Oleh: arantan | Desember 9, 2012

Jadi betul pingin transportasi publik? Siap jalan jauh, berdesakan dan pindah-pindah?

Dalam MRT yang saya jepret di Singapore

Kalau bahasa Jawanya: Be careful what you wish for…

Banyak teman beranggapan kalau sudah ada transportasi publik maka kualitas hidup orang Jakarta akan semakin meningkat. Rasanya kita akan happy naik MRT… ber subway gitu ya. OK ambil aja contoh negara tetangga lah, yang kecil, tapi cantik dan bening, bersih, Singapore. Kita pasti happy!

Gimana orang sana hidup?

1. Kuat jalan kaki?

Orang di Singapore biasa jalan kaki sekitar 2 kman sehari cuman untuk rutinitas kerja/sekolah, jalan ke halte bis, stasiun dan juga jalan kaki lagi untuk mencapai tujuan. Coba cek aja orang Indonesia yang pulang dari Singapore, mereka biasanya mengeluh kakinya sakit, banyak yang bilang juga selama hidupnya baru kali ini kakinya di buat jalan sejauh itu. Hari ini jalan kaki, dikiranya bisa istirahat, nggak tahunya besoknya jalan kaki lagi sama jauhnya. 2 kman tentu termasuk naik turun tangga, ya tidak semua stasiun dihubungkan ada eskelatornya, seringkali mesti naik turun tangga kira-kira naik turun 2-3 lantai lah.

Maybe some us can walk, tapi gimana ibu-ibu? Seriously, orang-orang Singapore bertubuh kurus-kurus, langsing.

Wah ya itu dia yang gw mau!!! Kalau gitu nanti saya jadi jadi langsing berisi!!!

Seriously??? Kita itu P E M A L A SSSS tapi maunya hasil instant!
Kita pingin kurus-langsing-padat, tapi suruh workout berkeringat dan capek??? OGAAAAHHHH?!!!!

Dulu pernah ada tour leader orang Indonesia juga yang sudah lama di negara tetangga, orang Indonesia itu terkenal malas. Group check in di airport cuman ada di Indonesia, di luar harus checkin satu persatu, mau bergroup kek. Kemudian menuliskan data diri di form airport, expectation orang Indonesia tour/travellah yang menuliskan nama kita satu persatu, itu juga hanya terjadi pada orang Indonesia. …

Gambarannya kalau tourist Indonesia, kalau perusahaan tournya bisa gotong orang Indonesia di trolly sampai ke pesawat, orang Indonesianya pasti senang sekali.

back to topic…

 

Mau naik jembatan busway aja udah takut gempor-pingsan duluan. Foto saya jepret dari halte Jamsostek Gatot Subroto.

Dalam MRT di Jepang, foto bukan saya yang jepret… desak-desakan juga tapi pakai jas bro, keren…

2. Pindah-pindah angkutan, so pasti.

Yang namanya angkutan umum dengan trayek tetap, pindah angkutan tidak bisa dihindarkan. Untuk mencapai tujuan kadang sampai 3 kali pindah MRT. Belum lagi kalau ditambah dengan naik bisnya dulu. Dari apartment, naik bis pagi-pagi, pindah angkutan. Masuk terminal, keluar lagi di sisi lainnya, mesti naik turun tangga atau eskelator juga, karena antar MRT pun beda level. Ini Singapore yang kecil… gimana di Jakarta?

3. Menunggu angkutan itu pasti

Ya iya, walau MRTnya banyak pasti ada nunggu-nunggunya. 15 menit an doang sih … kalau satu kali naik MRT, tapi kalau 3 kali pindah? ya bisa 45 menit juga.

Mau begini atau naik motor? Ini jepretan dari berita8.com

4. Berjubel, bau keringat itu pasti

Kalau berjubelnya di Singapore enak, dalam arti tingkatan masyarakatnya terdidik dan menengah lah, orang-orangnya keren-keren. Eh… coba langsung kita lihat ke Jakarta, kira-kira kita akan berjubel dengan siapa? Doesn’t matter? Yup, karena sebagian pembaca adalah cowok.

Gimana ibu kita? isteri kita? anak perempuan kita?

5. Buang waktu itu pasti

Lha iya, di jalan bisa 2 kali lipat lebih lama kalau dibanding naik kendaraan pribadi.

Memang di MRTnya sih cepat, sama juga kalau kita naik kereta di Jakarta. Naiknya sih cepat 20an menit bisa dari stasiun Tebet sudah sampai Beos Kota, cuman sebelum sampai ke stasiun Tebet mesti naik dan nunggu Kopaja dulu.

Anak kita, kita, isteri, semuanya mesti bangun lebih pagi lagi dari sekarang.

6. Keluar duit itu pasti

Lha ya iya, per angkutan pasti narik duit…

Is this what we really want? Udah siap?

Sebelum bilang iyaaaa atau tidaaaakkk… Saya sarankan coba dulu deh angkutan publik saat ini, pasti mengeluh yaaaa, kan capek, rumah saya jauh dari halte, nggak efektif, makan waktu – naik angkutan muter-muter – mahal. U know what? Sampai kapan pun angkutan publik akan jatuhnya seperti point saya nomor 1-6. Namanya angkutan umum yang sifatnya mass pasti punya trayek, ada nunggu, ada jalan kaki, ada bayar-bayar.

Kalau dibilang perbaikan transportasi publik, harapannya sampai seberapa lebih baik sih yang diinginkan? Apakah tuntutannya real sih? Dari nomor 1 sampai 6, mau dibuat sebaik apapun angkutan publik, kalau di Jakarta pun pasti akan begitu juga. Saat rush hour, pasti parah nunggunya, berjubelnya, baunya.

Dimanapun mau di Singapore, Jepang, angkutan pribadi itu pasti lebih menyenangkan/lebih nyaman. Tapi disana angkutan pribadi sangat mahal. So? dalam masa transisi ini pemerintah akan terus menyusahkan para pemakai kendaraan pribadi, road rationing ganjil-genap, parking fees gila-gilaan. 3 ribu perjam!

Tujuannya menciptakan kehidupan berkendaraan pribadi semahal-mahalnya demi membuat kehidupan bertransportasi publik menjadi pilihan satu-satunya.

Jadi saya sendiri pronya ke pribadi atau publik sih? Maunya transportasi model gimana sik?

Saya mau angkutan publik, yang begitu keluar rumah langsung ada depan pintu, saya nggak mau berdiri, saya bisa tidur dalam angkutan pribadi itu, ketika saya bangun, saya langsung masuk kantor, tanpa jalan kaki, paling lama 15 menit nyampai di tujuan… Oh pastinya saya maunya gratis.

Itu angkutan pribadi pakai supir pribadi yah?


Responses

  1. Mantab

  2. Kalo ane maunya, sistem transportasi massal yg okeh, misalnya bayar per bulan, harga abodemen 1bulan harus lebih murah, dibanding yg beli eceran. yg bisa mencakup seluruh moda transportasi massal, atau per debit saldo, jalan kaki oke, ga masalah, tinggal dibiasakan, wong k mini market yg ga sampe 1km aja pk motor..😦
    lalu, sampai k kota2 satelit, macam, depok bekasi, bogor, citeurrep, cileungsi, jonggol, ane sendiri d cileungsi bogor, tp ga ada bus way, mrt etc, ane pke motor 160cc sehari 13-15rb… Kalo ngangkot bisa sampai 30rb shari….

    • Kalau dengan hitungan sekarang angkutan umum memang lebih mahal dari motor. Jadi jalannya adalah mempersulit kendaraan pribadi, pajak dinaikkan, bensin dipersulit dimahalkan, parkir juga dimahalkan…

  3. Ane dukung kebijakan ini, ane sendiri pk motor krna pernah 2 kali berkelahi sama tukang todong, dan ga nyaman sama tukang ngamen n asongan…..
    Istri ane juga bgitu, sampai bela2in blajar motor kopling…. Padahal tdnya kmana2 naik angkot ato bawa mobil, skarang bwa mobil udah ga nyaman terpaksa istri ane juga blajar pk motor ane….

  4. hahahah…setuju ama bro arantan…paling gampang liat bangkok deh…mrt punya…skytrain juga punya…tapi macetnya tetep aja gak ketulungan….plus ditambah mental kita yang sorry to say “pemalas”…feeling sih gak bakal efektif2 banget…..yah kita lihat aja nanti….

  5. jangan lupa juga negara kita yang beriklim tropis, panas mas bro…
    saya request dibuatin jalur sepeda aja yang nyaman kaya di belanda, udah siap walaupun harus mandi lagi di kantor
    trus istri dan anak gimana?
    kebetulan istri dirumah aja anak juga masih kecil kecil sekolah dekat, semoga aja 10 th lg udah bisa hidup nyaman di kampung

  6. Jadi kesimpulanya anda mau mengatakan bahwa kebijakan Jokowi kurang tepat? saya pribadi melihat keputusan Jokowi amat sangat salah sekali apabila dilakukan saat ini (tahun 2013) saat angkutan umum Jabotabek masih menjijikan sekali. Apakah dia sudah menghitung berapa puluh ribu orang yang harus ditampung oleh angkutan umum sebagai akibat perpindahan ini atau sebagai akibat dilarangnya menggunakan mobil atau motor karena pembatasan nomor ganjil genap? Apakah angkutan umum mampu menampung perpindahan jumlah itu? Bagaimana dengan orang yang tidak bisa mengunakan angkutan umum tetapi hanya punya mobil atau motor 1 buah, akan naik taksi? Lalu sebagai blogger apa yang bisa anda (kita) lakukan? Maaf agak panjang. ~ dari sesama pengguna Skywave ~

    • kalau terhambat gegara pembatasan kendaraan, dan masih malas naik kendaraan umum, ada pilihan lain: nebeng. lebih bisa meningkatkan utilisasi kendaraan.

      awalnya 3in1 kan gitu. bukan mau menghalangi orang lewat. tapi daripada 1 orang bawa 1 mobil. mending 3-4 orang pake 1 mobil aja. lumayan bisa menekan hingga lebih dari 50% populasi kendaraan aktif di jalanan.

      • Boleh tahu skrg ini Adham beraktifitas ke kantor memakai moda transportasi apa? dan saat peraturan nomor ganjil genap akan diterapkan alternatif apa yang akan digunakan?

      • Saya aja yang jawab yak…
        Adham ke kantor jalan kaki!🙂 tempat tinggalnya cuman sekitar 400 meteran dari kantor, pulang balik setiap hari ya hampir sekilo. Adhams juga runner untuk kesehatan, baru-baru ini finish Singapore Marathon, ambil yang half marathon lari 21 km ya dham?

        Kalau lari 5-10 km sudah biasa diah.

        //==============
        Untuk saya sendiri yang ganjil genap sebetulnya nggak terlalu perduli sih, saya nilai sia-sia. Studi kasus di berbagai negara pun hanya berhasil pada awalnya saja atau 1 tahun pertama, setelahnya ya akan ada cara-cara kreatif… Noted, Indonesia bukan satu-satunya negara yang mencoba road rationing genap-ganjil lho.

        Saya sebagai contoh hanya akan beli motor saja. Sekarang sudah motor dengan plat nomor ganjil, tinggal ambil motor yang plat nomornya genap. Semudah itu kan aturan ini di elakan? Mobil cuman dipakai antar jemput sekolah yang berada dekat rumah dan tidak terkena jalur BRT.

        Untuk yang plat nomor palsu, konon di peraturan ini mereka akan pakai sticker dan itulah yang akan dinilai. Harusnya sticker itu akan jadi sangat sulit di copy.

  7. ya balik lagi ke kesimpulan om boss terdahulu… setuju dengan angkutan umum biar gw bisa lengang pake kendaraan pribadi ato emang mau menggunakan pribadi.. :p which is make a good sense..

  8. udah pemalas, suka mengeluh, ga mau diatur, pengennya ngatur, minta gratis lagi. #gue banget

  9. bukti kita pemalas? kalau naik angkot, turunnya pengen tepat di tujuan. misalnya angkot berenti karena ada yg naik/turun di satu titik, sementara tujuan kita masih 100-200 meter di depan, pasti kita masih mau nunggu 100-200 meter lagi baru turun. bayangin aja kalau penumpangnya naik/turun setiap 100-200 meter. gimana ga bikin macet?

  10. ha ha . . betul juga.

  11. Gw setuju bgt orang kita pemalas, gak usah jauh2 bini gw juga gitu pemalas jalan dikit gak mau, parkir mobil diusahain dekat pintu masuk, jalan sedikit beli makanan di luar komplek pake mobil padahal 200m juga gak sampe.
    Bahkan di komplek villa cipanas ada mobil khusus yg kerjanya cuma muter2 komplek buat angkutin para pemalas2 penghuninya hehehe.
    Gw sih dari kecil memang suka jalan n naik sepeda.
    Cuma jalan 2km sih enteng naik sepeda 20km tetap enteng, yg gak tahan cuma indo panas aja, singapore juga panas sih tapi begitu masuk mrt langsung adem, di indo masuk busway malah acnya anget, derita🙂

  12. yups betul, orang kita memang senang hasil yang instan tanpa harus kerja keras #HuftBanget

  13. ane kalo masuk pagi pernah naek Busway..dari rumah jam 4:15 jalan ke halte mangga besar pasar minggu 1km, 4:30 nunggu buswaynya bs 10 menit..20 menit dah nyampe dukuh bawah jalan lagi satu kilo-an ke tempat kerja 5:30..masuk kerja jam 6…okelah tapi buru buru ganti seragam..kalo naek motor..4:15 dari rumah nyampe tempat kerja 4:40..wew cepett jadi ane naek motor lagi deh..masih bisa sarapan…ganti seragam..jalan-jalan 2 kmnya pas pulsang kerja aja di BUPER ragunan…hehehehehe

    • tapi kalo naek motor pulangnnya bikin mules Muaceetttt..kalo naek busway jam 4 gak terlalu heboh ngantrinya…nikmat naek busway (pulangnya loh) dan pulang cepetan naek busway ajaib..tapi kan pengennya cepet nyampe tempat kerja kalo berangkat, kalo pulang masih bs santai..kalo nyaman lebih baik..(aih dilema) masa pagi bawa motor pulang motor disimpen..besok..

  14. Wahh, semua emang ada konsekuensinya ..abis baca ini jadi mikir2..tetap enakan naik kendaraan pribadi deh haha

  15. halah emboh mas, pusing mikirinya

  16. Bener juga mas. Tapi saya lama lama capek pp 50km dg motor. Naik bus ama kereta gak kuat nunggu ama umpel2x an. Kalau kereta atau bus tepat waktu dan gak umpel2x saya mau pindah.

  17. BENAR BRO…

    coba bro tampilin yg ektreem lagi video + foto orang jepang klo naik krl ac itu kagak boleh yg namanya nahan pintu/buka pintu kek krl ekonomi saat jam kerja, yg ada petugas bakal ngedesek penumpang ampe semuany masuk ke dalam dan pintu tertutup, ampa wajah nempel di kaca kereta dan tertekan, hidung peyot nempel di kaca…itulah transportasi umum…kereta jepang udah di mari, tinggal aturan jepang yg semua penumpang harus masuk ke dalam kereta dan pintu tertutup.

  18. Menentukan kebijakan transportasi publik di Indonesia itu harus menyeluruh, tidak bisa hanya mikir asal ada kereta atau bus sebanyak-banyaknya, tetapi juga harus memikirkan arus dan mobilitas orang. Trotoar yang aman dan nyaman untuk pejalan kaki juga harus disediakan. Kalau tidak maka akan percuma karena orang tetap malas jalan kaki dari dan ke halte/stasiun. Semua orang yang berkecimpung di dunia desain urban tahu itu (termasuk yang di pemda DKI) masalahnya bagaimana masyarakat mau jalan kaki kalau trotoarnya sudah tidak rata, dijadikan tempat parkir dan jualan kaki lima + sewaktu-waktu diserobot pengendara motor untuk lewat……

  19. hiiii bau ketek…. mau pingsan….

  20. makanya saya benci blog2 yang sok2 idealis,
    “transportasi publik yang aman nyaman dan terjangkau adalah harga mati”
    bullshit . . .

  21. nungg teknologi teleport di pasarkan..

    sistem transportasi yg bener2 sempurna emang g ad..

  22. mo naik mobil… mahal
    mo naik motor… macet
    mo naik busway…. gak dateng2
    mo naik kereta…. kayak sarden
    mo naik sepeda… mandinya dimana?
    mo jalan kaki… trotoarnya mana???

  23. kalo saya magh mas… gak muluk2…!!!

    asalkan biaya transportasi lebih murah ato sama dengan biaya operasional harian vespa odong2 saya… saya pasti bakal naek transportasi umum…!!!

    yach tau diri aja dech… vespa odong2 ane en rider-nya udah gak kuat diajak jalan jauh apalagi macet2an… gemporrr gaannn…!!! 😀 😀 😀

  24. asal transportasi publiknya banyak,nyaman ane rasa nggak bakal kayak sekarang keadaan lapangannnya dan pasti lebih baik, krn otomatis polusi udara akan berkurang jg dan efeknya bisa lebih adem jkt dan itung2 mengubah kebiasaan males orang kita utk berjalan kaki
    sebenernya org kita nggak malas utk berjalan kaki kl dibandingin sama negara tetangga,cuman itu terjadi krn keadaan dijalanan jg yg sangat2 nggak nyaman utk pejalan kaki
    bisa diliat trotoar sempit,kadang bolong2 dan ancur,pedagang kaki lima,ojek dll,makanya lebih baik naik kendaraan pribadi
    kl kendaraan pribadi kl motor masih mending krn bkn biang kemacetan
    nah kl mobil,inilah yg bikin biang kemacetan krn tdk selincah motor dan pastinya lebih besar memakan jalanan
    jadi ane lebih setuju lagi kl car free day dirobah jadi senen – jumat dan sabtu – minggu bebas heheheeee

  25. naik angkutan umum kalau ane hitung-hitung justru lebih mahal dan lebih lama daripada naik motor . . .
    motor masih jadi pilihan paling masuk akal buat ane yang masih ekonomi pas-pasan

    keep brotherhood,

    salam,

  26. sorry om saranto, gw termasuk orang yang doyan jalan kaki, waktu jupiter mx terjual, dan selama 2 minggu ga ada motor, akhirnya naik umum, dan merasa asyik dengan berjalan kaki, begitu pula setelah beli pulsar 135 dan akhirnya dijual sebelum beli p180, gw menikmati jalan kaki untuk gonta-ganti angkot

    cuma 1 yg gw ga tahan, nunggu transjakarta yang lama, akhirnya merelakan duit Rp. 3500 dan naik kopaja dari balai kartini ke casablanca dan naik angkot 44, turun di kampung melayu lalu naik angkot 26, padahal kalo naik transjakarta dari balai kartini bisa turun di UKI trus naik angkot 19 ke arah kali malang

    • Mantap! Itu koridor 9 ya? Saya juga pakai itu dr Slipi ke Jamsostek. Pagi no problem, tp pulangnya syulit.🙂

      • betul, koridor 9🙂

  27. Jepang yang notabene angkutan masalnya udah oke dan banyak orang yang bilang pengen angkutan masal di Jakarta kayak di Jepang.

    Yang gw pernah baca di Kompas, biaya perawatan mobil di Jepang kalau tiap hari kerja di bawa, ongkosnya bisa sekitar 5 jt sebulan (BBM harganya di atas 10.000 rupiah per iter).

    Pertanyaan gw cuma satu, mau gak biaya Parkir sama BBM untuk kendaraan pribadi dimahalin biar angkutan masal jadi nyaman?

  28. Hehe teringat antrian panjang di Harmoni saat berangkat
    Dan Dukuh Atas saat pulang, itu aja kebanyakan ngeluh plus ngomel
    klo diluar sono, antri panjang ya digunakan hal positif seperti baca buku .. klo disini ngeluh pake BBM/Pesbuk
    #hadewww

  29. Selama harga bbm masih disubsidi maka mayoritas masyarakat akan tetap memilih pake kendaraan pribadi, coba aja dinalar sendiri, harga eceran sekaleng coca cola 250ml bisa nyampe 7.500 rupiah sementara harga bensin cuma 4.500 rupiah, padahal jelas2 nyari migas itu lebih susah dan mahal dibandingin biaya produksi sekaleng coca cola….

  30. siap ? …. why not ?

    “challenge accepted”

  31. alhamdulillah saya pernah nyobain setahun di jepang dan ngudak2 tokyo shinjuku akihabara alhamdulillh saya enjoy tuh dengan MRT disana, asal mau baca informasi dan liat jadwal kereta di internet insyaAllah ngga keteteran. Nah kos2an saya juga jauh dari stasiun, jadi saya pake sepeda ke stasiun🙂

    • TQ! Saya juga lihat fenomena🙂 orang Indo yang di Singapore semuanya jadi bisa tertib, rapih dan sabar nunggu😀. Tapi begitu balik sini pun ya terikut lagi he he he. Rasanya ada benarnya juga yang teman-teman bilang, kita bukan saja pingin alat kendaraan publiknya tapi juga sarana pendukungnya. Ya jalur pedestrian yang layak, shaded, rata, nggak licin aman dan lain-lain, kapan-kapan saya post lagi.

      ________________________________

      • gue bgt :p hahaha…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: