Oleh: arantan | September 11, 2012

Market share Honda 60%, sisanya mending beraliansi ya

Waktu bulan Agustus 2012 lalu, market share domestik dikuasai AHM dengan 60%! Sisanya kue printilan di bagi Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan lain-lain. Tidak usah bicara Piaggio, Benelli, Minerva dan lain, kalau Piaggio total penjualan unit satu Indonesia bisa sama dengan satu motor Honda.

Anyway kalau mau melawan AHM sendiri-sendiri, syulit men, AHM sudah besar dan terlanjur besar. Principalnya besar, otomatis pabriknya besar, jaringan besar, budget promo besar dan lain-lain yang sudah established lah.

Kalau sudah menguasai 60% begini pilihannya jangan pakai power lagi, karena nggak mungkin menang kalau adu power atau adu budget dengan AHM. Mau coba-coba pakai power kalau sendiri-sendiri pasti nggak berhasil, karena counternya AHM pasti lebih dahsyat lagi.

Sekarang satu-satunya dimana market AHM masih lemah ya cuman di motor laki, tapi kita tahu juga soonest AHM memperkokoh di bebek – skutik, ya motor lakinya bakal di lalap juga dan kalau mau serius… ya sharenya si Vixion kemakanlah. AHM cuman kasih napas sedikit dengan lebih memprioritaskan di bebek – skutik dulu.

Anyway kembali lagi ATPM lainnya mau ngapain? Mending beraliansi saja, kalau model operator selular, pemerintah sudah pasti minta yang market sharenya kecil -kecil untuk melakukan merger kepemilikan saja. Kalau ATPM roda dua merger tidak mungkin, karena memang principalnya dari sana pun beda-beda. Tapi bukan berarti aliansi sama sekali tidak dimungkinkan.

Di bawah meja, aliansi bisa dilakukan, masih banyak celah yang bisa dilakukan, misalnya saja…

  1. Aliansi pembagian segment, selama 5 tahun ke depan misalnya Suzuki pegang skutik, Yamaha pegang motor laki. Lebih bagus lagi kalau ada modal yang di reserve disitu, dalam arti ada bagi hasil bersama aliansi, untung dibagi dan kalau sampai ada rugi juga ditanggung bersama
  2. Kerjasama produk apa bisa dibikin di motor? Butuh keberanian dan pemikiran out of the box. Aliansi aja bikin bebek atau skutik yang bener-bener okeh! Karena beraliansi segala pengeluaran bisa ditekan biaya produksi, supply, promo dan delivery bisa efektif. Sama-sama untung kok, why not?Berikutnya bisa saja motor hasil kerjasama itu dipasarkan bersama, motor juga bisa di service di jaringan after sales.
  3. Kerjasama produk juga bisa dilakukan inpart. Mesin dibuat Aprilia, body dibuat Yamaha misalnya? Widiiih…
  4. Kerjasama promo? Secara corporate, bikin communication plan diatur bareng dan terbuka. Contoh launching produk, event di bikin teratur, targeted communication juga di bikin bertingkat.

Anyway, congrats to AHM, tapi ya bagi-bagi ke yang lain dwuonks!

BTW thanks untuk comment tentang Toyota – Daihatsu, posting ini saya update


Responses

  1. yamaha nya ga mau denger permintaan konsumen jadi kaya gini nih

  2. Ini bisa saja, rangka dan mesin bisa dibuat satu platform, sisanya plastik2 body dan lampu dibuat lain model saja walau dari basis yg hampir sama, contoh bisa kita liat dari produk Mazda dan Ford. Banyak yang kagak tahu koq.

    Toyota salah satu pemegang saham Daihatsu, boleh dibilang satu group, begitu juga di Indonesia, sama sama dibawah naungan Astra Group.

    Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan TVS berada pada group yg lain, rasanya sulit membuat mereka mempunyai ikatan bathin.

    Di Jepang sudah biasa, tapi Indonesia rasanya sulit.

  3. Bro untuk menjalin silaturahmi antar sesama, salam kenal dari Gombong Motor Community (GMC). untuk lebih lengkapnya kunjungi web kami di http://www.gombongmotorcommunity.com
    kalau boleh kita tukaran link
    Trim’s
    mampir bro..

  4. Toyota itu yg punya daihatsu kali…

    Sama aja dengan hyundai dan kia

  5. Yg nomor 1 mungkin contoh yg lebih tepat, maven mitsubishi ma apv, kl daihatsu setau ane jg sdh dibeli toyota. Jd prinsipalnya sama
    Kl yg nomor 2 byk diterapkan di mobil, kl dimotor perlu dipertimbangkan lg, plg banter ngikut pabrikan builder/chasis n body ky dieropa, yamaha ngejual mesin buat minerva atau viar

  6. ngawur tenan…, daihatsu ada sahamnya astra, toyota grup sama dengan toyota hino daihatsu, makanya toyota dyna sama dengan hino dutro walu yg bawa hino bukan astra…astra megang isuzu, ud truk kelas medium, toyota, daihatsu makanya ada kebijakan2 astra di indonesia yg pengaruhnya lebih kuat di banding yg punya merek, seperti avanza-xenia, memperbesar toyota dan daihatsu dan menihilkan isuzu…

    ini di luar segmen alat berat yg di bawa UT (astra)

    nah klo motor gak semua segmen bisa di kuasai ama AHM…klo mau nyuruh elu megan motorsport, gw bebeb, ya kagak isa, secara global mereka bersaing. sekarag khan tinggal berbalik kepada mereka gimana bersaing di Indonesia, gimana isa hidup, dan gw mau jualan apa. bukan beraliansi kecuali suzuki r2 pindah dari indomobil ke ahm, ya bisa saja keputusan ahm meleorkan avanza xenia versi r2 atau difrensiasi produk.

    kawasaki sekarang nyaris pure sport termasuk jual motokros dan moge2 diluar er6 dan zx6 bisa di pesan. ahm mau main itu? mau keluar berapa duit untuk invest? yamaha suzuki mau nyusul juga? yakin? kawasaki gak ada lawan, bahkan pedagang cbu jepang pun dibikin garuk kepala + isu kmi mau jual z1000, versys 1000/650, zx636.

    saya cuman mau tekan contoh operator selular = pabrik motor itu beda. operator selular = jasa, walo ada produk fisik, yg mereka jual adal jasa, dan medianya produk fisik. sedangkan manufaktur/pabrikan yg di jual adalah produk di mana produk yg di jual adalah karakter dari perusahaan baru di belakangya ada jasa (dealer).

    pasar operator selular juga tidak sama dengan pasar handphone/gadget/modem/tablet yg merupakan produk. daur hidup dan kputusan menganti secara individu lebih mudah pada opr seluler dari pada handheld apa lagi motor/mobil.

    gw punya hp gsm, gw isa mudah gonta ganti kartu oprtor prabayar gsm tiap hari, tapi gw gak mudah/sulit sekali gonta ganti motor, even itu bebek.

    jadi saya harap, untuk masalah ginian, di research dulu.

    • For discussion only ya. Bro punya pendapat, saya juga punya pendapat tapi saya rasa nggak usah ngomong “research dulu lah”šŸ™‚ Kalau begitu saya juga berharap supaya bro bisa punya pemikiran terhadap kemungkinan muncul ide baru, jangan selalu terpaku pada mind set “mana bisa” yang artinya menyerah pasrah.

      Dulu pun waktu AHM belum masuk matic, Yamaha yang menguasai pasar, sampai akhirnya market matic bisa di ambil oleh AHM. Jaman dulu public pun sebelumnya menganggap inilah wilayah Yamaha yang tidak bisa dimenangkan oleh AHM. Sama dengan pendapat mas bro tentang motor sport, sekarang wilayah orang lain tapi BISA dan SANGAT BISA kembali diambil oleh AHM, lha dulu Tiger yang unggul kan.

      Bagaimana kalau waktu Yamaha menguasai matic kemudian AHM punya pemikiran “mana bisa” seperti Anda?

      Sebagaimana yang seperti bro ketahui tentang Kawasaki segmen sudah terbentuk dan akibatnya memang AHM mau attack di sport premium setengah mati karena Kawasaki walupun kecil tapi fokus di sport, agree kan? Mereka bisa hidup-hidup saja kok? Sama juga dengan Piaggio. Ada yang punya line-up banyak ada juga yang line-up nya lebih fokus, sehingga manufaktur lebih mudah, biaya bisa ditekan, sampai distribusi maintenance, edukasi… termasuk sampai ke marketing dan promo. So kesimpulannya pertanyaa soal “makan apa” ya sudah terjawab oleh Anda sendiri.

      Soal kerjasama apakah harus ada jalinan soal kepemilikan? Saya rasa tidak juga asal saling menguntungkan why not?

  7. maaf bro, anda bilang aliansi, jadi bukan masuk ke pasar segmen/merebut segmen matic oleh ahm kepada yamaha dimana tak ada aliansi di situ, melainkan persaingan.

    masalah tiger, memang benar di tambah mindset konsumen 4 tak = irit = honda. jika memang mau ahm rebut semua lini, bisa seperti isu produk yg positioningya sama seperti motor sport india. kalopun mau menghabisi kawasaki dengan mebrojolkan produk flagship, ahm sangat bisa, apalagi dengan jaringan yg luas, sangat mungkin, tapi apakah itu efisien di sisi ahm. klo iya kenapa gak dari dulu menghabisi suzuki yg juga pernah main atau para pengimpor cbu jepang atau bahkan ducati dan harley sekalipun? kenapa harus menunggu kawasaki?

    bagus klo ahm berkonsentrasi pada motor2 kecil sampai 250cc karena mereka punya pabrik yg harus di pikirkan harus ngebul dan karyawan mereka, kalo ada produk gagal, bagaimana caranya menutup investasi pada peralatan casting, line produksi, perakitan, distribusi motor dan spare part, gedung dan karyawan dsb…(contoh cs 1 dan revo at) produk apa yg perlu tambah kapasitas produksi, bisakah di pindah ke pabrik yg di shutdown? hal ini berlaku pada yamaha juga…tetapi kawaski tidak di pusingkan dengan hal ini, produk mereka impor, sedikit yg di rakit dan diproduksi di sini, begituvpula piaggio, bajaj, yg mereka pikirkan lebih sedikit di bandingkan honda dan yamaha

    honda dan yamaha mau perang di 250cc pun pilihanya bikin produk sendiri atau mengandalkan (dan menunggu) produk global.

    contoh yg kebanyakan mainan, kebanyakan pikiran, tapi kaga beres, Indomobil, sudah ada nada miring vw, audi penangana ke customer buruk, bahakan ada isu mereka mau hengkang dari indomobil…apalagi mau ngeliat suzuki R2? miris…

    aliansi saling menguntungkan mmg bisa tapi tidak d r2 di indonesia kecuali ada kepemilikan saham global atau lokal.

    global dengan contah ford dan mazda, beberapa produk mereka indentik, diluar exterior-interior. contoh fiesta – ranger dengan mazda 3 – bt 50.

    lokal seperti saham astra pada ahm dan daihatsu yg mampu membuat bargaining position lebih kuat di pihak astra.

    atau bisa dilihat dari gacoan anda, piaggio, gilera, derbi, aprilia scooter, beberapa produk beda bodi, isinya sama, atau pake 1 mesin untuk 4 merek.

    kasus ini beda dengan bmw yg pesan mesin ke rotax dan kymco, atau Volvo dan Noble m600 yg pesen mesin ke Yamaha, tatra truck pake mesin mtu dan cummins.

    nah sekarang apakah keadaan d r2 Indonesia sekarang bisa aliansi dengan hanya saling menguntungkan tanpa ada kepemilikan? untuk sekarang saya bilang tidak, kerena mereka bersaing dan prisipal mereka sendiri juga saling bersaing, sampai mereka bisa mengendalikan ego mereka dan bekerja sama seperti subaru dan toyota yg juga masih di warnai keributan…

    maaf kalo tulisan saya dirasa kasar sebelumnya…

    cheers…

  8. mas bro? ente bisa bilang market share honda nguasai 60% dapat data darimana? coba dicek lagi sudah valid atau belum tu data? bagainana dengan penjualan matic yamaha? apa benar masih dibawah honda? lain kali kalaw bikin artikel tolong data dan sumber data nya yang valid ya mas bro……………………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: