Yamaha TTX part 2 … ngomong bagus aja banyak, tapi siapa yang mau beli beneran?

yamaha-off-road-scooter-19

Walk the talk … banyak teman menilai TTX “bagus” atau sebaliknya tapi kali ini coba saya tanya yang pasti-pasti saja, sebagai para insan Indonesia yang sudah melek internetan, saya nggak tanya bagus/jelek, yang saya tanya mau beli atau tidak?

Casenya saya pisah jadi 2, yang pertama case bagi yang sudah punya matic dan case kedua bagi para bro yang memang belum punya matic, Anda bakal beli TTX kah?

Case 1

Di garasi sudah punya matic seperti mio, Xeon, BeAT atau vario, mau beli TTX nggak?

Case 2

Belum punya matic. Apakah mau beli TTX sebagai skutik pertama?
Jadi head to head dengan Mio – Vario – BeAT…

Noted: Karena di post di blog yang coveragenya tidak mewakili konsumen Indonesia secara nasional. Tentunya posting ini tidak bisa di anggap mewakili selera market sesungguhnya.

20120329-TTX-1

Marketingnya pun bingung mau masuk mana, kadang di market K-Pop-an, kadang adventure-an?

Sama juga dengan  …

Lexam/Revo AT, in concept bagus, hybrid! Menggabungkan 2 keuntungan jadi satu motor! PASTI laku gan! Ujungnya berdarah-darah dicuekin pasar. Matic nggak, bebek nggak.

Kanzen Taurus? gimana kabarnya? Again in concept OK banget! Bebek yang mengerti keadaan jalan Indonesia! Respon marketnya gimana?

Gilera DNA, pernah denger?

Iklan

41 Comments Add yours

  1. naranara mengatakan:

    Quarantesei aja om.. 946

  2. noFUN mengatakan:

    sebenernya bisa saja dengan bentuk yg sekarang TTX disebut saja sebagai saingan Vario CBS lama dalam hal design “futuristik”..

    dan kelihatannya lebih cocok itu motor dibawa ke arah supermoto daripada motocross.. jadi pengguna TTX tetap bisa “offroad” di dalam kota.. hahaha.. (makin ancur aja kelakuan pengguna motor jakarta kalo dikasi motor matic beginian)..

  3. oka saputra mengatakan:

    kalau komen , i like it
    tapi kalau beli,,, gx akan,,,

  4. agungnovian mengatakan:

    Saya belum punya matic, tapi ogah beli TTX (X-Ride) mau cari yang fungsional, minaml yang bagasinya muat 1 helm…

  5. GrandV mengatakan:

    Heran tenan… bentuknya ajaib gini nekat mau dibawa ke sini… paling yang beli kena hype sebentar, abis itu nyesel… sekarang jamannya 125 cc, bukan lagi 110 – 115 cc. Kalau mau jadi pionir, mending bawa airblade ke sini… survey membuktikan, airblade banyak peminatnya

    1. jakarta kebanjiran mengatakan:

      beda merek om..
      ini lg mbahas ttx yamaha, sedangkan airblade itu honda

    2. hendra mengatakan:

      ironi artikel dan komentar..

    3. pressure mengatakan:

      epic comment

    4. deidara mengatakan:

      ngomong yamaha nyambung2nya ke airblade honda,,
      epic!

      1. arantan mengatakan:

        Ya gimana memang sekarang Yamaha – Honda jadi mirip banget 🙂

  6. absoluterevo mengatakan:

    Bukan airblade tapi nouvo SX harusnya

  7. kepedean mengatakan:

    bener sekali om..
    TTX aka X-ride walopun mo jd first mover biar kaya scoopi vs fino. begitu zoomer-x nongol langsung tewas (asal harganya beti)

    1. blade-in mengatakan:

      ZoomerX pake pelk ring 12. Berani AHM datengin? Zoomer secara desain dan harga lawannya BWs 125, bukan TTX ! Ini yang bikin YIMM berani brojolin niy motor … Pikir AHM maen sendirian. Laku syukur, gak laku gakpapa…!

      1. blade-in mengatakan:

        Sorri… maksudnya …. pikir YIMM …

  8. hi hi hi mengatakan:

    CS1 juga.

  9. kyoghi mengatakan:

    sama aja kalo mau beli scoopy or fino, basic nya to be different, pasti ada marketnya, cuma porsinya mau berapa, n yakin dhe ada bagian dari konsumen retro scooter yg berpaling kesini

  10. topenk mengatakan:

    pasar emang susah ditebak……kata Steve Job: kadang orang tidak tau apa yg dibutuhkan, tp akan menjadi kebutuhan ketika disodorkan…

  11. shumy27 mengatakan:

    tetep aja orang akan mengira ttx ini “cuma mio ganti baju” tapi kalo dibandingin ama zoomer-x lho ya… 🙂

    1. arantan mengatakan:

      Bukan mengira … memang iya.

  12. apri mengatakan:

    gak beli..kurang suka motor matic..

  13. arantan mengatakan:

    Nah kan?
    In the end yang masuk hitungannya APM beli atau enggak?
    Kenyataannya jawabannya ya enggak semua … he he he.

  14. baridienbp mengatakan:

    Sama kaya msx 125 jg gak ya? Kansnya

  15. deidara mengatakan:

    kalo dibeliin matic sama orang, gw milih vario 125/xeon rc

    1. arantan mengatakan:

      Buseetttt 🙂
      Udah dibeliin aja nggak mau dikasih juga TTX, ha ha ha …

  16. stevant mengatakan:

    Karena saya baru aja beli matik ‘premium’ 🙂 ya gak bakal beli TTX, lagi pula bukan penggemar matik ber dek rata, yg joknya kurang panjang.

    Tapi sebagai konsumen saya senang kalau ada produsen berani coba produk baru walau resikonya gagal….biar nanti konsumen yang merespon. Cuma sebagai konsumen juga saya sebel kalau ada produsen cepat nyerah jualan produknya dan terus kapok gak mau masukin atau gak tanggung jawab sama produknya yg sudah beredar….di matik, Yamaha cukup punya track buruk soal ini…majesty, nouvo, dan fino yg telat.

  17. gosong mengatakan:

    Terlalu naif apabila meng”offroad”kan sebuah skutik cuma meninggikan sok, ganti ban pacul tanpa merubah rangka dan menambah stabilitas. Tau sendiri rangka skutik spt apa. Tau sendiri stabilitas skutik single arm spt apa. Jawab sendiri yah saya cuma seorang nubie 🙂 😀 😉

    1. arantan mengatakan:

      Setuju, mesin juga mesti di ganti.

  18. spotfh mengatakan:

    segitunya sampe bikin part 2,
    bro, klo mo ngomongin yang pasti2 aja, ngapain juga bahas hal yg blm pasti .. 😀
    wait n see aja napa, ntar klo data penjualan udah keluar , baru di bahas
    itu baru ngomongin yg pasti2 , bukan asmuni eh asumsi.

    1. arantan mengatakan:

      Yang part 2 karena di part 1 nya banyak teman bilang “bagus”, tapi giliran di part 2 ditanya… mau beli atau nggak? Tidak ada yang bilang mau ambil, ada juga yang bilang dikasih pun nggak mau. Noted kalau saya mau, untuk dijual lagi dong.

      Asumsi gunanya apa? Untuk testing hipotesa, pembuktiannya benar-salahnya nanti. Beberapa bulan lagi ini akan di recall kembali.

  19. gosong mengatakan:

    Tp baiknya sih memang melihat reaksi pasar gimana nanti setelah dirilis. Pasar indo itu unik. Kadang pra-penilaian sebelum produk dirilis itu bs aja meleset. Pernah denger (atau baca, hehehe) donk, seorg blogger senior (dan ningrat pula) “meramalkan” BeAT akan terkapar diserang dan dikepung pasukan Mio series. Nyatanya? U know lah.. 🙂 😀 😉

    1. arantan mengatakan:

      Saya pasti lihat bro.
      Seperti PCX saya salah juga, ternyata laku ya saya akuilah, sampai demand tidak bisa di handle.

      Mangkanya saya ngomong sekarang dulu, nanti lihat lagi penjualan 6 bulan – 1 tahun …

  20. elinus mengatakan:

    Bagus sih TTX
    Kalo mau beli mau aja asal mesinnya 125
    Bukan mesin mio j

  21. kemane aje lo mengatakan:

    mungkin kalo ada rejeki hanya saya kali yang pengen beli….akhirnya sedikit kecele…sama halnya waktu niat sekali pgn ambil cs1,,,sampe bertahun2 orang gak ngerti ini motor apa yah?….hahaha…..ironisnya sampai mo didiscontinu…skrg maen aman ambil vartec dan nvl….tapi saya masih pengen punya sesuatu itu yg “berebeda”……

    =====================
    jawab dari artikel diiatas biar gak oot…saya akan tetep beli kalau udah punya beat/mio/vario….

    1. kemane aje lo mengatakan:

      *kalo ada rejeki….

  22. Robert mengatakan:

    Gilera DNA pernah…lucu….wkwkkwkkwkwkwkwkwk

  23. kasamago mengatakan:

    desain masuk ane bgt, soal urusan bli tergantung dlpangan ntar..

  24. topenk mengatakan:

    saya beli ini…..(kalo jadi beli matic)

  25. 3@mono is the best mengatakan:

    saya beli ini motor buat bajak sawah 1 hektar

  26. gasspoll83 mengatakan:

    asal bandrolnya masuk akal saya beli, dari dulu saya nyari matic unik harga terjangkau

  27. kamil mengatakan:

    Gak bakal beli om dirumah udah ada 2 matik…karena ane demen matik buat harian…tapi kalo yg ini desain sakit jiwa udah gitu mahalnya bos…14,4 juta…mending gw beli scoopy FI atau Suzuki Lets…Belon punya matik retro soalnya…mo beli fino nanggung yg baru mau brojol…

  28. kymcoer mengatakan:

    pasti ada yang beli kok 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s