Oleh: arantan | Februari 24, 2013

Pilih-pilih roller untuk skutik

Sudah bore up Vespa LXnya ke 180 cc, tapi kok tetap nggak ada lari? Topnya nggak ada peningkatan, tapi tarikan memang beda, efeknya boros doang. Ya mungkin karena transmisinya belum di upgrade *juga (*juga =  harus keluar duit lagi)

Salah satu bagian transmisi ya roller, yang tugasnya mengatur kecepatan dan lancarnya membuka mangkuk di transmisi model CVT. Membuka berarti mengatur pembesaran radius putaran lingkaran belakang ke ban. Mau cepat membukakah? Atau membuka lebih lambat? Beratnya roller cuman berapa sih? Jumlah juga cuman 6, harganya pun murah. Tapi justru karena kecil dan pengaruhnya banyak, pembahasan soal roller jadi pwuannjaaanggggg.

Ujungnya yang banyak ditanya para CVT riders cuman satu, supaya motor saya lebih enak, harus pakai roller berapa gram?

Posting Ini hasil perbincangan dengan oom manto di maxia scooter sebetulnya ngobrolnya udah lama banget sih.

Pilih-pilih roller ternyata syulit, dan bukan semata soal gramnya saja. Ini karena roller bukan satu bagian mesin yang berdiri sendiri, kerja roller bergantung pada mangkuknya, pada per belakang, pada pennya. Sampai-sampai materi pembungkus roller pun harus diperhitungkan, licinkah, kesat, licinkah kah?

arantan--4572 arantan--4570

Karena itu ada setnya Polini, yang sudah dilengkapi mangkuk dan pernya. Harga memang kelihatannya jadi lebih mahal, tapi memang pada polini parts tersebut dirancang bekerja sebagai satu kesatuan. Per pegasnya juga beda kerasnya dengan bawaan standardnya. Sementara malossi bisa bekerja dengan mangkuk bawaannya skutik.

Polini punya mangkuk yang bisa memuat 9 biji roller, yang berarti lebih 3 biji dari mangkuk standard. Mau dikasih gram berapa? Campur saja, ada roller yang ringan dan berat, konon menurut Oom Manto supaya akselerasinya bagus di awal dan top speed tetap dapet.

Seperti model Dr. Pulley sliding roller yang salah satu bentuknya rata, Oom Manto juga menyarankan kalau mau pakai roller tersebut, mendingan beli sampai semangkuknya. Jangan beli rollernya saja, karena bentuknya memang disesuaikan dengan mangkuk.

So mesti pilih roller yang mana dan berapa? Katakanlah money no issue, tetap saja akan ditanyakan lagi sama oom Manto:

Skutiknya mau diapain? Yang dirasa kurang dimananya? Kondisi berkendaranya seperti apa? Banyak stop and go kah? Banyak panjang kosong kah? Sering dipakai luar kota kah? Luar kotanya seperti apa? Banyak tanjakan kah? Tanjakannya curam atau sedang saja? Maunya berkendara seperti apa?

Kadangkala malah khusus untuk pemakaian tertenu misalnya touring, si roller perlu diganti, demi nggak ketinggalan teman…🙂.


Responses

  1. jossss

  2. biar licin, rollernya disiram Greentea Madu dulu ya?:mrgreen:

    *jadi haus..

  3. roller saya pernah hancur n timing beltnya pernah putus gr” 3 tahun gx pernah ganti,,,,,,,, cz dealer resmi gx pernah ngasi tau… kebiasaan bawa mtr bebek jdi gx tau soal CVT,,,,, gr” pernah hancur jdi tau seluk beluk CVT,,,

  4. mantep harganya klo udah bicara part “aftermarket” eropa (bener gak ya nulisnya)

  5. Pengen ganti roller pake 9th roller pollini buat lx, tp msk bingung kombinasi yg pas utk komposisi rollernya coz jalan rumah kantor treknya variasi, ada macet, ada sepinya juga. Pengen yg akselerasi dan topspeednya dpt. Rencana mau mampir ganti roller di maxia, syukur2 klo ada rezeki lebih skalian ganti mangkok kopling sm variator.

  6. Konon buat vespa LX pake roller J-Costa lbh merata tiap putaran, krn ada 12 roller berbentuk peluru.. DiReview dong mas.. Hehehe

  7. misi om, numpang narsis, boleh yah sharing pengalaman, yg sudah pada pake mesin 150 3vie ada cara murah bikin tarikan jadi enak dan gurih, silahkan di coba menu ini: ganti per cvt 1500rpm – per sentrifugal 1500rpm/punya honda beat, selebihnya tetap standar plus bebersih cvt secara menyeluruh. Jaminan deh naik vespa jadi nyenengin, demikian tarima kasih om.

  8. Kalo buat freestyle gimana om?

  9. Kalo buat freestyle gimana apa yg harus diganti?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: