Oleh: arantan | Januari 8, 2013

Pilihan motor orang gendut dan kurus berbeda plus sedikit tentang KTM 990 Adventure

KTM

KTM 990 adventure, kaki jinjit pun saya nggak sampai. Di sebelah kanan motor ini sebetulnya ada satu motor lagi, moge pula Aprilia RSV, sampai-sampai nggak kelihatan. Seat height, 34.3 inch, Ninja 250 di 30 inch, KTM ini lebih tinggi 11 cm, juga tentunya sedikit lebih gemuk.

Penentu utama pemilihan motor seringkali berdasarkan tinggi rider. Kalau tinggi rider sudah diatas 170cm, konon akan sulit memakai skutik seperti Mio atau BeAT. Dan sebaliknya, kalau punya tinggi di bawah 160 cm, akan sulit menggunakan motor-motor yang tinggi. Karena umumnya ergonomic motor tidak bisa di adjust seperti menyetir mobil, dimana kursi bisa dimaju mundurkan, di tinggikan, posisi stir pun juga bisa di tilt, naik -turun…So memang sewajarnya kalau sebelum cari motor kita harus coba dulu, pas badan, paling tidak menaiki motor tersebut. Supaya tahu, kaki nyampai nggak? Bisa menapak kedua kaki nggak?

Tapi selain tinggi badan, rupanya mass alias “ketebalan” badan juga efek ke pemilihan motor. Rider yang subur umumnya lebih prefer motor yang sama-sama subur. Memang banyak juga rider subur ber Piaggio, tapi umumnya pun akan lebih prefer ke MP3 atau kalau Vespa ya yang GT-an lah, pas gitu.

Mesti punya tinggi berapa dan badan seperti apa supaya bisa pakai semua motor? Yang paling enak kalau punya tinggi 180 cm an dengan badan kurus tapi six packs, kalau fisik begitu bisa matic dan bisa sampai motor-motor tinggi, berat dan besar.

Tinggi saya sendiri tentunya jauh dari 180, tinggi saya cuman nyaris 170 cm😦, perut pun sudah buncit😦😦. Tapi saya bersyukur bisa punya range pilihan motor yang cukup besar karena ukuran badan termasuk sangat umum. Saya cukup bisa nyaman dengan skutik, walaupun kalau skutik kecil seperti Scoppy saya akan sulit, tapi di Suzuki Skywave saya merasa ergonomicnya pas. Motor-motor sport bike – road bike pun saya masih bisa pakai dengan nyaman, Ninja 250, CBR 150-250,  KTM Duke 200. Tapi kalau bentuk motornya sudah bulat-bulat, apalagi warnanya hitam, saya sudah merasa motor itu bukan dibuat untuk saya, kesannya beraatttttt, padahal belum tentu. Motor-motor yang sudah diluar rangenya saya seperti Pulsar 180, Tiger. Scorpio standard dulu saya takut, tapi sekarang ternyata tidak sebegitunya, mungkin tinggi badan saya bertambah…


Responses

  1. kalo saya 170 n 75kg, kalo naek mio bakal kayak beruang sirkus… apalagi yg badannya lebih gede…

  2. tinggi saya 163cm, naik Pulsar 220 dengan berat motor 154kg, jinjit pastinya, tp nyaman kalau udah jalan, anteng di kecepatan tinggi….

    • kalo mo parkir or mundurin motor kudu turun dulu dr motor. .kaya cewek..!! wkkk.kk. soalnya sama bro pake p220..dg tinggi badan ala kadarnya..!!
      kadang berasa salah pilih motor jg sih..gk sesuai postur tubuh yg imut.tp terbayar kalo pas touring jauh ketemu trek panjang & gk goyang terterpa angin..

  3. mayan ringan gak nih motor di banding sekelasnya atau, er6 series?

    • Ini bukan bandingannya dengan er6, ini model adventour an, di pakai di Dakar. Ini sering di review bareng tenere dan BMW GS.

  4. 178 cm / 80kg pake mio ….. setang mentok dengkul

  5. 169/70, di vixion pas banget😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: