5. klo ada orang sepintar bro juragan ini di negeri ini.. knp indonesia blm maju jg ya…

  6. Yang pasti utk konsumen Bajaj: Kecewa dan menyesal.
    Bukan karena produknya, tp karena Tuan Takur yang melahirkan produk tsb. Culas, licik, pelit, pengecut, pecundang. Sayang produk sebagus Pulsar series, 200NS dll, harus dilahirkan oleh orangtua culas semacam mereka.
    Mantap ulasannya mas Saranto..😉

  7. hiks.. :- (
    http://setia1heri.wordpress.com/2013/03/28/status-galau-para-pulsar-maniac-gimana-nih-bai/

  8. Kalo BAJAJ hengkang dan meninggalkan pulsarian semua tanpa ada pertanggungjawaban yang berkelanjutan, w yakin P200NS juga anjlok penjualannya nanti…!!! Sebab nasibnya pasti akan sama dengan pulsarian indonesia….MANIS DI AWAL SAJA, SELANJUTNYA ANDA AKAN RESAH, GALAU, DLLnya ….. !!! 😦

    w sebagai pemakai pulsar sejak 2007 semakin kecewa berat dengan BAJAJ yang tidak memiliki kejelasan bagi nasib pulsarian se Indonesia nantinya…!!! BAI/BAL…dimana nurani mu…!!!! ;p

  9. Bingung..Memang gak mau apa gak mampu tuh manajemennya melaksanakan seperti penjabaran yg pnya blog

  10. tepatnya misi “BUNUH DIRI”

  11. Ketika volume penjualan tidak mencapai target dan kepuasan konsumen tidak terpenuhi. Rumit. awalnya orang indonesia tahunya bajaj hanya roda tiga, sekarang sudah tahu bahwa ada juga motor bajaj yang bagus, irit, fitur berlimpah, harga murah. Apakah kedepannya motor bajaj akan senasib dengan bajaj roda 3?

  12. yg pasti, klo Bajaj masuknya bener, kluarnya jg harus bener. jgn maen kabur kek pabrikan china dlu, dijamin klo balik lagi bakal kena amukan balas dendam.
    klo ternyata Bajaj msh bs eksis disini dg nimbrung k Kawasaki memang sharusnya diberitaan sec. luas ke publik.. jgn bkin gerak gerik yg bkin gerah.

  13. Apakah YLKI juga melindungi konsumen otomotif Indonesia…??

  14. Jangankan Bajaj. Kawasaki saja punya reputasi buruk soal mundur. Dulu pernah ngilang. Belum lama mau berhenti bikin bebek. Kalau memang dua perusahaan ini mau kerjasama, sangat diragukan komitmennya.

  15. Benarkah bajaj mau bunuh diri. ..menghancurkan nama besarnya. dinegeri dg penjualan roda dua terbesar ke3 didunia..
    efeknya bukan untuk 3-5 tahun ke depan.. mungkin selamanya nama bajaj tercoreng di indonesia..
    sebegitu beranikah bajaj benar benar meninggalkan negeri ini untuk selamanya? ?

  16. Datang gak dijemput pulang gak dianter..😀

  17. No public statement biasanya sdh jadi bagian dr arrangement bisnis. Baik pada akuisisi ataupun merger. Dari segi konsumen tentu merugikan, krn kalau mrk tau rinciannya akan bisa lebih mengantisipasi.

  18. sip ajib,.. menyimak😀

  19. DIE BAJAJ DIE!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: