Oleh: arantan | November 29, 2012

Motor semakin kencang gila-gilaan, mobil semakin aman dan nyaman

Kalau lihat turunan komunikasi di media massa, industri motor terlihat punya arah dan maksud untuk membuat motor menjadi semakin kencang. Kencang adalah prioritas nomor 1, nomor 2 baru soal irit. Yang selalu diunggulkan adalah cepat, kencang, power, irit … Sampai iklan oli untuk motor pun mendrive iklannya, kalau pakai oli saya jadi king of the streets!

Sementara pabrikan motor tidak menjual fitur yang menjadikan motor semakin aman. Teknologi kemanan pada motor dari tahun ketahun cuman sebatas rem. Fitur pengereman terbatas pada rem 2 piston, 3 piston, lebih canggih lagi ada ABS, canggihan lagi ada traction control. Piringan cakramnya aja digedein. Rem cakram belakang saja sudah dianggap WOW!

Arah pengembangan itu juga sebetulnya dipicu oleh kemauan dan permintaan konsumen, kita mau supaya motornya tambah kencang, lebih kencang dari motor lainnya. Sehingga muncul pembicaraan panas, CB150 vs Vixion kencengan mana? top speed berapa? HP berapa? Top speed Ninja 250R berapa? Kalo Ninja 250 lawan CBR 250 menang mana?… Si empunya motor (belum tentu punya juga sih) merasa tersinggung kalau motornya dianggap inferior soal kecepatan di banding motor lawan diskusinya.

Superman lawan Batman menang mana? Kalau lawan Gundala?

So, kita lihat hasilnya sekarang ini. Motor kita jadi semakin kencang, semakin irit, tapi tidak lebih aman dari motor keluaran 5-10 tahun lalu. Ya kecuali motornya kita punya ABS, combi brake, tapi si motor itu pun relatif sama berbahayanya. Motor akan jadi semakin kencang.

Sementara kalau lihat industri mobil, jarang sekali ada iklan mobil menonjolkan kecepatan. Bahkan pada mobil-mobil yang dianggap sporty sekalipun. Pada iklan mobil yang umum ditonjolkan lebih soal experience berkendara dengan titik berat soal kenyamanan, mobilnya penuh fitur.

Sering disebutkan mobil ini punya seatbelt di seluruh kursi, 2 SRS Airbag, EBD (electronic braking distribution) untuk braking. Pada brochure juga sering disebutkan, si mobil punya parking sensor, punya rear camera. Kadangkala di brosur mobil pun mencantumkan safety rating, si mobil dapat sekian bintang dari EURONCAP, JNCAP dan sebagainya. Mobil menjadi lebih nyaman dan aman.

So ini seperti evolusi berlanjut dan dilakukan tahunan secara berkelanjutan… apa akibatnya?

5 tahun – 10 tahun lagi, motor kita semua akan jadi semakin KUENCENG ABIZZZZZ!!! sementara soal kemanan ya nggak bisa nguber soal speed tadi. Sementara mobil? 5-10 tahun lagi kalau arahnya begini tentu jadi lebih aman dan nyaman. Speed? nggak terlalu nambah, untuk mobil consumer ya.

Contoh lagi terapannya di mobil matic

  1. Coba starter mobil masa kini. Buka pintu masuk kunci ada tritit-trititit-tritittit…
    Artinya kunci sudah masuk tapi mesin belum dihidupkan, safety feature supaya nggak ketinggalan kunci di dalam
  2. OK starter mesin, lampu di dashboard akan menyala seatbelt, parking brake merah.
  3. Masuk gigi ke D, lewat R … bunyi lagi tritit tritit dikit, sensor parking bunyi
  4. Kalau si mobil keluarnya mundur, heboh bunyinya model truk aja tiittt tiittt tiittt tiittt
  5. Jalan sebentar tanpa mengenakan seatbelt bunyi lagi, tritit tritittt
  6. Jalan dengan rem tangan masih di atas bunyi lagi tritit trititt
  7. Pintu belum menutup dengan baik bunyi lagi tritit trititt….

Contoh pada motor matic:

  1. Kunci masuk starter
  2. Plintir gas langsung jalan gannnnn, dadaaaah!

Mari kita lihat bedanya iklan motor dan iklan mobil.

Gambar atas dari blognya Maskur di sini, nanti kesurul lagi.
Point yang ingin ditanamkan oleh bajaj: My bike is faster than yours, with my bike I can cross you … eat or be eaten.

Komeng + Rossi, apalagi yang diceritakan selain FANTASTIC! VERY FAST!

Coba lihat mobil

Soal mesin bukan tidak diceritakan, tapi porsinya kecil saja, cuman dituliskan engine Proton Exora ini menyerupai MPV 2.0L. Porsi soal keselamatan lebih besar dan lebih banyak yang diceritakan dari soal kencang-kencangan.

Ini contoh brosur MPV, sebagai tambahan mari lihat brosurnya Rush.

Dari cover brosur Toyota Rushpun sudah menampilkan beberapa fitur keselamatan tambahan, parking sensor, corner sensor, projector headlamp dan ABS.

Ngomongnya memang unleash yourself, sama juga dengan freed, tujuannya empowering si pembeli. Pakai mobil ini bisa jadi … Tapi di 4 halaman brosurnya tidak ada soal power, kencang.

So?

Ini pasti konspirasi untuk menghilangkan golongan tidak mampu, motornya dibuat makin kencang aja biar pengendaranya cepet mati. #eaa. Nggak gitu sih, tapi kenyataannya memang ini demand dari pemotor juga untuk membuat motor yang akan dibeli berikutnya lebih kencang dari motor yang sekarang ini digunakan. Ketikan bicara “upgrade” motor, yang kita bicarakan, upgrade cc kan. Bukan upgrade soal keselamatan next motor kita.

Motor apa sih yang lebih aman?


Responses

  1. pilih yang nyaman

  2. Hahaha~ betul juga.. Dan fitur safety motor seolah masih lekat dengan mahal seperti contoh diadakannya traction control masi meliputi moge. Klo saya ga ingat pun (klo ga salah loh ya), airbag cm ada d goldwing terbaru. (Klo salah maap ya, prnh dgr crtanya aja.. Saya kan ga lagi nge blog, ga harus kasi ref dong, komen aja)

  3. motor aman ya motor roda 4
    selama namanya motor roda2, ya bisa jatoh dan ngga aman

  4. Mantafffff

  5. Jadi pengen beli mobil ahhhh….apalagi tahun depan LCGC mobil murah dan lebih aman, plus tambah 6 ruas jalan tol

  6. yach namanya juga jualan mas..!!!

    segmen-nya berbeda..beda juga cara jualannya..!!! 😀 😀 😀

  7. mau ngebut dimana sih tapi buat motor torsi dan tenaga gede penting apalagi motorsport bukan buat ngbut-ngebutan tapi kalo pas nyusul truk panjang-panjang bisa dengan cepat melewatinya kebayang donk kalo mau nyusul truk atau bis lama bisa-bisa keburu di hajar mobil dari depan atau mau dibelakang truk dan bus trus sambil ngisep asap nya yang bau

  8. Iklan paling atas, membuat pembeli merasa jadi pembalap,motor merasa paling kencang…..karena ditelan mentah-mentah apa yg disampaikan…
    iklan yang benar-benar sangat tidak mendidik !!!

  9. motor apa yg paling aman… motor PARKIR!!! :p

  10. motornya kuenceng2… penggunanya ga sadar keselamat dirinya sendiri lebih penting… bisa modif mesin dan performa.. tapi suruh beli jacket,helem,glove dan lain2nya yang bagus ga mau… alasannya mahal…
    makin aneh rakyat bikers sini.

  11. Artikel yang sangat mendidik
    Seharusnya pembelian motor termasuk Helm Full Face + Jaket Kulit sekelas Wearpack pembalap.
    Tapi apa boleh buat, daya beli masyarakat kita cuma bisa beli motor

  12. Sangat setuju. Banyak yg mencela ketika pabrikan mengeluarkan motor baru yg ternyata powernya berkurang dibanding seri terdahulu. Sebenarnya iklan motor sebagai ujung tombak pemasaran bisa mengedepankan produknya sebagai motor yg nyaman untuk keluarga. Nganter anak ke sekolah, berdua sama pacar, nganter istri ke mall, dll. Jadi diharapkan bisa merubah pemikiran konsumen secara bawah sadar, bahwa motor itu bukan hanya melulu urusan kencang.

  13. apalagi konsumen awam mas bro, lawong bloger aja jarang yang menyarankan lebih baik nambah beberapa juta dapat yang versi ABS, nyaraninnya malah yang ngak abs lebih value

    • Em… soalnya kalau CBR 250R beda harga antara versi ABS dan non ABSnya beda sampai sekitar 7 juta bro. Kalau dilihat dari harga motornya sekitar 40-an, hampir 20% lari ke rem *saja. Ini nanti Vespa 946 pakai ABS – ASR, harga pasti nggak bisa murah.

      Kalau di mobil, tambah harga 10 jutaan untuk ABS – EBD, mungkin masih tergolong wajar, karena harga mobilnya sendiri sudah 200-an.

      Selain itu efek ABS sendiri di roda 2 mungkin kurang se=efek kalau di roda 4.

  14. tamparan kerasssss !!!! buat saya juga sih:mrgreen:

    disinyalir para fanboi gak akan muncul dimari, ngumpet malu sama om arantan

    :thumbsup

    • Mas bro, thank you,
      Tapi saya juga nggak mau menyalahkan, demand supaya lebih cepat itu memang dicari pembeli kok dan memang it sells…

      Ini pun bukan dilakukan oleh misalnya AHM dengan “buktikan nyalimu” saja, tapi ini dilakukan rame-rame oleh seluruh APM. Yamaha contohnya dengan komeng yang robek-robek, slogannya pun “kencang-irit”. Bajaj pun apalagi, sama juga dengan pabrikan lain-lain lah: Faster is better dan memang laku untuk dijual.

  15. yah……………….
    kasarnya, soalnya mobil udah gak bisa ngebut lagi heheheeheh. Kita ambil Jakarta sebagai patokan..

    Kan mobil di sini berlomba gimana caranya biar irit… kapasitas mesin jadi pertimbangan…………… kapasitas mesin pasti berbanding lurus dengan performa…
    INdonesia seneng yang irittttt

    kalo motor?masyarakat umum masih mampu beli bensin… bebek aja sekarang bisa 150 cc(satria & TVS tormax)..
    motor masih bisa ngebut..misal selepas lampu merah… walau 100 meter..

  16. motor yang nyaman adalah motor yang sudah ganti raiser dan stang yang sudah menyesuaikan posisi tubuh rider tsb xixixixi….

    motorku belum nyaman karena belum ganti raiser dan stang fatbar hehehe

  17. Lihat saja fitur rem depan di motor…turun ke metik piringan cakram depan lebih kecil daripada bebek. dulu 2 kaliper master rem sekarang cuma satu.
    Dulu baut pengikat piringan cakram 5 biji (supra/fit 100cc), turun jadi 4 biji (karisma/supraX125), turun lagi jadi 3 biji (mioJ). makin menurun kan? meski mungkin sacara savety masih aman tp terlihat jelas penurunannya……

  18. Mobil itu yang diincar memang kenyamanannya..motor kan biasanya dipake biar cepat nyampe tujuan..lagian sekeren2nya dan semahal2nya motor..yah pasti kurang nyamanlah..kena angin..debu…panas..ujan..jadi segmen prioritasnya memang beda..

  19. wajar yg maunya kenceng kan cuma alay aja,,maunya motor overbore, dohc, striping racing, injeksi dan murah..
    soal irit mah nomer sekian, soalnya udah ada jatah buat bensin.😀
    sementara gaspol dan topspeed aja jarang kepake

  20. 2 thumbs up buat artikel ini..
    memang sih kalau dipikir-pikir motor sekarang (terutama sport) lebih menonjolkan sisi “speed”. mungkin karena paradigma bahwa motor sport itu kencang.
    padahal, kondisi jalanan, habit & attitude orang indonesia itu rata2 kurang mendukung.
    jadi ya bijaklah dalam berkendara & yg penting saling menghormati pengguna jalan lain…

    *tidak berlaku untuk fansboy yg menyembah “speed”😀

  21. begitulah, klo dua2nya ngebut jalanan bs makin ganas.
    sebuah renungan kita bersama pemerintah dan aparat..
    motor mau dibekali seabrek fitur safety tp pemakainy g sadar keselamatan diri n orang lain yah percuma..

    pabrkan mngkin hnya mengakomodir n mengambil ceruk keuntngan dr keinginan konsumen dilapangan.. g ad abs, cakram secuil, ban biasa aj biar hrgny bkin ngiler konsumen.

  22. ya…gimana ya…

    klo matik jelas perlu “hand” brake, mungkin abs (tergantung cc) dan traction control (tergantung cc/hp)

    lalu motor biasa, traction control + abs, atau abs stand alone dan side stand switch (wajib)

    NAMUN, perlu di ingat, yg menambah faktor keselamatan pada motor saat berkendara tidak hanya motor itu sendiri namun ada pelengkap yaitu HELM, body protector, jacket / wearpack airbag, jadi motor tidak selengkap mobil yg pengemudinya di tuntut untuk pasang seatbelt, dan dilengkapai sensor abs, airbag, emergency brake censor yg akan melakukan semua hal yg penting….

    dan…JIKA driver dengan seatbelt + abs + airbag dibandingkan dengan rider dengan helem fullface standar DOT, jaket riding, glove, boot touring, celana jeans sama-sama mengalami kecelakaan menabrak pohon/bangunanatau masuk lubang besar dengan kecepatan tinggi dengan kecepatan 40/60/80 kmpj, driver atau biker yg akan menerima sedera lebih parah?

    se banyak apapun fitur safety pada motor roda 2, jika kecelakaan, biker akan mengalami cedera lebih parah dari driver…

    bukanya saya \ menyepelekan fitur keselamatan biker pada motor, tapi itulah realitasnya…seperti yg dapat kita lihat di dunia motor sport, antara sport R2 dan R4 saat kecelakaan…

    • Iya, waktu beli motor baru, sebagian uang kita membeli kecanggihan dan inovasi si motor itu di sektor mesin… supaya lebih kencang, lebih irit, malah di sektor keindahannya, fairingnya baru tapi soal keselamatan ya begitu-begitu saja.

      Motornya tambah kencang, tapi keselamatan tetap, jadi semakin berbahaya.

      Berbanding terbalik dengan mobil, fitur keselamatan dan kenyamanan terus ditambah. Sementara speed nggak terlalu naik signifikan.

  23. Menurut saya ini karena perbedaan karakter dari konsumen R4 dan R2 itu sendiri..

    Orang-orang yang beli mobil saat ini sudah lebih melek teknologi dan sudah bisa dibilang semakin berkurang orang yang bisa ditakut-takutin dengan jurus “katanya”😀 ini juga tentunya karena yang punya mobil biasanya lebih mapan karena lebih mahal dari motor, dan tentu ingin tahu uang yang mereka keluarkan itu sepadan atau tidak, makanya cenderung lebih kritis.. juga orang memilih mobil kebanyakan lebih concern terhadap kenyamanannya..

    tentu ingat sekitar 7-8 tahun yang lalu orang masih takut beli mobil matic, dengan alasan “katanya” gampang rusak, tarikan lemot, mahal kalo benerin.. tapi sekarang malah banyak orang yang beralih ke mobil matic, selain karena kebutuhan biar kaki ga pegel, ya mitos “katanya” itu juga banyak yang tidak terbukti.. kecuali yang mahal kalo benerin emang itu faktanya, makanya rawat mobilnya biar ga rusak tranny-nya😀

    sekaran orang mulai menanyakan fitur safety pada mobil.. bahkan mobil dibawah 200 juta pun saat ini sudah banyak yang memiliki fitur keamanan pasif yang cukup lengkap, untuk merk Jepang dimulai dengan Ertiga GX dapet ABS+EBD dan Dual SRS Airbag , Brio dimana semua Line up terdapat ABS+EBD Dan Dual SRS Airbag, March dan Mirage untuk lineup paling mahal terdapat ABS+EBD dan Single SRS Airbag.. sejak banyak mobil dibawah 200jt pakai fitur safety tsb, sekarang kalo ada pameran mobil jadi sering terdengar yang nanya ke Salesnya “udah ada airbag belum?” udah ada ABS belum?” masyarakat pun lebih sadar akan kebutuhan fitur2 safety tsb, dan mulai menjadi kebutuhan yang harus ada dalam memilih kendaraannya.. salahsatunya adalah karena APM juga mulai menonjolkan fitur keamanan, yang juga dipicu karena lebih kritisnya konsumen R4..

    tentu konsumen R2 kebanyakan berbeda dengan R4, dimana tidak terlalu kritis terhadap produk yang akan dibeli, juga cenderung lebih ke tampilan dan tenaganya.. karena itu APM juga akan lebih menonjolkan hal-hal yang diminati konsumen pada umumnya.. masih banyak biker yang menganggap pakai helm aja hanya formalitas biar ga ditilang, apalagi fitur2 kemanan motornya kayanya bakal lebih ga peduli😀

    Seperak dari saya🙂

    • Kalau motor yang umum ditanyakan ke sales begini:
      2 tak – 4 tak? <- Ini konsumen Piaggio, wk wk wk.
      Sudah injeksi?
      Boros? premium bisa kan?
      Pakai radiator?
      Berat nggak?
      Si sales biasa menyebutkan, irit pak! larinya juga ada.

      Tapi untuk keselamatan memang umumnya nggak ada yang diceritakan. Kalua mobil memang soal safety itu menjual.

      • Boros? premium bisa kan? <– Ini masih umum ditanyakan juga sama konsumen R4..
        udah nanya2 airbagnya berapa, ada vitur semacam HSA dan VSA ngga, untuk mobil 400 jt-an tapi ujung2nya: bisa premium ngga? wkwkwkwk

        padahal udah bisa beli mobil mahal, harusnya bisa juga beli BBM non subsidi yang memang seharusnya untuk spek mesin mobil tsb, dan saat ini penyebarannya sudah lumayan merata.. itulah salah satu uniknya konsumen Indonesia, mau mobil mahal juga harus tetap bisa isi Premium😀

  24. mo pilih tigi cum menang sangar doang? mo pio tuh ekor kurang yahuud,meski tenaga gedhe.suka ngempos lagi. mo vixi kok bini gue yang sewot dikira ganjen baget mo bergaya aje ya katanya…!!! soalnya menurut bini koq tuh motor enak ga kalo buat jalan ma bini and junior gue? dari tekstur tuh nyaman ga buat boncenger kira2? bingung soalnya yang mau beliin bini sih.

  25. Motor itu wajib kencang… Kita gak tau kapan kita butuh kecepatan… Tapi tetep diimbangi keselamatan, dari diri sendiri dan fasilitas jalan. Misalnya kalo naik motor harian biasa ya gak usah ngebut, lagian ngebut itu gak nyaman… Tapi kalo pas kebelet ya ngebut dikit selama masih dalam batas aturan lalu lintas ya gak masalah…

  26. customernya udah beda tingkat kedewasaannya, motor kan sebagian besar para alay yg pake, jadi ya tagline kenceng harus ada, coz itu selling point penting,

    kalo mobil kan udah orang gede2 yg pake, yg maunya mobil itu fungsinya banyak, alay2 cuma seiprit aje yg bisa beli n pake (dibeliin bokapnya yg kaya) so tagline fungsi dan kenyamanan lebih ditekankan

  27. pake mobil emang lebih nyaman, cuman macetnya yg bikin gak betah.

    kadang mau gak mau demi waktu kenyamanan harus dikorbankan. ujung-ujungnya ya pake R2. panas gak keujanan, ujan gak kepanasang😆

  28. bedakan genre kedua jenis kendraan itu dulu mas, iklan mobil yang ada di atas itu.. mobilnya bukan untuk ngebut namun didesain lebih di kenyamanannya
    sedangkan motor yang disebut sebut “KENCENG” di atas itu memang didesain untuk berakselerasi cepat agar bisa keluar dari kemacetan!
    .apaah mio iklannya ngebut?
    .apakah supra x iklannya ngebut?
    .apakah vario iklannya ngebut?
    yang iklannya ngebut cuma motor yang dianggap kenceng larinya…
    .jupiter z
    .jupiter mx
    .satria fu
    .honda blade
    .pulsar
    .bajaj


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: