Oleh: arantan | Agustus 31, 2012

Dirjen HKI mementahkan claim Bajaj atas paten satu silinder dua busi

Untuk kasusnya gimana, bisa lihat blognya Satar aja di sini. Pokoknya summarynya Bajaj Auto mencoba mematenkan teknologi andalan mereka, 1 silinder 2 busi. Yang ternyata sudah di patenkan duluan secara internasional lewat US di tahun 1993 – 1994.

Tepatnya begini:

A misfire-detecting system for an internal combustion engine detects a value of the sparking voltage generated by the igniting device after generation of the ignition command signal, determines the duration of a discharge of a spark plug, based upon the detected sparking voltage, and determines whether or not a misfire has occurred in the engine, based upon the determined duration of the discharge. For example, the misfire-detecting system measures the duration of the discharge from the time of generation of the ignition command signal, based upon the detected sparking voltage, compares the measured duration of the discharge with a predetermined time period. When the measured duration is shorter than the predetermined time period, it is determined that a misfire has occurred in the engine.

PenemuYuuichi ShimasakiMasaki KanehiroTakuji IshiokaTakashi HisakiShigeru MaruyamaShigetaka KurodaMasataka ChikamatsuHideaki Arai
Pemegang Hak Pertama yang DitunjukHonda Giken Kogyo Kabushiki Kaisha
Pemeriksa Utama: Christopher M. Tobin
Klasifikasi AS Saat Ini324/378123/644324/388324/399
Klasifikasi Internasional: F02P 1700
Yang punya motor Bajaj bisa jadi merasa cemas dan galaw. Lha jadi motor gw, pakai teknologinya Honda? Apakah nanti motornya discontinue atau mesti service ke AHASS??? Karena selama ini ke khas an Bajaj ya, motor satu-satunya yang pakai multi busi di satu silinder. Ternyata justru ini datangnya dari Honda?
Patent yang di ajukan oleh Honda itu punya klasifikasi US, Internasional dan diajukan lebih dahulu. Tidak bisa jika di sebuah negara claim patent diterima tanpa melakukan checking ke daftar induk patent internasionalnya. Lha ya nggak bisa kalau di Indonesia pemilik patentnya Bajaj, sementara secara internasional Honda kan?
Lha? keukeh…
Tapi kan si Honda nggak pakai???
Ya bukan soal dipakai atau nggak tapi yang terpenting siapa yang pertama sudah mendaftarkan penemuan dan cakupan patentnya seperti apa.
BTW di Indianya sendiri sempat ada dispute antara Bajaj dan TVS tentang 2 busi juga:

On July 7, 2005, Bajaj was granted a patent with a priority date of July 16, 2002. The  title of the patent application was “An improved Internal Combustion Engine working on four stroke principle.” The invention was called “DTS-i Technology” and it related to the
use of twin spark plugs located diametrically opposite to each other in a small displacement engine with the cylinder bore diameter ranging between 45 mm to 70 mm. Per Bajaj, this placement of the spark plugs enabled a better control over the ignition timing and lesser time was taken for the flame to travel during the process of combustion. The novelty also lay in the use of a sleeve to protect the spark plug which prevented exposure of the plugs to the lubricating oil.

Gimana tanggapan Bajaj?

Bajaj nanya ke induk Indianya, yang di Indonesia kan jualan saja. Ini ibarat nasi sudah jadi bubur dimakan. Bajaj sudah jualan sekian banyak kok baru daftar patent?

Perlu diketahui juga, kalau akhirnya kasus Bajaj – TVS di India pun tidak jelas pemenangnya.

The use of two spark plugs in an IC engine with three valves was a prior art and therefore, the applicant cannot seek patent for the use of two spark plugs in an IC engine, and in order to avoid the said situation, the applicant has resorted to an art of deception by introducing a limitation of bore size to the US Honda patent with full knowledge that US Honda patent did not have any such limitation.

Di India pun tahu tentang US Honda patent, sehingga sebagai jalan tengah di India patentnya di limit saja ukuran-ukurannya.


Responses

  1. lagi musim gugat-gugatan nih

    http://panjidananjaya.wordpress.com/2012/08/31/tutorial-membuat-diskbrake-cakram-motor-dengan-3dmax

  2. Emang ada ya motor Honda yg pake dua/tiga busi kayak Bajaj?

    • Nggak sampai di produksi

    • mobilnya ada..honda jazz 1st gen yang i-dsi

  3. http://smartf41z.wordpress.com/2011/05/31/honda-shadow-750-tahun-80an-udah-pake-busi-dobel-loh/

  4. Honda menang nemuin, Bajaj menang njualin.. dah joinan aj.

  5. nah, bajaj bayar hak pakai dan hak-hak lain aja ke Honda😉
    oh iya, paten ada jangka waktunya juga sih.
    nunggu daluarsa aja, kemudian dipakai dengan leluasa😛

    • ya disaat teknologi itu sudah kadaluarsa teknologi lain yg lebih maju muncul, apa bajai masih mau matenin? atau biarin z memproduksi mesin multi busi tanpa dipatenin layaknya teknologi mesin CB yg sekarang dipakai sama pabrikan” lain tanpa mengajukan hak paten atas teknologi tersebut.
      mau dipatenin jg udah gk penting lg kalo jamannya udah berubah mah, udah masuk kategori uzur teknologinya

      • desmodromic kapan kadaluarsanya? udah lama khan yah tuh teknologi?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: