Oleh: arantan | Agustus 22, 2012

Dalam keadaan benar atau salah, kalau jatuh rasa sakitnya sama saja

Kecelakaan di Pantura menuju lebaran tahun lalu

Katakanlah begini, kita terlibat kecelakaan tapi dalam posisi 100% benar sementara lawan kita dalam posisi 100% salah. Tapi, akibat dari kecelakaan tersebut, kita sampai meninggal *amitttt. Apakah masih penting kalau kita membahas apakah benar atau salah? Is dead gitu loh. Mungkin bagi teman-teman si korban penting membicarakan apakah salah atau benar, tapi bagi keluarga? Berada dalam posisi benar atau salah impactnya sama saja, mereka orang terdekat kita jadi korban secara indirect.

Falsafah itu yang sering di camkan isteri saya ke saya.

Ketika saya lagi bawa keluarga naik mobil sodok-sodokan, atau melaju makin kencang di tol, bini yang juga bisa nyetir tahu, kapan saya ngegas atau memepet lawan dengan sengaja. Dia pasti bilang, UDAAAAAHHH!!! Kalo nabrak gw juga yang susah!!! Maklum mobil cuman satu, kalau sampai menabrak pasti masuk bengkel makan waktu, anak pasti terganggu rutinitas ke sekolahnya. Sementara saya naik motor, nggak ngefek kalau mobil sampai menginap di bengkel *eh.

Soal Duit

“BRUG! Nabrak! Gw ganti daaagh, motor lu berapa seeeh???!” Jiah bukan soal duitnya, duit bisa ditransfer, kendaraan bisa dibeli. Tapi kalau sampai patah kaki, cacat? Gimana? Bisa digantikan juga? Kalau sampai si benar mengerang kesakitan di rumah sakit, apa bisa digantikan oleh si salah? Kalau sampai nyawa melayang, apakah bisa si salah menggantikan nyawa si benar? Tentu tidak.

Kalau soal duit pasti beda ganjaran si benar dan si salah. Yang salah mungkin harus mengganti si benar. Ya biaya kerusakan kendaraan, biaya rumah sakit, biaya operasi dan biaya rawat jalan. Ya seringkali juga si benar justru menderita kerugian lebih besar.

Soal Sakit

Soal sakit apakah kita berada dalam posisi benar atau salah ganjarannya sama saja, alias untung-untungan. Kadangkala si benar menerima sakit, cacat, mati? amittttt. Sementara si salah bisa melenggang sehat saja. Apakahada mekanisme supaya si sala bisa selalu dalam posisi lebih sakit/menderita dari si benar?

Soal Waktu

Ruginya antara si benar dan si salah juga relatif akan sama. Sama-sama harus mengurus hasil dari kecelakaan tersebut.

Keluarga jadi korban indirect

Most of you are male right? Umumnya kita sudah berkeluarga dan jadi tulang punggung secara penghasilan. Kalau sampai mati siapa yang bisa penerus jadi tulang punggung keluarga? Apakah kita jadi si benar atau si salah, kalau sampai mati ya sama saja hasilnya bagi keluarga. Apakah kalau kita mati dan dalam posisi si benar kemudian keluarga masih bisa dihidupi? tidak juga, sama saja.

Penutup

So dalam suatu kecelakaan kalaupun kita dalam posisi benar pun bukan berarti kita bisa seenaknya. “Benar” atau “Salah” seringkali juga blur dan jadi masalah perception, si orang mengira dia “benar” padahal secara hukum salah. Gimana kalau kedua-duanya mengira dalam posisi “benar” dan kemudian bertemu di jalan?

Lebih baik menghindar saja, karena itu memang seringkali juga didengungkan defensive driving, mendingan menghindar dari kecelakaan deh.


Responses

  1. takdir bos

  2. Artikel yang bagus. Sebagai peringatan bagi kita semua supaya tetap waspada dan rendah hati di jalan

  3. trauma kalau denger kata kecelakaan bermotor
    pernah ngalamin sendiri, salah benar ya tetap masuk rumah sakit
    http://yudhadepp.blogspot.com/2012/08/alat-nyentrik-pengaman-motor.html?m=1

  4. setubuh.

  5. Artikelnya serem ngeri ah kalo ngeliat kecelakaan di jalan sepi!🙂

    Komparasi Head to Head Iwan Banaran Vs TMCblog ada dimari gan! cekidot!

    http://garasiotomotif.com/komparasi-head-to-head-tmcblog-vs-iwanbanaran-whois-dbest/

  6. ” kapan saya ngegas atau memepet lawan dengan sengaja. Dia pasti bilang, UDAAAAAHHH!!! ”

    sarua jeung pamajikan abdi kang……

  7. sepakat, apapun bs terjadi dijalanan. bersabar, waspada dan konsentrasi..
    mau kaya ato miskin, masuk rumah sakit ga enak bgt.

  8. Nice artikel.. di saat berkendara wajib konsentrasi dan waspada dan jangan lupa safety gearnya digunakan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: