Oleh: arantan | Maret 15, 2013

Menyelenggarakan F1? Gimana harusnya?

Saya nanya dulu yak …

Sebetulnya goalnya itu punya sirkuit *fisiknya* atau menyelenggarakan F1 atau mau punya orang Indonesia yang juara F1 sih? Saya tanya dulu, karena cara untuk mencapainya bisa berbeda-beda, tidak semuanya bertingkat. Juga belum tentu semuanya ada di kementerian pemuda dan olahraga. Untuk membangun sirkuit misalnya? Apakah betul teritorinya kementerian pemuda dan olahraga? Hmmm. Apakah kementerian punya dana dan tenaga ya? Apakah sirkuit Sentul milik negara?

Coba lihat di sini.

… Kementerian Pemuda dan Olah raga sebesar Rp1,96 triliun. …

Ini pun sempat baca-baca katanya dana masih di lock, so semua cabang olahraga sempat tidak mendapatkan dana apapun dari menpora.

Lihat dari sini

Roy menjelaskan, sekitar Rp 1,7 triliun atau 97 persen dari total Rp 1,9 triliun anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga ditunda pencairannya oleh Kementerian Keuangan. “97 persen itu di antaranya Rp 250 miliar untuk Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) dan dana pengiriman atlet ke ajang SEA Games,”kata dia.

Soal pencairan dana yang terhambat tentu warisan dari sebelumnya. Tapi setidaknya terlihat dana Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk 1 tahun kurang dari 2 t bro, mau bikin sirkuit? Dan 2 t tersebut tentunya harus dibagi-bagi untuk support SEMUA cabang olahraga secara NASIONAL, apalagi kita mau persiapan untuk Sea Games.

Anyway, kembali lagi yang penting apa sih?

Dyan Dilato, Arie Yuwono, Matteo, yang saya jepret di Sentul waktu ajang Superbike November 2010. Apakah mereka di support pemerintah?

Saya sendiri sebetulnya pingin punya orang Indo yang berjaya di ajang internasional, MotoGP kek, WSBK kek, F1 kek. Bukan sekedar “ikut saja” lho, tapi ya dalam satu tahun orang Indonesianya bisa beberapa kali masuk podium lah. Untuk itu apakah perlu sarana? Ya iya, perlu sarana, tapi yang lebih penting soal pembinaan, untuk itu turunannya perlu gila-gilaan pembinaan secara terstruktur, bukan saja “cuman” bangun satu sirkuit bagus tapi harus ada keseriusan bikin agenda yang bertingkat pulak. Kebayang nggak sulitnya? Ya kabupaten, propoinsi mesti ada jalur rekrutmennya.

Cuman sebetulnya kalau dibilang potensi orang Indonesia pasti adaaaa!!! Bro, penduduk Indonesia 250 an juta bro!!! Mosok sih, dari segitu nggak ada 1 Rossi, 1 Lorenzo, 1 Stoner???

Fasilitas betul perlu, tapi lho… Ada Rio Haryanto lho? Support dari pemerintah sampai membawa anak muda berprestasi ini apa? Support pemerintah untuk penyelenggaraan WSBK mungkin? Ijin waktu itu sudah ditangan lho… Boro-boro sekarang ngomong mau bikin sirkuit lah. Saya juga pernah bicara santai dengan Pak Haji Dyan Dilato tentang pembinaan berjenjang para pembalap Indonesia … tentang kenapa Yamaha berani pasang duit untuk menaruh “Semakin di Depan” tapi nggak punya sitem pembibitan tim balap superbike yang bagus. Tentang niatnya dulu untuk membangun Moto 3 menuju Moto 2 … cerita sedih semua bro.

Nggak usah ngomong F1 dulu deh, yang ada di depan mata aja dilanjutkan dan dibenerin, mau dan mampukah?

Posisi saya soal F1, sama dengan posisi saya terhadap mobil esemka, mobil listrik, yang sekarang halooo o oo o?! Apa kabar?! Saya pernah tulis di sini. Oh udah nggak kedengeran lagi yaaah? Semoga bukan PHP, jangan sampai cuman dijadikan kendaraan promosi pribadi. Memang kalau karbitan dan berita bombastis, pastinya sexy secara news value, tapi maaf, realitanya ya nggak akan kemana-mana juga kalau begini. Kita perlu pemimpin yang benar-benar membimbing secara struktural dan berkelanjutan, bukan karbitan.

Baru-baru ini pun saya sempat dengar tentang ganjil-genap. Akkh, nggak kok itu cuman untuk lucu-lucuan aja, nggak akan kejadian kok. Lihat aja nggak akan siap, kan diundur lagi.

Waduh?! Masalahnya saya dengar dari lingkungan public relation yang punya link luas sampai ke government. Jangan-jangan bener? Bener nggak jadi maksudnya. Jadi – enggak – jadi – enggak?

Back to topic, untuk itu perlu tahapan, konsistensi dan komitmen. Kalau mau serius dan dianggap sebagai perintis, coba bikin agenda dan sistem jenjang dengan plan yang rapih dan jalankan! Koordinasi sampai ke kabupaten dan propinsi, bikin saja dulu lomba bebek – matic sampai moge, juaranya di carikan sponsor, naik cc, disekolahkan yang benar sampai ke luar negeri …

 

Dari sini.

12 tahun membalap, Alexandra masih mengemis sponsor…

TEMPO.CO, Jakarta – Meski sudah berkiprah 12 tahun sebagai pembalap, Alexandra Asmasoebrata disebut masih mengemis untuk mencari sponsor. “Tahun 2012 bahkan tidak ada sponsor, sehingga Alexandra balapan hanya separuh-paruh,” kata manajer tim yang juga ayah Alexandra, Alex Asmasoebrata, Senin, 11 Maret 2013.

Ia menjelaskan, Selasa 12 Maret 2013, Alexandra akan berangkat ke China untuk mengikuti kompetisi seri perdana Asian Formula Renault (AFR) di Rounds 1-2 di Zhuhai International Circuit. Kompetisi berlangsung pada 16-17 Maret 2013. Alex mengungkapkan, di sirkuit sepanjang 4,3 kilometer tersebut, Alexandara pernah menjadi wanita pertama sebagai juara pada ajang AFR.

Sepang cuman dibangun 14 bulan, dari sini. Berarti masih ada waktu dong ya?
Kenapa satu? Bikin 5 biji deh.

Sepang Circuit History

The state-of-the-art circuit, Sepang International Circuit was officially opened on March 9, 1999 by former Prime Minister Tun Dr. Mahathir Mohamad. It was completed in a record 14 months and with the recognition of its ultramodern facilities, it was given the honour to incorporate the F1 logo in its name.

Situated 85km from the Kuala Lumpur city centre, it is accessible via modern North-South Expressway, Railway Links and a network of Highways. Being closely situated to the Kuala Lumpur International Airport makes it an ideal place for world-class international events.


Responses

  1. roy suryo kan dari dulu asal njeplak

    • ngimpi mulu seh…

  2. republik mimpi oom. liat aja bola yg hampir semua org gemar (dan harusnya prioritas) isinya berantem mulu.

  3. Pemerintah mah masa bodo urusan beginian, pada sibuk ngurus partainya masing2…

    Ntar nunggu Tommy berjaya lagi, baru Sentul rada bagusan dikit😀

  4. Mimpi aja tuh…dipikir gampang….mau bikin F1 di Indonesia? Kalau yg lobby sekelas mentri mana laku….dulu Malaysia aja PM-nya sendiri mesti turun tangan baru bisa F1 di Sepang. Tapi yg terpenting duitnya dari mana? Mau ada pembalap F1 atau Moto GP pemerintah sanggup kasih sponsor bertahun-tahun dari si pembalap masih anak-anak? Belum urusan kroni dan nepotismenya….nah kalau cuma bikin sirkuit sih bisa tapi belum tentu dipake F1 atau Moto GP beneran….gak papa lah punya dulu ntar di isi balapan lokal aja supaya ada bibit baru buat F1 atau Moto GP atau WSB.

  5. Lho yang dihambalang itu minus sirkuit dong..apa memang WSBK,Moto GP,FI dll tidak termasuk olahraga

  6. bikin sirkuit minimal setiap pulau satu yang kelas internasional jadi balapan bukan hanya bebek melulu otomatis nanti ya pebalapnya ya penyelenggaraanya bisa berprestasi

  7. Sebenarnya gak usah jauh2 ke olahraga balap.. Orang sepakbola yang jelas mayoritas orang Indonesia suka aja masih amburadul… Masak dari 250 juta orang Indonesia gak ada yang jadi pemain Liga Italia, Liga Inggris, Liga Jerman, Liga Spanyol dan Liga Eropa lainnya??? Masak kita kalah dengan negara2 kecil dan miskin dari benua Afrika???

  8. klo itungannya dari segi biaya, lebih murah untuk mengorbitkan pembalap indonesia di kancah F1 dengan syarat pembalap tersebut memang bagus. Ambil contoh pastor maldonado yg bnr2 disupport oleh pemerintah venezuela dan kebetulan ybs emang berprestasi dan pernah juara umum GP2 sebelum ke F1. Ato sergio perez dan esteban gutierrez yang disupport abis sama telmex yang terafiliasi sm carlos slim orang terkaya sejagat dan mereka pun berprestasi di GP2 dan GP3. klo dikalkulasi biaya, itungan untuk bikin F1 pasti jatuhnya lebih mahal, katakanlah bikin sirkuit baru butuh minimal 250 juta dollar atau renovasi sirkuit sentul hingga sesuai standar FIA yang butuh dana gak sedikit belum lagi urusan kontrak penyelenggara dengan bernie ecclestone yang plg sedikit berdurasi 5 tahun dengan nominal yang menembus angka ratusan juta dollar juga untuk kontrak dimaksud. Apa udah siap pemerintah dan swasta ngelakuin itu?

    Sementara untuk membeli kursi F1 sebagai pay driver mungkin plg sedikit diangka 20 juta dollar. Sebagai catatan pembalap indo yang saat ini berkiprah di eropa dan patut diperhitungkan untuk masuk F1 mungkin cuma 2 yaitu Sean Gelael dan Rio Haryanto. Sean Gelael denger2 mau ikut F3 inggris tahun ini dan Rio sekarang masuk di tahun keduanya di GP2. Pertanyaannya adakah perhatian dari pemerintah dan swasta untuk menanggung pembiayaan mereka untuk menembus F1. Sebagai contoh Mitch Evans pembalap GP3 Selandia Baru yg berusia 17 thn saat ini disupport habis oleh negaranya dan institusi swasta dan bahkan sampai dititipkan di bawah manajemennya Mark Webber. Apakah pemerintah Indo dan institusi swastanya bisa memberikan perlakuan serupa Sean dan Rio? dan juga terhadap pembalap lainnya di Indo. Kapan ya lndonesia Raya berkumandang di kancah balap dunia

    • ndak cuman dalam olah raga balap dan olah raga lain dalam segala aspek juga gitu, contoh. ilmuwan2 cerdas yang mengisi jajaran tinggi di perusahaan asing ogah kerja di indo, karna g didukung, apalagi ilmuwan yg berkarya di dalam negeri, kayknya g disupport, bahkan ada anggapan, pemerintah mau nya hasil ada,baru di support dana, gk kyk di luar2, dibiayain prosesnya, entah gimana jadinya, yg penting kan proses, gk ujug2 jadi. jadinya kayak yg heboh2 kemarin.

  9. ini masalah harga diri bangsa,,,
    tpi memang itu hanya mimpi,,,,

  10. sepertinya punya sirkuit perlu nggak perlu, yg lebih utama mensupport pembalap supaya bisa ikut serial kompetisi diluar negeri utk menambah ketajaman tentunya dg target

  11. boro2 bikin F1 lha wong bikin harga bawang putih turun aja susyahnya minta ampuuun…

    • :mrgreen::mrgreen:
      bener, presiden pun cuma ikut prihatin…

  12. Presidene mumet mikiri partai sendiri….

    • Rakyate mumet mikiri presidene dewe:mrgreen:

  13. Pabrikan HONDA kayaknya dah mulai belajar om, mereka sudah mulai terprogram (bertingkat untuk pembinaan pembalap) IMHO

    • Kalo soal F1 Yamaha juga ga kalah..tuh ada F1..ZR..:mrgreen:

    • Ya iya, Doni Tata juga dari Yamaha.
      Support pemerintah?

  14. yang tertarik mobil/motor kenceng, boleh mulai melirik ethanol sebagai bahan bakar kompresi tinggi.
    ijin nitip lapak ane yang sederhana
    http://motogokil.wordpress.com/2013/03/15/mulai-memikirkan-ethanol-sebagai-bahan-bakar-mesin-motor-kita/

  15. Sebatas mimpi…

  16. yah anggap saja usaha buat proyek untuk nambah” dana pentas 2014… politik itu mahalll…

    • Saya tambahkan:
      Dari detik, di sini. Tentang Kemenpora Stop Dana Olahraga

      Juga baca ini.

      Mau bikin sirkuit? Mantab toh?

  17. 1.open openan nih, ane enggak mau nyebutin nama, tapi salah satu pembalap senior roda dua yang ente sebutin justru yang “sengaja menghambat perkembangan balapan roda dua”

    2.daya tarik sponsor, ane pake dua pembalap 1 matteo 1 nico, dua duanya eks juara nasional. satu bule satu betawi ga jelas, tapi apa ? nilai sponsor yang kita dapat enggak terlalu gede. tapi masalahnya ane kan orang marketing. jadi ane paham betul kenapa bisa begitu … A. Balap supersport cuma 7-8 peserta, balap superbike memang diboikot oleh pihak yang ane sebutkan pertama. otomatis ane mesti turun di 250 buat kejer sponsor. anyway sponsor bebek lebih menggiurkan.

    3.biaya balap itu enggak murah, bisa kena minimal 200 jeti / tahun itu ga termasuk gaji pembalap dan krew. nah praktis dari 8 pembalap supersport, alhamdulillah semuanya merupakan subsidi, baik pabrikan, sponsor, importir. dana pemerintah ? Tot lah!!!

    4. perizinan, buat pembalap di ajang luar, sebut saja wildcard itu selalu di persulit. pertama dia bikin harganya mahal … kalo kita siap dana … dibilang ada administrasinya … kalo duit sama administrasi siap … dibilang ada KUOTA nya … dan siapa yang ada di belakang situ ? silahkan dicari

    5. sponsor juga dateng butuh komitmen, sementara yang terjadi adalah terlalubanyak wan prestasi antara penyelenggara dengan sponsor, duit dimakan even ga jelas …

    6. 2009-11 ducati indonesia racing team – manger. 2010 dimas ekky pratama racer manager, 2012- owner sbs racing … ane dah kenyang dah soal begitu an !

    • TQ very much bro!
      PR bertumpuk banyak, boro-boro mau bikin F1 lah.

  18. peran pemerintah ngak ada? rasanya tidak juga, ada komitmen antara kemenpora dengan kemenBUMN, jadi BUMN akan menjadi bapak angkat atlet berprestasi, itu sudah ada sejak jaman Menpora Adiyaksa, contahnya Rio Haryanto yg berlaga di GP2 mendapat sponsor dari BUMN Pertamina dan Garuda Indonesia, tahun lalu nilai sponsorsip dari Pertamina untuk Rio aja 14 M atau sekitar 1,3 juta $ dan Pertamina bekomitmen membawa Rio sampai jenjang F1 sampai Rio siap, soal sirkuit yang akan dibangun itu bukan dari uang pemerintah, konon katanya ada investor dari Arab tentunya atas persetujuan pemerintah

    • bro14 m ? wkakakaka … itu buat transport aja gak cukup kemana mana … tim supersport lokal aja udah makan 1m, minimal! untuk ikut wildcard satu seri moto3 aja minimal 500-600rb usd dan itu cuma “nge-rent” motor. … gimana GP2? itu Rio harianto pake kocek sendiri bro! pertamina mah cuma “nambain” …

      • sbs pegimana tar? running well kan?

  19. […] Tertarik dengan artikel bro Saranto … klik  […]

  20. Ya memang harus realistis..
    Ngurus bawang merah bawang putih saja kelimpungan
    mau ngadakan F1

  21. […] pernah sebutkan dalam posting sebelumnya di sini. Tentang rencana ganjil – genap yang saya dengar cuman wacana saja brooo, cuman buat […]

  22. […] Paling press conference dengan memperlihatkan model sticker *saja. Dan akhirnya sampai saat ini cuman ngomong-ngomong doang. Akhirnya saat ini saya percaya juga kalau memang dari awalnya ganjil genap tidak pernah direncanakan untuk betul-betul dijalankan. Untuk ini saya pernah tulis 2 kali di sini dan di sini. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: