Oleh: arantan | Maret 23, 2013

Yamaha TTX, I don’t get it …

129103070745230397

Pernah denger never bring a sword into a gunfight?

yamaha-ttx1

Lihat juga video ini, saya 1 menit pertama cukup … mau di market ke wanita muda?

Dan ini, ori nya…

New concept Cross/Dirt bike wannabe, but why? Siapa juga yang kira-kira mau nerobos hutan pakai TTX? I don’t get it. Melihat scoot pakai helm cross pun saya lihat rasanya nggak sreg.

Kalau mau supermoto/cross ya pikir saya ambil lah D tracker kek, KLX kek, KTM kek, cross beneran banyak. Kenapa harus memaksakan matic untuk cross kan ya? KLX 150 di jual cukup dekat di 22.5 juta, tambah 6 jutaan dapat KLX 150 lho, ya 6 juta kalau di kredit jadi nggak kerasa juga kan?

OK, mungkin TTX cuman “model” nya saja yang dibuat garang, tapi fungsinya sehari-hari juga untuk perkotaan, stupid me, mungkin saya yang ketuaan dan tidak mengerti marketnya kali yak?

But I get the Honda Zoomer X, it looks cool! Saya dan beberapa temanpun sempat kepikiran mau beli. Hip! Zoomer X saya lihat bukan lawan tanding TTX, Zoomer X di market bukan sebagai kendaraan nerobos hutan, cuman di market sebagai matic “heavy duty” saja. Tetap perkotaan sebagai habitatnya tapi auranya cool. Mungkin pemikiran saya masih tradisional, matic ya harus gaul untuk muda dan perkotaan, untuk long run kalau mau pakai matic ya ambil maxi scoot.

Oh untuk kelebihan, si TTX masih punya bagasi dan ground clearance saya lihat lebih tinggi dibanding skutik umumnya. Bisa-bisa saja di market sebagai skutik anti banjir! Atau skutik adalah skutik yang cocok untuk melahap jalan rusak. Ring of Fire suruh bawa TTX? Sebagai bintang tamu? Pendamping Tenere? Why not?

Setahu gw anak mudapun maunya tampil beda! Punya identitas, bukan pengekor atau wannabe dirt bike, so Honda Zoomer X vs Yamaha TTX? Siapa yang paling jujur/pure serta punya identitas? May the best scoot win!

Ini  …


Responses

  1. Vote for Honda Zoomer X

    • kalo menurut saya sih, kenapa milih konsep cross over adalah untuk mendapatkan ground clearence yg tinggi, matik sekarang ( injeksi ) ground clearence nya rendah sekali, saya sendiri sangat merasakan hal ini, riding sama anak istri melewati poldur sudah mentok, ditambah musim hujan banyak sekali jalanan berlubang dimana-mana, jadi sedikit banyak saya mengerti kenapa yamaha merilis motor ini, justru menurut saya motor tipe ini adalah solusi terbaik bagi kita yg tinggal di indonesia dengan kondisi jalan berlubang, polisi tidur menjulang dimana-mana, mungkin berbeda bagi anda yang tinggal di daerah yang jalannya mulus dan tidak terdapat polisi tidur, ditambah lagi banjir sering melanda , motor semakin tinggi maka kemungkinan untuk bisa melewati banjir semakin besar, kecuali kalo daerah anda bebas banjir juga…

      jadi kalo kondisi negara kita seperti ini masih relevan ngga yamaha rilis x-ride ??

  2. Lebih keren yamaha zuma

  3. motor aneh . . .

  4. motor aneh,,,,
    tapi kalo aksesorisnya bagus” mungkin akan banyak modifan yg keren”,,
    sesuai jiwa muda,,,
    tpi tetep cuman dari penyuka/kalangan tertentu,,,

  5. motor yg laku disini gak perlu terbaik, tapi masuk mindset konsumen.

  6. Nekattt kl mau masukin ini. Berdoa aja zoomer ngga masuk…..apa ngincer fenomena bnyk abg cewe yg pingin fu ?

  7. vote for zuma…..halah..keluar aruzzzzz

    • Jangan takut beda bro🙂
      Saya posting juga cuman berdasarkan selera pribadi saya, yang belum tentu atau tidak mewakili pemikiran market secara nasional. Bisa tepat tapi ya bisa salah.

  8. buat yang dah bosen ma skutik mainstream, groud clearancenya itu lho yang bikin suka. soalnya sering dibawa kesawah,

  9. akhirnya terwakili isi hati saya…
    gimana kalo kita tunggu scooter berfairing..??😀

  10. tolong mas,jangan jelekin TTX,itu jualan saya
    haha

  11. kalo ane sih… melihat pangsa pasarnya yg low-mid skutik..
    ane melihat ini sebagai terobosan aja.. main di market yang belum digarap oleh kompetitor..
    ane ndiri engga pake matic alasannya sederhana.. ground clearencenya ga suka.. rawan banjir..
    sebenarnya lebih pantes kalo ni ttx biar lebih berasa offroad, dikasi ban minimal 16 inch.. lebih terasa karakternya..
    soal zoomer-x ane rasa melihat harganya di thai, ga mungkin bisa head to head dengan si ttx ini..
    kalau soal prestige.. itu lain soal..😀

  12. Mungkin lho ya, yamaha memyasar penguna bebek yang ingin pindah ke matik tapi masih pikir2 pindah ke matik karena jalanan jelek, kondisi ini banyak di kota pingiran seperti misal perumahan2 baru yang akses jalanya belum bagus, dengan marketing yang khas yamaha bombardir iklan di tv yang ngliatin ni motor nerabas jalan jelek mungkin bisalah membuka pasar
    tapi menurut gw modelnya jelek, tp ini selera sih

    • Iya, memang kalau lihat karakter jalan luar kota Indonesia ada yang seperti itu. Beberapa tempat memang bisa tiap hari ketemunya lubang, jadi kebutuhan memang ada. Tapi kembali lagi, kalau kebutuhan itu ada tiap hari, ya ambil KLX toh? Torquenya TTX juga berapa sih?

      Pemikiran mau mengambil market ini pernah dicoba di Kanzen Taurus.

      But will see.

  13. kayaknya juga kalo brojol banyak yg ganti bannya pake ban aspal dengan embel-embel “supermoto matic” oh shit rusak deh image supermoto yg beneran😐

    • bukannya TTX yg di spyshot itu udah pake ban aspal semua ya?

  14. absen salam kenal gan…

  15. pingin matic, tapi jalan pedesaan pada keriting, banyak makadam, mungkin itu yg mendasari TTX tercipta. segmented memang.
    TTX bukan buat nerabass hutan, tapi buat offroad ringan saja macam jalan makadam. dan tidak semua orang sanggup naik motor trail (kopling), karena cari gampangnya ya TTX ada di sana.
    mungkin itu jawabannya

  16. dan ketika motor ikut transgender….

  17. Saya sih memantau dulu om, dulu saya termasuk yang juga gak habis pikir waktu nuovo kalah laku dibanding mio. Padahal sampai hari ini pun kalau liat mio di jalan, saya tetap liat matik satu itu gak ada menarik2nya. Paduan antara pemasaran yang ngotot + populasi yang besar bisa saja berhasil. Lagipula saat ini saya lihat TTX ini diperlukan Yamaha untuk merebut atau minimal menganggu dominasi matik Honda. Sebab dugaan saya salah satu mundurnya popularitas matik Yamaha karena diferensiasi produk matiknya kelewat kabur. Coba kalau ke jalan dan suruh liat Mio, Xeon atau Soul sekilas gimana cara mbedainnya? Nah kalau ada TTX ini walau menurut si om gak jelas tapi perbedaannya secara visual jadi cukup keliatan kan…

  18. Motornya keren nie kalau di modif,

  19. inilah crossover….liat mobil skrg mana ada yg bener genrenya, katanya minibus tp kok sedan, katanya jeep tp kok bukan 4wd n muatnya banyak/mpv dan sekencang sedan…. secara pribadi sy punya nuvo lele sampe sekarang, awalnya ga demen liat tampang ttx, tapi kok jadi naksir krn liat fungsi2nya alias all u can eat…

    • Ha ha ha🙂 tq commentnya bro, ada benarnya juga.

      Tapi untuk saya pribadi (subjective), maap aja nggak sih, kembali lagi kalau memang one day mau nerobos hutan-an ya ambil saja KLX/Dtracker. Kalau untuk dalam kota heavy traffic ya saya pakai matic, mio kek, xeon kek, vario kek, vespa kek, skywave/hayate kek.

      Kalau model TTX gini jadi wagu / aneh kemana-mana, di dalam kota jadi aneh, di bawa cross aneh juga. Aneh dalam arti kata bukan positive lho.

      But again, will see.

      • selera om…aneh ga sih liat klx ga pernah ke hutan tp mlh selapselip di jam kerja, atau saya pernah ke cikotok yg jln aspalnya jauhnya 20km, itu kampung isinya mio n beat!

      • Nggak mau debat-akh, again, will see.

      • Kalau Supermoto, Bro?
        Motocross kok dipakai di kota?
        (tapi kalau di Jakarta masih masuk akal, banjir & jalanan jelek)

        Kembali lagi, zaman sekarang kelas kendaraan itu makin pudar.
        Walaupun aneh tapi memang kebutuhannya ada.

      • Bukan debat, Om. Kalau saya lebih kearah mengutarakan pendapat dari sudut pandang yg berbeda.
        Seperti pelukis aliran realisme menerima panjelasan dari penikmat lukisan abstrak.🙂

  20. kembali keselera masing masin, tapi klo saya ditanya saya jawab “I don’t really like it” memang berbeda dari mainstrem yg ada, tapi klo melihat dari sisi pemasaran…..sepertinya yamaha memang ingin mengepung honda dikelas skutik, alias menelurkan banyak varian untuk pilihan. Lalu bagaimana jika kasusnya suzuki membuat matic dengan mengambil basisi model satria ?….aneh atau malah cool stuff ?

  21. mungkin desain x ride tidak ditujukan untuk blusukan di hutan, tapi lebih ke arah menyesuaikan dengan kondisi jalan di tanah air yang sebagian rusak dan faktor2 lain, termasuk banjir..Saya pernah baca disuatu blog, yang mengatakan “market roda 2 di indonesia itu unik” mas, mungkin ada benarnya, karena kenyataan dilapangan juga banyak yang pakai matic untuk menerobos medan berat, contohnya teman saya, tiap minggu bolak balik sejauh 30 kilometer melalui jalan yang cukup rusak dengan honda vario…… di saat banjir , matic dipaksa berenang oleh penggunanya demi cepet nyampe di tempat kerja………… kenapa gak motor trail saja?, masalahnya gak semua orang bisa bawa kopling, atau tinggi badannya gak mencukupi, terutama kaum hawa…menurut pandangan saya, x ride menawarkan kemudahan sekaligus kehandalan (meski tidak maksimal)…. just my opinion..🙂

  22. klo ane sih suka, karena tingginya itu… kalo desain sih menurut saya jelek… kurang wow…

    tpi klo keluar ya lumayan, buat nemenin si jupie di rumah…

  23. Kalau TTX beredar di jalanan, makin bikin runyam.Belum jadi cross over aja, motor udh banyak yg naik ke trotoar, ambil jalan pintas dan prilaku-prilaku barbar lainnya, eh sekarang malah difasilitasi.
    Kalau ada pengendara KLX, D Tracker atau motocross kaya gitu,masih terbilang satu dua,karena pemakai motornya ngga terlalu banyak, tapi kalau hitungannya matic…pasti bejibun dan bisa dibayangkan jadi apa jalanan di Jakarta ini.

  24. ntah knp klo ane mlh demen model cross matic ttx ini, andai zuma yg dirilis YIMM..

  25. kurang sreg kan karena penilaian ente semata😀

    bukan tim R&D-nya YIMM😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: