Oleh: arantan | Maret 16, 2013

Mobil murah LCGC nantinyapun harus pakai pertamax, mari berhitung

Dari website kemenperin, sini.

“Pemerintah akan mengatur bahwa produk LCGC memakai standar mesin yang mengonsumsi BBM jenis pertamax. Agen pemegang merek (APM) harus mengikuti aturan ini jika terlibat dalam proyek LCGC,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, di Jakarta, Rabu (19/12).

Konon 2 minggu lagi atau akhir Maret 2013 ini regulasi LCGC keluar.

Karawang – Setelah ditunggu sejak tahun lalu, akhirnya regulasi LCGC diperkirakan akan hadir 2 minggu lagi. Tentu ini menjadi angin segar untuk pecinta mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) di tanah air.

Kabar gembira ini pun langsung disampaikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, MS. Hidayat, di pabrik kedua Toyota di Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/3/2013).

Cuman ternyata mobil murah ini tidak bisa menggunakan bensin murah alias premium. Kalau lihat dari sisi calon pembeli ini tidak pas dengan kantong. Sekarang mobilnya murah (win), tapi bensinnya mahal (lost). Modal capexnya rendah tapi opex nya tinggi.

Kalau dilihat dari sisi pemerintah dan produsen mobil memang mobil ber LCGC ini win-win. Walau ada penurunan pendapatan pajak perunit karena mendapatkan insentif pajak, tapi volumenya harusnya tinggi. Sehingga cenderung win juga bagi pemerintah. Dari sisi produsen mobil juga win, volume banyak. Dari sisi menutupi subsidi bahan bakar, karena sekarang diharuskan pertamax ya tentu win lagi apalagi volume jumlah unitnya besar.

Mari berhitung

Dasar asumsi:

  • Mobil menempuh jarak 40 km di hari kerja, dan 20 km di hari Sabtu – Minggu
  • Mobil berkonsumsi bahan bakar 1:10 untuk pertamax dan 1:8 jika menggunakan premium. Eifisiensi ini saya buat berdasarkan pemakaian rata-rata harian mobil di Jakarta, mobil di bawah 1.500 cc.
  • Harga pertamax 9.500 perliter, harga premium di 4.500 perliter
KM perjalanan Konsumsi Premium (Rp)  Konsumsi Pertamax (Rp) Selisih
Harian 40 22500 36000 13500
Mingguan 240 135000 216000 81000
Bulanan 1040 585000 936000 351000
Tahunan 4212000

Selisih tahunan 4.2 jutaan, kalau misalnya ambil mobil kecil yang irit dan dikasih premium? Brio? Etios? Mirage? March? Ya sebetulnya sayang juga kalau mobil keluaran baru dan dikasih minum premium apalagi kalau bensin bertimbal.

Kalau ambil mobil karburator second?


Responses

  1. Beli mobil mahal ndak masalah tp yg kasih minum harian pertamax jd masalah

  2. Rasanya belum ada solusi pro rakyat.. Rakyat dibiarin survive sendirian hahaha.. Jadi kalau ada solusi ya solusi untuk pemerintah dan solusi untuk pengusaha.. Jd sebaiknya masyarakat sbg individu jangan GR.. Malah harus terus waspada kl ada ide baru dari pemerintah atau pengusaha yg kerkaitan dgn pemerintah.. Bakal ada udang macam apa dibalik bakwan ini?.. Hehehehe krn pst ada peluang curang yg bisa diisi.
    Mungkin baiknya masyarakat bersama2 mendorong pembaruan system.. Seperti system penetapan harga bahan bakar, system penentuan kebijakan berkaitan dengan bahan bakar dan trasportasi dlm hal ini.

  3. tapi gx semua orang pemakaiannya seperti tabel itu,,,,
    aq punya mobil paling dipakek pas weekend aja,,
    kalau keseharian pakek motor,,,
    kalau bisa beli mobil ratusan juta, harus sanggup merawatnya,,,

  4. it asumsi bkn untuk mobil LGCC kan ? kalo LGCC kalo ga salah mesti bisa minimal 20km per liternya

  5. Di pom bensin mana yg masih jual premium pakai timbal? Sudah bertahun2 nggak nemu yg ada timbalnya.

  6. kayaknya pake pertamax cuma “anjuran” aja, spt hal nya isu mobil pribadi dilarang pake premium.
    selama tdk ada mekanisme yg jelas utk penggunaan premium, pastinya konsumen akan tetep pake BBm yg lebih “ekonomis” aka premium.

    • penerapannya mungkin dengan sistem seperti mobil mahal,,
      kalau mobil diisi premium secara otomatis mobil tidak bisa dihidupkan,,,
      tpi itu cuman MUNGKIN,

  7. ga masalah, toh jarang juga make mobil.paling di pake waktu hujan atau weekend

  8. regulasi untuk pabrik, level bengkel pasti ada yg ngakali, ntah yg diubah apa hehehe

  9. Rider simak deh…

  10. hehehe … Komentar dikit , berhubung ane yg bikin Body nech Mobil harusnya tabel Pemakaian Bensin LCGC ratio Pemakaian bahan bakarya sesuai Regulasi 1:22 km , jadi bisa dihitung dah mobil ini sama mobil sekarang saving nya juga hehehehehe …..

    • Hati-hati, 1 liter :22 kk dalam kondisi jalanan dan berkendara seperti apa?

      Banyak claim pabrikan macam-macam, tapi ketika saya test dalam kondisi berkendara harian dalam kota, jatuhnya JAUH SEKALI dari claim. Kondisi berkendara saya bolak-balik rush hour, lewat Jalan Panjang – Permata Hijau – Senayan – Gatot Subroto, sekitar 15 km ke kantor, kalau pulang pergi berarti sekitar 30 km perhari. Kalau pulang harus lewat jalan dalam/Senopati menghindari 3 in one. Waktu tempuh, kalau naik mobil sekitar 1.5 – 2 jaman, tentunya akan lebih kalau hujan.

      Nah sekarang saya tanya kembali, keharusan masuk 1:22 dalam kondisi berkendara seperti apa?

      Kalau saya beli mobil LCGC, ternyata saya bawa di rush hour dapatnya nggak sampai gimana? Siapa yang mau nanggung?

      Coba cek ini: https://arantan.wordpress.com/2011/09/23/konsumsi-bensin-nissan-march-on-average-112/

      ________________________________

      • Hahaha….betul mas Arantan. Tadinya saya juga sempet terbersit pertanyaan seperti itu, tapi untung saya teliti bacanya, ternyata asumsi pemakaian di Jakarta yg lebih banyak macetnya dibanding lancarnya. Perkara insentif pajak, kenapa cuma dua mobil itu aja yg dapet insentif??? Tuh KIA Picanto saya keluaran 2004, konsumsi BBM nya juga nyampe segitu. Harusnya dapet insentif pajak juga dong??? Hahaha….jadi tambah curiga, jangan2 kebijakan insentif pajak ini bener2 pesanan pihak produsen otomotif tertentu:mrgreen:

      • setuju mas. jd inget kasus konsumen nuntut nissan indonesia krn komsumsi BBM nissan march nya ga sesuai klaim. btw gmn hasil tuntutan itu ya mas.? dgr berita lanjutannya ga?

        http://www.dk8000.co.nr

      • knapa harus ditanggung, cacat

    • Pabrikan otomotif yang meng-klaim konsumsi BBM 1:xx (bahkan ada ATPM motor yang men-klaim 1:xxx …. ), harus menggunakan standard ECE-test (http://en.wikipedia.org/wiki/New_European_Driving_Cycle) …

  11. R4 harusnya pake pertamax lah….kecuali kendaraan umum, angkutan barang dan pelayanan publik macam ambulan dan pemadam…kalau mau paksa mobil baru pake pertamax gampang kok bikin saja nozzle dan corong bensinnya khusus….gak muat kalau pake nozzle bbm biasa mau di modif ya pasti bisa aja tapi kan cukup repot….mau bolak balik beli pake R2 buat di pindah silahkan juga tapi tetep repot kan….

  12. Selalu menjadi perdebatan
    http://belitong.wordpress.com/2013/03/16/yamaha-hendak-tumbangkan-kawasaki/

  13. Kalo masih ada mobil irit, kurang lebih 20 km/l masih pake Premium… Ya kebangetan lah! Malu atuh sama pengendara motor yang pake Pertamax😀

  14. sy gak kuat beli mobil walopun dibawah 50 jt mungkin……
    apa iya punya mobil yg notabene penghasilan sudah diatas rata2 masih ambil subsidi rakyat? CMIIW
    semoga gak lama lagi bisa beli mobil dengan minum pertamax tentunya…AMIIIN

  15. mo pertamax mo premium yg penting tu BBM bisa terbakar dari sparkplug di burner chamber bertanda mesin dah hidup.
    mo mesin awet/tidak pastikan anda bukanlah pembalab/racer
    banyak teori mesin.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: